Even more About Usulan Guru Besar (Professor) yang Semakin Sulit

Syarat Guru Besar

Untuk mendapatkan fungsional guru besar (profesor) saat ini semakin sulit dengan diberlakukannya peraturan baru sejak 1 Juli 2011

This information is irrelevant to English speaking readers….

Yang tadinya masih berupa wacana (lihat info sebelumnya!), ternyata sudah diterapkan oleh Dirjen Dikti di Kemdiknas. Apalagi kalau bukan aturan baru tentang persyaratan usulan Guru Besar (Profesor).

Berita terbaru yang dilansir Suara Merdeka (lihat berita lengkapnya!) berdasarkan informasi dari Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum. membuktikan hal tersebut.

Dalam pernyataannya kepada Suara merdeka, Prof. Jamal menyatakan bahwa “Pihak UNS baru saja menerima surat dari Dirjen Dikti untuk memverifikasi pengajuan usulan guru besar yang dikirim dari UNS. Ternyata permintaan itu langsung ditandatangani Dirjen Dikti.” Lebih lanjut Prof. Jamal menyatakan “Intinya, UNS diminta memverifikasi apakah karya tulis itu betul-betul karya yang dihasilkan calon guru besar tersebut, terutama dari sisi ada tidaknya plagiarisme. Ini memang salah satu syarat untuk (semua) publikasi yang diajukan (sebagai kum penelitian), yakni adanya review dari peer group untuk bidang ilmu yang dimiliki.”

Terkait dengan proses “review dari peer group,” Prof. Sudarsono dari PMB Lab, IPB juga sudah menjumpai hal yang sama. Prof. Sudarsono telah dilibatkan sebagai salah satu peer group untuk mereview publikasi yang dihasilkan oleh seorang alumni PMB Lab yang saat ini sedang dalam proses mengajukan fungsional sebagai Guru Besar (Professor). Berarti, apa yang dialami oleh UNS ternyata telah diberlakukan juga kepada perguruan tinggi lainnya di Indonesia, yaitu karya dan kegiatan yang diajukan oleh calon guru besar harus melewati proses review oleh peer group untuk bidang ilmunya.

Lebih lanjut dalam wawancara dengan Suara Merdeka, Prof. Jamal menyatakan: “Selain proses review oleh peer group, proses pengajuan usulan jadi guru besar atau profesor sejak 1 Juli 2011 akan diterima kalau yang diajukan memiliki minimal satu karya ilmiah yang dipublikasi di jurnal internasional, atau punya satu karya tulis berupa buku ilmiah.’’

Ternyata aturan yang sama juga diberlakukan terkait dengan pengajuan perpanjagan usia pensiun guru besar baru, yang sudah di atas usia 65 tahun. Prof. Jamal menyatakan bahwa: “Kalau tidak memiliki karya tulis, pengajuan (perpanjangan usia pensiun guru besar) akan ditolak dan secara otomatis langsung pensiun atau masuk guru besar emeritus. Syarat ini tidak bisa ditawar, bahkan pengajuannya langsung ditangani Dirjen Dikti.’’

Proses perpanjangan usia pensiun guru besar juga tidak otomatis disetujui untuk periode waktu lima tahun lagsung. Perpanjangan yang dilakukan adalah untuk dua tahun dari sejak usia 65 tahun dan selanjutnya diperpanjang per tahun sampai maksimal 70 tahun.

Wah… wah… pemerintah rupanya tidak mau rugi. Menurut perhitungan gaji, guru besar (profesor) diberikan tunjangan gaji kehormatan sampai tiga kali gaji pokok sehingga ketentuan yang semakin ketat tersebut dikembangkan untuk menyaring hanya dosen dengan kualifikasi guru besar sesuai kriteria Kemdiknaslah yang akan disetujui usulan pengajuan guru besarnya atau perpanjangan usia pensiunnya.

Bagi para alumnus PMB Lab dan teman-teman sejawat yang akan mengajukan diri sebagai guru besar (profesor), perlu mempersiapkan persyaratan yang diperlukan dengan baik. Usulan guru besar (profesor) saat ini tidaklah semudah yang dulu pernah berlaku.

Also read (Baca juga) :

 

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s