Highlight UU No. 12. Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi – Berita Baik Untuk Yang Sudah Guru Besar dan Faktor Pendorong Bagi Yang Belum

Syarat Guru Besar

Loh,.. ada sejumlah ketentuan baru dalam UU No. 12 tahun 2012 yang terkait dengan dosen yang telah menduduki fungsional Guru Besar?

Undang-undang (UU) No. 12. Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi belum lama ini telah disahkan dan diundangkan di Lembaran Negara, Republik Indonesia. Hal ini berarti pasal-pasal dan semua ketentuan yang berlaku dalam UU tersebut secara de yure sudah berlaku. Ada baiknya rekan-rekan dosen dan tenaga kependidikan mengkaji isi dari UU tersebut. Siapa tahu ada hal-hal yang berguna bagi kita semua.

Dalam UU No. 12. tahun 2012 tersebut terdapat banyak hal yang diatur. Dalam highlight tentang UU No. 12. tahun 2012 kali ini kita soroti salah satu topik yang patut dicatat bagi para dosen yang sudah menyandang fungsional Guru Besar. Untuk topik ini, dalam UU tersebut terdapat informasi sebagai berikut:

UU No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, halaman 49-50 – Paragraf 2. Jenjang Jabatan Akademik, Pasal 72 :

Ayat (1) Jenjang jabatan akademik Dosen tetap terdiri atas asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan profesor.

Ayat (3) Dosen yang telah memiliki pengalaman kerja 10 (sepuluh) tahun sebagai Dosen tetap dan memiliki publikasi ilmiah serta berpendidikan doktor atau yang sederajat, dan telah memenuhi persyaratan dapat diusulkan ke jenjang jabatan akademik profesor.

Ayat (4) Batas usia pensiun Dosen yang menduduki jabatan akademik profesor ditetapkan 70 (tujuh puluh) tahun dan Pemerintah memberikan tunjangan profesi serta tunjangan kehormatan.

Ayat (5) Menteri dapat mengangkat seseorang dengan kompetensi luar biasa pada jenjang jabatan akademik profesor atas usul Perguruan Tinggi.

Ayat (6) Ketentuan mengenai jenjang jabatan akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemberian tunjangan profesi serta tunjangan kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dan pengangkatan seseorang dengan kompetensi luar biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dalam Peraturan Menteri.

Dari lima ayat dalam Pasal 72 yang berkaitan dengan Profesor atau Guru Besar tersebut, terdapat ketentuan yang berbeda sama sekali dengan yang sudah ada selama ini, yaitu yang berkaitan dengan usia pensiun Guru Besar. Jika ketentuan yang ada sebelumnya adalah “usia pensiun Guru Besar adalah 65 tahun dan dapat diperpanjang menjadi 70 tahun.” Pada kenyataannya, perpanjangan usia pensiun Guru Besar menjadi 70 tahun tersebut sulit untuk dilakukan mengingat persyaratan yang harus dipenuhi sangat sulit.

Dengan ketentuan baru pada pasal 72 ayat 4 dinyatakan bahwa “Batas usia pensiun Dosen yang menduduki jabatan akademik profesor ditetapkan 70 (tujuh puluh) tahun.” Hal ini berarti otomatis bagi dosen yang sudah menduduki fungsional Guru Besar baru akan pensiun pada usia 70 tahun dan tidak perlu melakukan perpanjangan ketika memasuki umur 65 tahun.

Lebih lanjut, dalam pasal 72 ayat 4 juga dinyatakan, bagi dosen yang telah menduduki fungsional Guru Besar, bahwa “Pemerintah memberikan tunjangan profesi serta tunjangan kehormatan.” Hal ini berarti otomatis bagi dosen yang sudah menduduki fungsional Guru Besar dijamin akan mendapatkan tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan sampai dengan usia pensiun 70 tahun.

Wow… sungguh merupakan angin segar bagi dosen yang telah menduduki jenjang fungsional Guru Besar. Di sisi lain, hal ini seharusnya dapat menjadi faktor pendorong bagi rekan-rekan sejawat  yang belum menduduki fungsional Guru Besar, untuk segera mengkonsolidasikan kegiatan akademiknya agar bisa digunakan untuk meraih fungsional Guru Besar.

Bagi rekan-rekan sejawat yang sebelumnya tidak terlalu perduli dengan urusan pangkat dan jabatan fungsional, hal ini dapat digunakan untuk meninjau kembali cara pandangnya tentang kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Apalagi yang memang sudah mempunyai karya akademik nyata sehingga sebetulnya memenuhi kualifikasi untuk menjadi Guru Besar.

Jika untuk meraih fungsional Guru Besar, sebagian besar persyaratannya sebetulnya sudah dapat dipenuhi, tetapi mungkin kurang satu atau dua hal yang sifatnya khusus bagi kenaikan fungsional guru besar, ada baiknya informasi dalam UU No. 12 tentang Perguruan Tinggi, khususnya ayat-ayat tentang Guru Besar tersebut dijadikan sebagai faktor pendorong (motivator) untuk segera melengkapinya dan mengajukan usulan kenaikan jabatan fungsional menjadi Guru Besar.

Yang jelas, berdasarkan pada ketentuan yang berlaku dalam UU No. 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi tersebut terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara dosen yang telah meraih jenjang fungsional Guru Besar dengan yang belum mencapai Guru Besar. Di sisi lain, kami berharap berlakunya ketentuan tersebut tidak mendorong dosen perguruan tinggu untuk menghalalkan segala cara untuk meraih fungsional Guru Besar, misalnya dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran akademik, melanggar kode etik dan norma-norma kepatutan, ataupun tindakan ilegal lainnya demi mengejar nilai kredit (kum) yang diperlukan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional.

Semoga informasi ini ada manfaat dan barokahnya, dan semoga dapat menjadi pendorong bagi rekan sejawat Guru Besar untuk berkarya lebih baik lagi sebagai perwujudan tanggung jawab moral atas diberikannya kelebihan dalam berbagai hal (usia pensiun, tunjangan kehormatan, dan tunjangan profesi) dibandingkan dengan dosen yang belum Guru Besar. Dan semoga juga dapat menjadi pendorong bagi dosen yang belum mencapai fungsional Guru Besar untuk segera berusaha mencapainya. Selamat bekarya dan salam semangat…

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s