Syarat untuk Jadi Guru Besar (Profesor) Semakin Berat

This information is irrelevant to English speaking readers….

Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional berencana menerapkan aturan tambahan terhadap aturan yang sudah ada tentang syarat pengajuan guru besar bagi dosen perguruan tinggi. Syarat tambahan tersebut berupa keharusan untuk memiliki minimal satu tulisan di jurnal ilmiah internasional.

Tambahan syarat tersebut tentu saja akan membuat seorang dosen menjadi semakin sulit untuk mengusulkan menjadi Guru Besar. Sebelumnya, persyaratan untuk menjadi seorang guru besar sudah cukup berat mengingat adanya sejumlah pembatasan dalam pengumpulan nilai kum dari berbagai kegiatan. Sebagai contoh, seorang dosen hanya dapat memperoleh kum untuk maksimum dua publikasi ilmiah setiap semester. Sejumlah kum pendidikan yang sebelumnya dapat digunakan, misalnya menguji mahasiswa bimbingan, saat ini sudah tidak tidak diakui, dan lain sebagainya.

Prediksi akan semakin sulit untuk mencapai tingkat Guru Besar telah disampaikan oleh Prof Dr Sunardi MSc, kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS. Beliau berasumsi bahwa selama ini, jangankan menulis, membaca jurnal internasional saja masih jarang dilakukan dosen di perguruan tinggi.

”Banyak dosen enggan membaca jurnal internasional. Kalau itu saja tidak dilakukan, bagaimana mereka bisa menulis di jurnal?” kata Prof Dr Sunardi MSc, kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakatr (LPPM) UNS. Komentar ini disampaikan oleh Prof Dr Sunardi MSc dalam wawancara dengan wartawan Suara Merdeka. Berita lengkap tentang hal ini dapat dilihat di link berikut: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/18/149938/Dosen-Tak-Tahu-Akses-ke-Jurnal

PMB Lab Staffs dan associated graduate students berharap dosen perguruan tinggi yang akan mengusulkan untuk menjadi guru besar dapat mengantispasi semakin sulitnya persyaratan menjadi guru besar dengan melakukan penelitian yang komprehensif dan dapat mempublikasikannya di jurnal internasional. Semoga semua yang akan mengajukan untuk menjadi guru besar dapat sukses dalam pengajuannya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Syarat untuk Jadi Guru Besar (Profesor) Semakin Berat

  1. warsilan says:

    Sebenarnya tidak susah amat, yang penting dilaksanakan tri darma perguruan tinggi setiap semester,dan minimal udah S3..dan dipenuhi semua syarat yang diwajibkan dengan benar dan tangggung jawab.

    • Betul sekali pak Silan, jika dapat melaksanakan tri darma PT dan memenuhi semua syarat yang diwajibkan insyaAlloh akan bisa dengan mudah menjadi guru besar. Justru disitulah prmasalahannya, untuk memenuhi syarat yang diwajibkan akan menjadi semakin berat ketika kewajban untuk membuat publikasi internasional menjadi tambahan syarat pengajuan usulan guru besar.

  2. roslina says:

    Selain pengajar di perguruan tinggi, dapat(kah) seorang menjadi Professor? Tabe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s