Mudik Journey – Day 2: Sholat I’edul Fitri at Al-Kautsar

Catatan awal: Rangkaian entry dengan tema “Mudik Journey” ini merupakan catatan perjalanan Prof. Sudarsono dalam rangka Mudik Lebaran Tahun 1432 H (2011 M).

Tempat Sholat I'ed

Lokasi tempat kami melaksanakan Sholat I'ed di halaman Masjid Luhur Al-Kautsar, Cirebon. Ternyata berbagai hal negatif yang dibayangkan tidak ada yang terjadi. Alhamdulillah!

Karena kami mengikuti pengumuman pemerintah, cq. Kementrian Agama Republik Indonesia bahwa I’edul Fitri tahun 1432H (2011M) jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 maka kami melaksaakan sholat I’ed di Cirebon pada hari tersebut.

Di Cirebon, kami memilih mengikuti sholat I’ed di lokasi halaman Masjid Luhur Al-Kautsar, yang berada di dekat dengan lokasi Gua Sunyaragi, Cirebon. Lokasi tersebut merupakan tempat di mana kami sekeluarga seringkali mampir untuk melaksanakan sholat Ju’mat ketika kami ada di Cirebon. Kebetulan di lokasi tersebut juga ada sejumlah teman yang sudah kami kenal sehingga kami merasa sebagaimana ada di rumah sendiri.

Waiting for Sholat I'ed

Ternyata, sholat I’ed di Cirebon tidak seburuk yang dibayangkan. Kesan pertama yang kami  tangkap ketika tiba di lokasi adalah tertibnya panitia setempat dalam mempersiapkan kegiatan Sholat I’ed hari itu. Begitu datang, petugas pengaturan parkir telah menyambut peserta dan mengatur kendaraan peserta yang datang. Menuju ke tempat sholat, jalan masuk ke lokasi sholat langsung dipisah dua – khusus untuk jama’ah laki-laki dan perempuan dibedakan jalan masuknya. Begitu masuk ke lokasi di lapangan parkir masjid, di lokasi telah digelar terpal plastik. Peserta yang tidak membawa alat sholat bisa langsung masuk ke dalam shof sholat dan tidak perlu menggelar kertas koran. Dan sebagainya.

Sholat I'ed di Cirebon

The two of us - my wife and daughter on the way back home after I'ed Prayer

Sholat I’ed dilaksanakan tepat pk. 06.30 pagi. Peserta sholat sebanyak kurang lebih 500-an orang telah berjajar rapi dan sholat I’ed berjalan dengan lancar. Sebagaimana di tempat lain, sholad I’ed dimulai dengan melaksanakan sholat dua roka’at diikuti dengan khutbah. Yang sedikit berbeda barangkali khutbahnya menggunakan bahasa Arab. Setelah rangkaian sholat dua roka’at dan khutbah dilakukan, masih dilanjutkan dengan penjelasan dalam bahasa Indonesia tentang isi khutbah yag dibacakan dalam bahasa Arab sebelumnya.

Sholat Ied di Cirebon

Imam & Khatib dalam Sholat I'ed di Masjid Luhur Al-Kautsar, Cirebon

Satu hal yang ditekankan oleh khatib dan imam sholat, yang masih terlihat relatif muda adalah perlunya menjaga tali silaturrahim dalam suasana I’edul fitri ini. Beliau mengingatkan barang siapa ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rizkinya maka hendaklah ia menyambung famili (silaturrahim), kira-kira itulah yang dikatakan oleh khatib, sebagai pesan sesudah khutbah.

Pesan moral yang ingin kami angkat dalam entry ini antara lain:

  • Ketertiban yang ditunjukkan oleh panitia dalam mengatur jama’ah sholat I’ed yang hadir mulai dari sejak jama’ah datang di tempat parkir, masuk lokasi sholat, sampai duduk di tempat sholat (shof) betul-betul memberikan kesan yang positif. Saluuut untuk teman-teman di Al-Kautsar, Cirebon. Ternyata, asal ada kerjasama antara “yang mengatur” dan “yang diatur” – kita sebagai ummat yang seringkali dikonotasikan dengan ketidaktertiban ternyata juga bisa tertib. Jadi kalau masih kita jumpai ummat yang tidak tertib, tinggal mengecek, yang mana yang salah: “yang mengatur” atau “yang diatur?”
  • Setelah sholat dua raka’at, khatib membacakan khutbah dalam bahasa Arab – sempat membuat kami kaget. Namun demikian, setelah selesai membacakan khutbah diberikan penjelasan bahwa mereka melakukan hal tersebut karena menurut pemahaman mereka Khutbah dalam Sholat I’ed merupakan bagian dari sholat yang dua raka’at sehingga mereka tetap menggunakan bahasa Arab. Baru sesudahnya ada tambahan penjelasan dalam bahasa Indonesia setelah khutbah selesai (setelah sholat I’ed selesai). Ketika kita dihadapkan pada situasi yang tidak biasa, janganlah kita langsung bereaksi terhadap apa yang kita hadapi. Dengarkan dan cari tahu apa yang mendasari apa yang dilakukan orang tersebut terlebih dahulu. Sering kita jumpai banyak kejadian kesalahfahaman akibat orang terlalu cepat memberikan reaksi (akibat provokasi) terhadap perbedaan yang ada tanpa mencari kejelasan kenapa berbeda dan apakah perbedaan yang ada itu prinsip atau tidak
  • Ajakan menjalin tali silaturrahim oleh khatib sholat I’ed sungguh pas dengan suasana I’edul Fitri. Selain wajib hukumnya bagi kita, menjalin silaturrahim mempunyai banyak nilai positif. Ayo kita kenalkan anak-anak kita dengan saudara-saudara kita yang barangkali lama tidak kita temui atau bahkan yang tidak kita kenal. Hitung-hitung menjalin kembali tali silaturrahim agar tetap berlanjut turun-temurun ila yaumil qiyamah. Selamat bersilaturrahim.

Also read (Baca juga) :

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s