Mudik Journey – Day 5: Destination Back to Bogor

Catatan awal: Rangkaian entry dengan tema “Mudik Journey” ini merupakan catatan perjalanan Prof. Sudarsono dalam rangka Mudik Lebaran Tahun 1432 H (2011 M).

My sons & Great Mother in-law's Grave

My sons (Saddam and Satriya) visited their Grand Mother's Grave. She has passed away since May 2011.

Perjalanan balik kami dari Solo kembali ke Cirebon memerlukan waktu hampir selama 17 jam (lihat: Mudik Journey – Day 4: Destination Back to Cirebon). Kami sampai di Cirebon pada hari Sabtu 3 September 2011, pk. 09.00 pagi. Sungguh suatu perjalanan yang sangat melelahkan. Sampai di Cirebon kami semua ada dalam keadaan sangat mengantuk akibat tidak tidur semalaman. Setelah sempat tidur selama hampir 5 jam, kami semua menyempatkan untuk mengisi perut yang baru terasa sangat lapar. Rencananya kami akan meneruskan perjalanan tahapan terakhir dari Cirebon menuju kembali ke Bogor.

Ada satu hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami tidak lagi dapat menjumpai neneknya anak kami (ibu mertua) karena beliau telah wafat bulan Mei tahun 2011. Sungguh kami merasa kehilangan atas kepergian beliau. Dengan demikian, kedatangan kami ke rumah di Cirebon ibaratnya hanya untuk beristirahat saja. Sedih memang, tapi itulah kehidupan.

Karena searah dengan perjalanan pulang kami ke Bogor, kedua anak kami dan saya menyempatkan untuk melakukan ziaroh kubur ke makam neneknya anak-anak (ibu mertua) di desa Buyut, Celancang, Cirebon.

Ketika kami berdoa di makam tidak terasa hati kecil ini berbisik: “Jangan lupa… entah kapan waktunya, engkaupun akan mengalami hal yang sama yaitu menjumpai mati. Dan jangan lupa, sesudah mati itu ada urusan yang lebih besar dibandingkan dengan urusan dunia, karena di sana ada syurga dan ada neraka.” Tanpa terasa bulu kuduk kami merinding dan hati kami tersentuh merasakan bisikan hati nurani tersebut.

Kami pun jadi teringat nasehat agama yang pernah kami dengar, yang bunyinya kira-kira sebagai berikut: “Cukuplah melihat mati (kematian) sebagai nasehat.” Maksudnya kira-kira: ketika kita melihat orang yang meninggal (waktu ta’ziah atau waktu ziaroh khubur) maka supaya dijadikan sebagai nasehat kapada diri kita masing-masing. Supaya kita ingat bahwa sebagai manusia kitapun akan menjumpai kematian. Masalahnya tinggal menunggu waktu dan giliran saja. Pertanyaannya: apakah kita sudah menyiapkan bekal yang cukup untuk menyongsong kematian? Ingatlah: bahwa sesudah mati itu ada syurga dan ada neraka. Kemana kita menuju tergantung pada amal ibadah yang telah kita masing-masing siapkan di dunia sebagai bekal.

Jadi, ketika kita melihat orang lain meninggal atau kita sedang ziaroh kubur – ingatlah hal tersebut. Tanyalah diri ini, sudah cukupkah bekal yang kita kumpulkan menjelang datangnya kematian diri suatu saat nanti? Itulah kira-kira makna: “Cukuplah melihat mati (kematian) sebagai nasehat.” Semoga Alloh SWT tidak memasukkan diri kita sebagai orang yang rugi.

Akhirnya, kami berkendaraan meninggalkan Cirebon pada pukul 17.30 menuju Bogor. Seperti yang sudah kami perkirakan, perjalanan ke Bogor banyak diwarnai dengan kondisi lalu-lintas yang padat merayap. Namun alhamdulillah, setelah menempu perjalanan yang melelahkan, kami sampai kembali ke rumah di Bogor pada Hari minggu, pukul 03.00 dini hari. Sekali lagi, kami semua berucap syukur kepada Alloh SWT, alhamdulillah.

Demikianlah serangkaian jurnal perjalanan mudik (mudik journey) yang sempat kami kumpulkan selama perjalanan. InsyaAlloh, senin besok kami sudah harus bekerja kembali. Kami ingin betul-betul beristirahat di rumah pada hari minggu ini, Semoga kita bisa mengambil manfaat dan nilai positif yang ada dari jurnal perjalanan mudik ini. Amiin… !

Also read (Baca juga) :

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s