Mudik Journey – Day 2: My Newly Found Extended Family

Catatan awal: Rangkaian entry dengan tema “Mudik Journey” ini merupakan catatan perjalanan Prof. Sudarsono dalam rangka Mudik Lebaran Tahun 1432 H (2011 M).

Pernahkah ada merasa sendiri ditengah kumpulan orang karena anda merasa tidak mempunyai teman di antara orang-orang tersebut? Atau pernahkah anda merasa terasing diantara kumpulan saudara karena adanya perbedaan status sosial anda dengan mereka? Atau anda merasa kesepian diantara kumpulan saudara-saudara anda, yang kebetulan tidak ada persamaan cara pandang dalam urusan agama (hum)? Jika jawaban anda terhadap salah satu dari pertanyaan tersebut adalah “YA” maka anda bisa membayangkan bagaimana perasaan kami setiap menjelang I’edul Fitri.

Namun alhamdulillah, tahun ini Alloh SWT rupanya telah mengabulkan doa kami sekeluarga. Ketika Mamih kami (ibu mertua saya) wafat bulan Mei 2011 yang lalu, secara tidak sengaja kami dipertemukan dengan keluarga satu buyut dengan kami yang mempunyai cara pandang yang sama dengan kami dalam urusan agama. InsyaAlloh kami akan bersilaturrahim dengan mereka ketika ada di Cirebon nanti. Rupanya Alloh SWT mengabulkan doa yang sudah dan selalu kami panjatkan sejak Juni 2003. Alloh SWT akan mempertemukan kami dengan saudara yang sejak lama telah kami cari. Alhamdulillah.

Selesai sholat I’ed, kami sekeluarga berkendaraan ke arah Kuningan dan menuju kota Sumber untuk mencari rumah saudara kami. Tanpa kesulitan alamat rumah yang kita cari dapat ditemukan dan segera kami bertemu dengan saudara yang dicari.

Sungguh suatu kenikmatan yang tidak ada taranya yang telah Alloh berikan kepada kami. Tidak lama setelah Mamih kami (ibu mertua saya) wafat, rupanya Alloh SWT memberikan ganti yang lebih banyak. Kami dipertemukan dengan saudara satu buyut yang masih satu generasi dengan Mamih kami (ibu mertua saya). Usia beliau berdua barangkali sudah mendekati 90 tahunan, tapi masih terlihat sehat.Berarti beliau-beliau adalah paman kami. Alhamdulillah, meskipun Mamih telah wafat, masih ada orangtua pengganti tempat kami kembali jika ada di Cirebon.

Yang lebih menggembirakan, kami bertemu dengan putra-putri beliau (ada 7 orang, tapi salah satunya sudah meninggal dunia beberapa tahun yag lewat). Berarti mereka satu generasi dengan kami dan posisi kami lebih tua dari mereka dari sisi nasab (keturunan). Yang lebih-lebih menggembirakan lagi, ternyata paman dan bibi kami telah dikaruniai dengan kurang lebih 40 orang cucu dan 8 orang buyut. Wah… benar-benar keluarga besar baru yang Alloh pertemukan dengan kami, saudara besar dunia dan akhirat.

Tanpa terasa hati ini berdesir karena teringat dengan nasehat yang pernah saya dengan dari seorang ustadz tentang doa, yang isinya  kurang lebih sebagai berikut: “Alloh SWT pasti akan mengabulkan doa dari seorang hambaNya yang beriman. Tetapi cara Alloh SWT  mengabulkan doa tidak selalu seperti yang diminta hambaNya, karena Alloh SWT mengabulkan doa dengan cara: (1) Langsung memberi pada apa yang diminta sesuai dengan permintaan hambaNya, (2) Doanya dikabulkan tetapi waktunya ditunda, dan diberikan pada waktu yang sekiranya baik dan barokah menurut ukuran Alloh SWT, (3) Apa yang diminta tidak Alloh SWT berikan, tetapi diganti dengan sesuatu yang lain yang menurut ukuran Alloh SWT lebih baik dan lebih barokah bagi kita, atau (4) Alloh SWT sengaja tidak mengabulka doanya di dunia karena akan mengabulkan dan menggatinya dengan hal yang lebih baik di akherat nanti.

Dari hal itu berarti, selama ini Alloh SWT mendengar doa kami untuk mempertemukan saudara yang kami cari tersebut, hanya saja Alloh menundanya dari tahun 2003 hingga tahun 2011 ini untuk mengabulkannya. Alhamdulillah ya Alloh, akhirnya engkau pertemukan kami dengan mereka. Walaupun Mamih (mertua) kami telah wafat, Engkau menggantikannya dengan satu keluarga besar Paman/Bibi, putra-putrinya, dan cucu-cucu/buyut-buyutnya. Sungguh suatu kenikmatan yag tiada tara besarnya. Semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik dan barokah bagi kami dan bagi mereka, Amiien.

Pesan moral yang ingin kami angkat dan dapat diambil dalam entry ini antara lain:

  • Jangan segan-segan untuk berdoa dan meminta yang sekiranya kita perlukan kepada Alloh SWT. Ingatlah, Alloh SWT pasti akan mengkabulkan permintaan hambaNya yang beriman. Tetapi jangan sampai lupa bahwa Alloh SWT punya cara tersendiri dalam mengabulkan permintaan hambaNya.
  • Jangan pernah merasa bosan untuk berdoa meskipun anda merasa seolah-olahAlloh SWT tidak pernah menjawab doa anda. Ingatlah, Alloh lebih tahu terhadap apa yang baik bagi hambanya. Mungkin saja jawaban dari doa ada sebentar lagi akan dikabulkan jika anda sabar atau justru Alloh SWT akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bagi kita. Have faith…!

This slideshow requires JavaScript.

Demikianlah jurnal perjalanan mudik hari kedua kami. Moga-moga ada manfaat dan barokahnya.

Also read (Baca juga) :

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mudik Journey – Day 2: My Newly Found Extended Family

  1. siti halimah says:

    Terkadang rasa lelah menghampiri ketika Allah belum mengabulkan doa_doa kami, dan Setelah membaca hikmah perjalanan bapak bersama keluarga, saya kembali merasa yakin bahwa Allah SWT hanya menunda begitu banyak doa dan harapan kita., dan menggantinya dengan begitu banyak rejeki2 yang lain. Terima kasih atas posting yg begitu banyak memberi hikmah terutama buat saya sekeluarga khususnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s