DI AIRPORT SOETTA: AIR MINUM DALAM KEMASAN DILARANG

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 2

Di Airport Soeta

Di Terminal Haji – Bandara Soetta, Cengkareng: Menjelang Boarding ke Pesawat Saudi Airline

Setelah menyelesaikan berbagai urusan administrasi keberangkatan, pengecekan kesehatan dan menginap semalam di Asrama Haji Bekasi, akhirnya tiba juga saatnya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pemberangkatan dilakukan dengan 10 bus, beserta rombongan terdapat 20 orang Jamaah Calon Haji (JCH) dari Yayasan Multazam, Kota Bogor. Perjalanan ke Soeta ditempuh hingga pk. 10.00 WIB, dengan berbagai cobaan kesabaran (lihat entry # 1. Yang Utama: Bekal Sabar Lima Koper).

Ada satu hal menarik yang dialami JCH Kloter kami yaitu saat mau masuk ruang tunggu (RT) Bandara Soetta, semua air minum dalam kemasan diminta untuk diminum sebelum masuk RT atau ditinggal diluar. Maka bergegaslah sebagian JCH meminum bekal minumannya sebelum dibuang dan sebagian yang lain malah membuangnya tanpa menyentuhnya lagi. Padahal berbagai macam bekal minuman tersebut ada yang baru saja dibeli di Bekasi atau dipersiapkan dari rumah masing-masing. Sungguh sayang dan mubadzir, semuanya harus ditinggal dan dibuang di Soetta.

Kami termasuk yang membandel terhadap perintah petugas yang tidak manusiawi untuk membuang minuman sebelum masuk RT karena sayang jika minuman kotak yang telah kami persiapkan harus dibuang. Kebetulan minuman tersebut kami bungkus rapi dan dimasukkan ke dalam tas jinjing sehingga tidak terlihat mencolok serta tidak ketahuan petugas di luar RT. Selanjutnya dengan tas jinjing berisi minuman kami masuk ke bagian pemeriksaan X-Ray, ternyata tidak ada masalah dan petugas pemeriksa tidak meminta untuk membuang minumannya.

Di dalam RT ternyata terdapat sejumlah warung kaget yang menjual berbagai jenis minuman panas atau dingin dan makanan. Jelas saja JCH yang belum sempat minum sebelumnya sebagian menyerbu penjaja minuman tersebut, apalagi waktu masih panjang sebelum boarding ke pesawat yang mengudara pukul 12.00.

Sebagai masukan bagi JCH, yang berangkat belakangan, bawalah bekal minuman apa saja secukupnya tetapi bungkuslah yang rapi dan simpanlah di dalam tas jinjing masing-masing dan usahakan tidak mencolok bagi petugas bandara yang ada di luar RT. InsyaAlloh tidak akan menjadi masalah bagi JCH dan dapat dibarokahkan di ruang tunggu untuk menghilangkan haus masing-masing atau untuk sodaqoh minuman bagi JCH lainnya yang kehausan. Bahkan jika jumlahnya memadai, dapat dimanfaatkan di Airport Madinah atau Jeddah sambil menunggu proses imigrasi. Semoga Alloh memberi manfaat dan barokah dan semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 3 – Perjalanan Menuju Madinah Al-Munawaroh.

Previous: Entry # 1 – Yang Utama: Bekal Sabar Lima Koper

(Bandara Soetta, 12 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s