PERJALANAN MENUJU MADINAH AL-MUNAWAROH

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 3

Bisnis Class - Saudi Airlines

Di Kelas Bisnis Pesawat Boeing 747-486, Saudi Arabia Airlines

Sekitar pukul 11.30 WIB, jama’ah calon haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter 02/JKS dipanggil untuk boarding ke pesawat Boeing 747-486 dengan urutan sesuai nomor rombongannya. Warga jama’ah dari Yayasan Multazam, Kota Bogor (20 orang) berada dalam Rombongan X, Regu 39 dan Regu 40. Alhamdulillah, berkat pertolongan Alloh, seluruh JCH dari Yayasan Multazam, Kota Bogor yang berada dalam Rombongan X mendapatkan tempat duduk di kelas Bisnis.

Sekali-kalinya naik pesawat di kelas bisnis, kalau tidak karena Hajian 2010 barangkali tidak akan pernah terjangkau. Nyaman sekali untuk perjalanan panjang yang berkisar antara 8-9 jam penerbangan.

Satu catatan yang perlu diperhatikan bagi para JCH adalah potensi terjadinya “JET LAG” akibat penerbangan jarak jauh menyongsong matahari dan ke waktu yang lebih awal dibandingkan waktu di Indonesia. Selama diperjalanan suasana di luar cabin pesawat rasa-rasanya masih siang terus. Padahal jika dilihat waktu di Indonesia sudah berjalan menuju malam hari.

Potensi terjadinya “JET LAG” dapat diminimalisir dengan cara menutup rapat-rapat jendela cabin pesawat agar sinar matahari tidak masuk ke ruang cabin dan mengesankan suasana hari sudah malam. Dalam kondisi demikian, tubuh kita dapat beristirahat dan biological clock dalam tubuh kita masing-masing akan dapat di-RESET menyesuaikan dengan waktu penerbangan dan waktu Saudi Arabia (WSA) nantinya. Yang merepotkan adalah ada JCH yang tidak mengerti mengapa jendela pesawat harus ditutup dan cabin pesawat dibuat gelap? Akibat dari ketidakmengertian tersebut sejumlah JCH sengaja membuka jendela dan membiarkan sinar natahari masuk cabin yang mengganggu proses intirahat bagi JCH lainnya.

Mendarat di Madinah

Mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Muh. Bin Abdul Aziz, Madinah

Dengan berbagai cobaan-cobaan kecil selama penerbangan dan sejumlah guncangan ketika melewati Colombo, akhirnya pada pukul 16.55 WSA (suasana masih terang benderang di Madinah) atau pukul 21.15 WIB (mestinya sudah gelap gulita), Kloter 02/JKS akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah Al-Munawaroh.

Temperatur di Madinah pada saat kami datang sekitar 38 C. Meskipun demikian, udara dan sinar matahari terasa cukup menyengat. Bagi JCH yang datang ke Madinah disarankan memakai baju lengan panjang dan atau UV protector (krim pelindung sinar UV) untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.

Meskipun telah mendarat, JCH tidak dapat langsung turun dari pesawat karena terminal bandara penuh dengan JCH yang telah mendarat sebelumnya. Kegiatan menunggu di dalam pesawat Boeing 747-468 berlangsung selama sekitar satu jam. Di sini kembali JCH harus menghadapi cobaan kesabaran. Minuman dan bekal makanan yang dibawa dan disiapkan dari Indonesia sungguh sangat menolong sekali karena rasa lapar dan haus setelah perjalanan panjang mulai terasa.

Bandara Internasional Madinah

Mengantri untuk Pemeriksaan Dokumen Keimigrasian di Imigrasi Bandara Internasional Muh. Bin Abdul Aziz, Madinah

Akhirnya ijin untuk turun ke teminal kedatangan diproleh juga dan JCH dibawa ke ruang tunggu untuk menyelesaikan dokumen keimigrasian. Namun demikian karena proses pemeriksaan dokumen imigrasi dari JCH untuk kloter yang telah mendarat sebelumnya ternyata belum selesai maka JCH Kloter 02/JKS kembali diminta menunggu giliran. Secara total, sejak dari mendarat di bandara sampai dengan proses imigrasi, perjalanan menuju hotel, pencarian koper masing-masing JCH, menunggu pembagian kamar, hingga masuk ke kamar masing-masing – memakan waktu hingga sekitar 8 jam (Hm Hh…313 X, sudah tidak terhitung lagi berapa kali harus me-recharge bekal kesabaran yang dibawa!).

Kami sampai di hotel tempat menginap ternyata sudah lebih dari pk. 01.00 dini hari WSA (atau pk. 05.00 dini hari di Indonesia). Ketika di Bekasi besar kemungkinan ada sebagian dari JCH yang tidak cukup tidur karena satu dan lain hal serta sudah harus bangun sekitar pk. 04.30 dini hari untuk sholat Shubuh dan bersiap-siap menuju bandara. Selama penerbangan 8 jam, sebagian JCH juga sedikit saja yang dapat tidur dengan nyenyak. Ditambah lagi, setelah mendarat juga belum bisa tidur hingga lebih dari pk. 01.00 dini hari. Itupun harus sudah bangun kembali pada pukul 04.00 untuk memulai kegiatan Arba’in di Masjid Nabawi. Secara total, ada JCH yang barangkali tidak bisa tidur selama hampir dua hari, sejak dari Bekasi hingga masuk ke hotel di Madinah. Sungguh satu perjalanan panjang yang melelahkan dan penuh dengan cobaan kesabaran. InsyaAlloh memerlukan tubuh dan tekad yang kuat untuk bisa bertahan melewati perjalanan panjang tersebut dengan selamat.

Sebagai catatan bagi JCH yang berangkat belakangan, barangkali pengalaman kami tersebut dapat dijadilan sebagai bahan pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: (1) Perlu ditekankan kembali pentingnya membawa bekal kesabaran yang banyak sebelum dan selama perjalanan haji, (2) Pentingnya persiapan fisik dan stamina tubuh yang betul-betul prima, dan dipersiapkan jauh sebelum pemberangkatan ke tanah suci, (3) membiasakan diri untuk dapat tidur atau mengistirahatkan tubuh di mana saja, kapan saja, dan dalam keadaan yang bagaimana saja untuk mengantisipasi tidak bisa tidur sepanjang hari ketika melakukan perjalanan menuju Madinah hingga sampai di hotel/pemondokan, (4) Sebaiknya dipersiapkan bekal makanan dan minuman secukupnya di dalam tas jinjing sehingga dapat dimanfaatkan selama proses menunggu di berbagai kesempatan, seperti ketika di ruang tunggu Bandara Soetta hingga menunggu penyelesaian proses imigrasi serta pemondokan, dan (5) Catatan terakhir, perhatikan masalah menunaikan sholat wajib 5 waktunya, jangan sampai terlupakan. Manakala ada kesempatan untuk menunaikan sholat wajib 5 waktu, maka supaya disempatkan untuk sholat. Sediakanlah sajadah, perangkat sholat, dan ganti pakaian yang bersih (bisa untuk sholat) di dalam tas jinjing sebagai persiapan. Moga-moga Alloh paring manfaat dan barokah dan semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 4 – Madinah Al-Munawaroh Day 1: Kegiatan Ibadah di Masjid Nabawi.

Previous: Entry # 2 – Di Bandara Soetta: Air Minum dalam Kemasan Dilarang.

(Madinah Al-Munawaroh, 13 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s