MADINAH AL-MUNAWAROH – DAY 1: KEGIATAN IBADAH DI MASJID NABAWI, MADINAH

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry #4

Masjid Nabawi - Madinah

Di depan Masjid Nabawi, Madinatul Munawarah - Menjelang Sholat Wajib dalam rangka Arba'in

Kedatangan di kota Madinah bagi jama’ah calon haji (JCH) asal Indonesia seakan telah menjadi keharusan. Bahkan ada ungkapan rasanya hajinya kurang pas jika tidak tinggal di Madinah selama paling tidak delapan hari untuk melakukan arba’in. Yang lebih ekstrim lagi, ada JCH yang lebih mempersungguh dalam melaksanakan arba’in dibandingkan dengan melaksanakan syarat dan rukun haji-nya.

Menurut kami, tentu saja hal tersebut kurang pas karena berapapun besarnya pahala dan kefadholan arba’in, hal ini tidak menjadi bagian dari syarat dan rukun haji. Harus diingat bahwa tujuan utama kedatangan para JCH ke tanah suci adalah untuk melaksanakan ibadah haji, sedangkan kegiatan ibadah yang lain sifatnya adalah sebagai pelengkap. Sehingga seandainya ada JCH yang saking mementingkan melakukan arba’in dan kegiatan ibadah sunnah lainnya di Masjid Nabawi sampai-sampai jatuh sakit karena kepayahan serta akhirnya tidak dapat menetapi rukun dan syarat hajinya, maka hal tersebut sungguh kurang pas. Hal seperti ini sangat mungkin terjadi kepada jama’ah haji kloter awal yang berangkat langsung ke Madinah dan menunggu lama sebelum mulai pelaksanaan haji.

Bubar Sholat di Masjid Nabawi

Suasana sehabis Sholat Wajib Lima Waktu di Masjid Nabawi, Madinatul Munawarah

Alhamdulillah, berkat penjelasan yang telah dilakukan baik yang berupa ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits serta pengalaman dari jama’ah haji sebelumnya melalui berbagai kegiatan pengajian rutin sebelum berangkat ke tanah suci, 20 orang JCH dari Yayasan Multazam yang tergabung dalam Kloter 02/JKS, Rombongan X, Regu 39 dan 40 sudah secara mandiri tahu apa saja yang harus dikerjakan selama delapan hari di Madinah Al-Munawaroh. Sebagaimana JCH umumnya, berbagai kegiatan untuk mengisi waktu di Madinah meliputi: (1) kegiatan ibadah, (2) kegiatan ziaroh, dan (3) kegiatan yang sifatnya non-religius, seperti belanja oleh-oleh.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan ibadah, kegiatannya berpusat di Masjid Nabawi. Setiap JCH dari Yayasan Multazam telah memprogramkan kegiatan ibadah sebagi berikut: (1) melaksanakan Arba’in – sholat wajib berjama’ah sebanyak 40 sholatan di Masjid Nabawi, (2) berusaha untuk menunaikan Sholat Tasbih setiap harinya, (3) menunaikan Sholat Dhuha setiap pagi – baik yang 2 roka’at, yang 4 roka’at, atau yang 12 roka’at, (4) menunaikan Sholat Hajad, Sholat Lail, serta sholat sunnah lainnya, dan (5) sholat sunnah dan berdoa di Roudhoh.

Salah satu kafadholan masjid Nabawi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yaitu pahala sholat di masjid ini adalah 1000 kali pahala sholat di selainnya masjid Nabawi, kecuali di masjidil Harrom, Mekkah. Jadi, kalau kita sholat 1000x di Indonesia, pahalanya baru akan menyamai 1x sholat di masjid Nabawi. Oleh karena besarnya pahala yang dijanjikan Alloh, JCH dari Yayasan Multazam yang tergabung dalam Kloter 02/JKS selalu berusaha menunaikan sholat wajib di masjid Nabawi dan tidak meng-qoshor-nya di hotel/pondokan.

Meskipun tidak mampu menyelesaikan Arba’in karena sedang halangan misalnya bagi JCH perempuan, menunaikan sholat wajib di masjid Nabawi tetap dilakukan demi mengharap lipatan pahala 1000x sholatan. Adapun bagi yang mampu melaksanakan Arba’in, kefadholannya antara lain dirinya akan terbebas dari kemunafikan. Disamping itu, dia juga tetap mendapatkan pahala lipatan 1000x untuk masing-masing sholat wajibnya.

Menunaikan Sholat Tasbih, Sholat Dhuha, Sholat Hajad, Sholat Lail, dan Sholat-sholat sunnah lainnya selain masing-masing mempunyai kefadholan sendiri-sendiri, jika dilakukan di Masjid Nabawi juga akan mendapatkan lipatan pahala sebesar 1000x dibandingkan jika dilakukan di Indonesia. Sehingga bagi yang mampu, menunaikan berbagai sholat-sholat sunnah tersebut di Masjid Nabawi seolah-olah dijadikan sebagai rutinitas yang harus dikerjakan karena kefadholan dan lipatan pahala yang akan didapatkan.

Salah satu bagian dari Masjid Nabawi yang selalu menjadi rebutan adalah area yang dikenal dengan nama Roudhoh. Roudhoh adalah bagian dari Masjid Nabawi yang merupakan salah satu diantara tempat-tempat yang mustajab/makbul untuk berdoa dan tempat favorit untuk melakukan sholat-sholat sunnah seperti sholat hajad. Di dalam hadits disebutkan bahwa Roudhoh adalah “Kebun Syurga.”

Alhamdulillah, hari pertama melaksakan Arba’in berhasil diselesaikan dan semua JCH dari Yayasan Multazam telah mempersungguh sesuai dengan kemampuannya masing-masing untuk melakukan kegiatan ibadah yang diprogramkan di Masjid Nabawi. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 5 – Madinah Al-Munawaroh – Day 2: Roudhoh.

Previous: Entry # 3 – PERJALANAN MENUJU MADINAH AL-MUNAWAROH

(Madinah Al-Munawaroh, 13 Oktober 2010)

About these ads

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info (Miscelaneous Info), Travels and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s