MADINAH AL-MUNAWAROH – DAY 3: KIAT SUKSES MASUK KE ROUDHOH

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 7

Suasana di Roudhoh

Jama’ah Calon Haji yang sedang Beribadah di lokasi Roudhoh, Masjid Nabawi, Madinah

Untuk bisa sukses masuk ke Roudhoh di Masjid Nabawi memerlukan suatu perjuangan yang tidak ringan mengingat banyaknya jama’ah calon haji (JCH) dari Indonesia maupun dari berbagai negara lain yang memperebutkan dan terbatasnya tempat yang tersedia. Bagi JCH yang ingin sukses berebut masuk ke dalamnya sebaiknya mempunyai strategi agar memperbesar kemungkinan keberhasilan usahanya.

Berikut ini dituliskan sejumlah kiat-kiat yang disarankan sejumlah JCH yang berhasil masuk ke Roudhoh. Barangkali dapat dijadikan sebagai pertimbangan jika ada keinginan untuk masuk ke Roudhoh ketika ada di Masjid Nabawi.

A. Sejak masih di Indonesia, jauh sebelum berangkat ke tanah suci

  1. Ingatlah untuk selalu mengasah doa perlindungan dan meminta pertolongan agar siap untuk digunakan ketika berebut mencoba masuk Roudhoh.
  2. Persiapkan fisik dan stamina tubuh yang baik sehingga mampu berkompetisi dalam berebut tempat di Roudhoh.
  3. Latih dan tingkatkan kesabaran diri dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian yang membangkitkan emosi negatif dalam diri kita.

B.      Ketika sudah ada di Masjid Nabawi, Madinah

  1. Denah Masjid Nabawi

    Denah masjid Nabawi dan posisi lokasi Roudhoh - lokasi yang banyak dicari oleh JCH untuk beribadah di Masjid Nabawi

    Ikuti ziaroh pengenalan lokasi-lokasi di Masjid Nabawi dan sekitarnya yang dilakukan oleh hotel/pondokan (maktab – tidak ditarik bayaran). Lokasi yang dikunjungi dalam ziaroh ini antara lain: Roudhoh dan Makam Rosulalloh SAW.

  2. Kenali dan catat jam buka dan tutup serta lokasi berbagai sitroh yang menyekat bagian-bagian masjid Nabawi (termasuk yang menyekat Roudhoh) sehingga memudah-kan manuver antar lokasi ketika akan ke Roudhoh.
  3. Khusus untuk Roudhoh, ada waktu-waktu tertentu yang cocok untuk doa, ada waktu lain yang lebih pas untuk sholat sunnah. Tentukan apa yang ingin dilakukan sebelum mencoba ke Roudhoh.
  4. Waktu antara sesudah Sholat Shubuh & sebelum Dhuha atau sesudah Sholat Ashr & sebelum Maghrib merupakan waktu larangan untuk sholat sunnah. Jangan ke Roudhoh untuk tujuan melaksanakan sholat sunnah. Tapi jika untuk memanjatkan doa dan membaca Al-Qur’an, biasanya Asykar yang menjaga di Roudhoh memberi banyak kesempatan (tidak akan diusir olehnya).
  5. Waktu Dhuha, sesudah sholat Dhuhur, atau sesudah sholat Isya – Roudhoh dibuka selebar-lebarnya bagi orang yang mau melaksanakan sholat sunnah. Pilih waktu ini jika ingin melakukan sholat sunnah di Roudhoh, tetapi jangan berdoa berlama-lama karena akan menghambat orang yang menunggu giliran sholat sunnah atau akan diusir sama Asykar yang menjaga (be considerate of others yang juga ingin sholat di Roudhoh).
  6. Pada saat kami di Masjid Nabawi, saat sesudah sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur – InsyaAlloh dilakukan sistem buka-tutup pintu masuk Roudhoh. Jadi asal mau sabar, insyaAlloh pasti dapat giliran (JCH yang berebut masuk Roudhoh tetap banyak karena selalu berdatangan JCH baru!). Pada saat habis Maghrib dan habis Isya – tidak ada pengaturan, semua bebas berebut meskipun sitrah tetap dipasang di sekitar Roudhoh.
  7. Setiap kali selesai menunaikan sholat wajib 5 waktu, tidak usah mencoba menuju ke Roudhoh karena aksesnya ditutup sampai dengan mayoritas jama’ah yang ada di masjid telah keluar. Disarankan untuk menunggu paling tidak 30-60 menit, baru mencoba masuk ke lokasi Roudhoh.
  8. Dengan sistem sekat/sitroh dan buka tutup, seringkali akses masuk ke lokasi masjid dimana Roudhoh berada dibatasi hanya dapat dilakukan dari satu atau dua pintu saja. Perhatikan dan ingat pintu-pintu khusus tersebut jika ingin ke Roudhoh pada waktu-waktu tertentu tersebut.

C. Ketika Mengantri atau Sudah di Dalam Roudhoh

  1. Bacalah terus-menerus berbagai doa perlindungan dan pertolongan yang dihafal (seperti: Allohumastur ‘aurooti… atau Bismillahiladzi la yadhurru…) sambil menuju ke Roudhoh, ketika mengantri masuk, dan ketika mengantri untuk mendapatkan giliran sholat sunnah di dalam Roudhoh.
  2. Ketika mengantri untuk masuk Roudhoh, usahakan untuk berada sedekat mungkin dengan pintu masuk Roudhoh. Bersabarlah dalam menunggu dibukanya pintu masuk Roudhoh, mengantri giliran masuk, dan menunggu giliran untuk sholat sunnah.
  3. Usahakan untuk tidak menyakiti JCH lain dalam mengantri atau berusaha untuk memasuki Roudhoh. Ingatlah bahwa sholat atau berdoa dalam Roudhoh sifatnya sunnah dan menyakiti orang lain adalah larangan yang harus dijauhi. Jangan sampai mengutamakan mengerjakan yang sunnah dengan cara melanggar larangan yang wajib ditinggalkan.
  4. Ketika telah berhasil masuk area Roudhoh posisikan diri anda pada area atau di tempat yang aman untuk sholat. Jangan memaksakan diri untuk sholat di tempat yang menjadi jalur lalu lintas orang yang keluar masuk. Jika memungkinkan pilihlah lokasi di dekat pagar makam Rosulalloh SAW atau dekat batas sitrah paling belakang (tergantung situasi saat itu!)
  5. Ketika sudah masuk tetapi belum dapat giliran untuk sholat (masih mengantri giliran untuk dapat tempat sholat), dapat juga diusahakan untuk mulai membaca doa-doa sesuai dengan kepentingannya, tidak usah menunggu dalam keadaan duduk atau sehabis sholat.
  6. Dekati orang yang (menurut ilham anda saat itu) akan mau membagi tempat sholatnya bagi anda dan tunggulah dengan sabar giliran anda sholat. Kadang-kadang kalau orang yang kita tunggui sudah sholat sunnah beberapa kali atau sudah duduk berdoa terlalu lama, mintalah ijinnya untuk berganti giliran tetapi tidak usah memaksa.
  7. Setelah dapat giliran sholat, lakukanlah sholat sunnah sebanyak yang memungkinkan. Jangan lupa untuk berdoa sebanyak yang memungkinkan karena Roudhoh merupakan salah satu tempat yang makbul untuk berdoa.
  8. Sekiranya sudah cukup melaksanakan hajad sholat atau doa yang diperlukan, berikan giliran pada orang lain yang menunggu. Jangan egois dan besarkan rasa toleransi, di belakang anda barangkali ada sejumlah orang yang sedang menunggu giliran sebagaimana yang anda lakukan sebelumnya.
  9. Disarankan untuk tidak memonopoli tempat sholat yang didapat, misalnya diduduki hanya untuk menunggu waktu sholat wajib berikutnya.
  10. Ingat waktu larangan sholat (antara sesudah shubuh hingga sebelum dhuha atau sesudah Ashr sebelum Maghrib), tetap berlaku meskipun Masjid Nabawi berada di Madinah yang merupakan tanah harom. Jika berhasil masuk Roudhoh pada waktu-waktu tersebut, gunakan untuk doa atau membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya.

Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 8 – Madinah Al-Munawaroh – Day 4: Ketika Kepepet Mencari Tempat Sholat di Masjid Nabawi.

Previous: Entry #6 – MADINAH AL-MUNAWAROH – DAY 2: MENGUJI TAJAMNYA DOA DI ROUDHOH

(Madinah Al-Munawaroh, 15 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s