MADINAH AL-MUNAWAROH – DAY 6: ZIAROH DI SEKITAR MADINAH

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 12

Datang di Madinah dan tidak ziaroh di berbagai lokasi yang erat hubungannya dengan sejarah awal perkembangan Islam rasanya kurang lengkap. Bagi kami, ziaroh di sekitar Madinah tidak hanya berarti jalan-jalan saja tetapi mempunyai makna yang lebih dalam dari itu.

Kegiatan ziaroh ini juga mempunyai makna religius karena dalam kesempatan tersebut kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri tempat-tempat yang barangkali selama ini hanya kita dengar di pengajian atau ceritera saja. Bagi kami, menyaksikan tempat-tempat bersejarah tersebut menjadikan bertambahnya keimanan dan penghayatan tentang agama Islam dan sejarah perjuangan Rosulalloh SAW bersama-sama sahabatnya dalam rangka mempertahankan agama Islam ketika berada di Madinah.

Ketika di Madinah, biasanya maktab akan mengorganisasikan dua kali ziaroh, yaitu: (1) ziaroh obyek-obyek di sekitar masjid Nabawi dan (2) ziaroh obyek-obyek di sekitar Madinah. Kedua ziaroh yang dilakukan oleh maktab tersebut sifatnya gratis, sebagai servis (layanan tambahan) dari maktab kepada jama’ah calon haji (JCH). Berikut ini disampaikan sejumlah tempat yang dikunjungi dalam rangka ziaroh di sekitar Madinah dan masing-masing tujuannya.

(1) Ziaroh obyek-obyek di sekitar masjid masjid Nabawi:

Dalam ziaroh ini, target utama yang dikunjungi biasanya tiga tempat, yaitu:  (a) Roudhoh,

(b) Makam Rosulalloh SAW, dan (c) Kuburan Baqi’. Lokasi Roudhoh dan makam Rosulalloh SAW ada di dalam masjid Nabawi (Lihat Denah Masjid Nabawi, Madinah). Mengenai Roudhoh – sudah kami buatkan uraian lebih detil di postingan sebelumnya (Lihat Entry # 5, # 6, dan # 7). Ketika ziaroh ke lokasi Roudhoh, JCH hanya ditunjukkan lokasinya dan melihat aktivitas orang di dalam Roudhoh. Pada saat itu, JCH tidak diajak masuk ke dalam Roudhoh. Untuk masuk ke dalam Roudhoh, JCH harus melakukannya sendiri di lain waktu.

Lokasi makam Rosulalloh SAW berdekatan dengan lokasi Roudhoh (Lihat Denah Masjid Nabawi, Madinah). Ketika ziaroh ke lokasi makam Rosulalloh SAW, JCH ditunjukkan lokasinya dan diajak melewati pintu besi di bagian depan lokasi makam Rosulalloh SAW (Lihat gambar pintu besi makam). Bangunan yang menutupi lokasi makam konon merupakan lokasi rumah Rosulalloh SAW ketika beliau masih bertempat di Madinah.

Pada tahun 2010, di depan pintu besi makam Rosulalloh SAW tersebut telah ditambahkan bangunan pembatas (pagar) yang dijaga oleh Asykar laki-laki. Akibatnya, JCH yang datang berziaroh tidak lagi bisa menyentuh pagar besi tersebut. Selain itu, JCH juga tidak bisa lagi mengintip untuk melihat ke dalam bangunan yang menutupi kompleks makam tersebut kecuali dari jarak antara 1-1.5 m dari dinding pagar.

Sebenarnya, kalau JCH bisa melihat di bagian belakang bangungan yang menutupi makam (JCH laki-laki biasanya tidak dapat melihatnya, karena merupakan tempat yang dikhususkan untuk JCH perempuan yang akan beribadah di Roudhoh!), JCH akan bisa melihat bagian lantai yang lebih tinggi sekitar 10-20 cm dibandingkan lantai Masjid Nabawi dan menyatu dengan bangunan makam. Konon bagian lantai tersebut merupakan tempatnya shahabat Rosulalloh SAW yang dikenal dengan sebutan Ashabul Sufah (“Penghuni Emperan”).

Dalam foto yang diambil dari salah satu buku koleksi foto Mekkah – Madinah, dapat dilihat bagian lantai yang konon merupakan tempat tinggal Ashabul Sufah. Yang perlu diperhatikan ketika ziaroh ke makam Rosulalloh SAW adalah jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang bersifat syirik atau yang mengarah pada pengkultusan diri Rosulalloh SAW karena hal ini menyalahi aturan-aturan agama Islam.

Kuburan Baqi’ adalah lokasi dimana orang-orang yang meninggal di Madinah dan disholati di Masjid Nabawi – akan dikuburkan. Yang berbeda dengan umumnya kuburan di Indonesia adalah tidak terlalu kentaranya gundukan tanah yang mengindikasikan bahwa di bawahnya ada mayit yang dikubur. Kuburan di Baqi’ terlihat sebagai hamparan tanah lapang – hampir rata yang kosong. Tidak ada tanda-tanda yang mencolok, yang berupa patok kayu/besi atau pohon-pohon sebagai petunjuk bahwa lokasi tersebut adalah liang lahat.

Lokasi kuburan Baqi’ ada di sebelah sisi kiri dari pengimaman, jika kita berdiri menghadap ke pengimaman (lihat Denah Masjid Nabawi, Madinah). Dalam prakteknya, kita biasanya di bawa ke lokasi Roudhoh, dilanjutkan dengan ziaroh ke makam Rosulalloh SAW, dan keluar ke pintu di sisi kiri pengimaman dan langsung menuju ke kuburan Baqi’.

Perempuan tidak diperbolehkan ziaroh ke dalam kuburan Baqi’, jadi hanya menonton di luar pagar lokasi kuburan saja. Yang dilakukan di kuburan Baqi’ bagi laki-laki ya… ziaroh kubur! Tidak ada kefadholan khusus yang didapat selain kefadholan ziaroh kubur.

(2) Ziaroh di sekitar Madinah

Dalam ziaroh ini, biasanya yang dikunjungi adalah: (a) Masjid Quba’, (b) Masjid Qiblatain, (c) Gunung Uhud dan lokasi Makam Syuhada dalam Perang Uhud, (d) Lokasi Perang Khondaq dan Masjid Tujuh, dan (e) Lokasi Kebun Kurma. Semua itu dikunjungi dari sekitar pk. 07.30 pagi hingga pk. 10.30 (memastikan agar tidak tertinggal sholat Dhuhur), sehingga memang sedikit sekali waktu yang dialokasikan untuk masing-masing tempat ziarohnya.

Kalau ingin lebih santai, lebih baik mengatur sendiri ziaroh ke berbagai lokasi tersebut, dengan catatan harus mengeluarkan uang transport sendiri. Di sekitar masjid Nabawi, banyak angkutan (kendaraan yang siap melayani ziaroh ke berbagai tempat-tempat tersebut dengan biaya antara SR. 10-15 per orang. Sebelum berangkat, pastikan betul apa yang anda dapat dengan harga yang disepakati sehingga tidak perlu ada perdebatan nantinya tentang harga dan apa yang didapat dalam ziaroh nantinya.

(a)      Masjid Quba’ – di lokasi ini dulunya merupakan “masjid” yang pertama kali di buat oleh Rosulalloh SAW ketika berhijrah ke Madinah. Sekarang ini di lokasi tersebut berdiri masjid Quba’ yang megah. InsyaAlloh, seingat saya kefadholan khusus tentang sholat sunnah 2 rekaat di masjid Quba’ menyamai pahala umroh sehingga peziaroh melakukan sholat sunnah dua rekaat ketika datang ke masjid ini. Saran bagi CJH jika masuk ke masjid Quba’ dari satu sisi supaya keluarnya juga dari sisi yang sama dengan tempat JCH masuk, agar tidak tersesat dan bingung mencari posisi parkir bus yang ditumpangi ketika datang.

(b)    Masjid Qiblatain – menurut informasi, dahulunya arah qiblat adalah ke masjidil Aqsho di Palestina. Di masjid ini konon ketika Rosulalloh SAW sedang sholat dengan kiblat ke masjid al-Aqsho, di tengah-tengah sholatnya oleh Alloh diturunkan perintah untuk mengubah arah kiblatnya ke Baitulloh di Masjidil Harom. Sehingga di dalam satu sholatan terdapat dua kiblat, yaitu awalnya berqiblat ke al-Aqsho dan akhirnya ke Masjidil Harom. Berawal dari peristiwa inilah, maka masjid yang didirikan di lokasi ini diberi nama masjid Qiblatain. Tidak ada amalan khusus dengan kefadholan tertentu di masjid ini, kecuali sholat sunnah 2 rekaat (tahiyatul masjid). Supaya tidak hilang, usahakan antara masuk dan keluar masjid supaya menggunakan pintu atau sisi yang sama dan ingat baik-baik posisi parkir busnya.

(c)    Gunung Uhud dan Lokasi Makam Syuhada. Gunung Uhud, di Madinah, merupakan lokasi terjadinya Perang Uhud, di jaman Rosul-alloh SAW. yang hasil-nya menjadi salah satu penentu perkembangan Islam di masa yang akan datang. Dalam Perang Uhud ini, sejumlah sahabat Nabi SAW terbunuh dan gugur sebagai syuhada. Para syuhada yang terbunuh di Perang Uhud dimakamkan di lokasi Gunung Uhud.

Jika ziaroh ke lokasi ini, JCH akan menjumpai satu bukit kecil di sisi kiri jalan masuk ke lokasi ziaroh Gunung Uhud dan terpisah dari Gunung Uhud. Puncak dari bukit kecil ini biasanya banyak dinaiki oleh peziaroh JCH. Bukit kecil ini adalah bukit Khunain yang erat hubungannya dengan peristiwa Perang Uhud.

Alkisah di bukit ini, menurut penuturan guide yang menyertai rombongan JCH kami, merupakan tempat dimana para pemanah muslim seharusnya bertahan pada saat perang Uhud. Namun karena satu dan lain hal, mereka meninggalkan pos di Bukit Khunain dan menyebabkan kerusakan terhadap bala-tentara Muslim.

Yang perlu diingat adalah tidak ada kefadholan khusus yang akan kita dapatkan dengan naik ke puncak bukit Khunain. Bagi JCH yang ziaroh ke ke Gunung Uhud disarankan untuk tidak perlu ikut-ikutan JCH lain yang berusaha naik ke atasnya.

Dengan melihat sendiri lokasi Gunung Uhud ini, kita bisa membayangkan bagaimana strategi perang dari Rosulalloh SAW yang awalnya sangat bagus, berubah menjadi pukulan kekalahan bagi kaum muslimin karena ketidak-taatan terhadap perintah yang diberikan. Selain itu kita juga bisa membayangkan berapa besarnya, ketika mendengar dalil-dalil yang menyebut gunung Uhud sebagai ukuran (misalnya: pahala sebesar gunung Uhud atau bengkaknya sebesar gunung Uhud).

(d)   Lokasi Perang Khondaq dan Masjid tujuh. Perang Khondaq juga merupakan salah satu dari sejumlah peperangan dalam sejarah Islam yang menentukan perkembangan Agama Islam pada waktu itu. Namun demikian, sisa-sisa lokasi Perang Khondaq sudah sulit untuk ditemukan karena sudah menjadi lokasi permukiman. Bekas-bekas parit yang digali dalam perang Khondaq juga sudah tidak dapat ditemukan.

Namun demikian, lokasi tempat berdirinya tenda dimana para syahabat Nabi SAW berjaga dalam perang tersebut diabadikan dalam bentuk tujuh bangunan kecil yang dikenal sebagai Masjid Tujuh. Jama’ah calon haji yang ziaroh ke lokasi ini jangan membayangkan Masjid Tujuh sebagai bangunan masjid megah sebanyak tujuh bangunan (lihat gambar Masjid Tujuh).

Lokasi Masjid Tujuh merupakan salah satu lokasi yang selalu dikunjungi oleh JCH dalam rangkaian ziaroh di sekitar Mekkah. Dalam musim haji tahun 2010 ini, di lokasi ziaroh Masjid Tujuh tersebut telah berdiri satu masjid megah sebagai tempat sholat JCH yang melaksanakan ziaroh ke lokasi Masjid Tujuh.

(e)    Kebun Kurma. Lokasi ini tidak ada hubungannya dengan sejarah Islam, melainkan hanya tujuan wisata saja bagi JCH. Meskipun di sini dijual kurma, lebih baik membelinya di Madinah Date Company di dekat Masjid Nabawi, Madinah.

Demikian sedikit uraian tentang kegiatan ziaroh di sekitar Madinah, moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 13 – Madinah al-Munawaroh – Day 6: Gunung Magnet – Defying the Earth Gravity.

Previous: Entry # 12 – MADINAH AL-MUNAWAROH – DAY 5: PERLU KEFAHAMAN AGAMA YANG BAIK DAN BENAR

(Madinah al-Munawaroh, 18 Oktober 2010).

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s