DAY 25 – PILIHAN PERJALANAN HAJI: ANTARA MASYIAN (JALAN KAKI) VERSUS ROKIBAN (BERKENDARAAN)

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 48

Bagi jama’ah calon haji (JCH) yang datang ke Mekkah, kedatangan tanggal 8 Dzulhijjah berarti waktunya bersiap-siap untuk melaksanakan rangkaian ibadah utama yang berkaitan dengan ibadah haji. Besoknya pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari pelaksanaan Wukuf di Arofah, sebagai penentu apakah haji yang dilaksanakan pada tahun itu berhasil atau tidak. Jama’ah calon haji yang tidak berhasil melaksanakan Wukuf di Arofah berarti tidak dapat melaksanakan hajinya karena keberhasilan melaksanakan haji ditentukan oleh keberhasilan JCH melakukan Wukuf di Arofah. Kalau tidak berhasil melaksanakan wukuf pada waktu yang ditentukan, berarti tahun berikutnya harus pergi haji lagi (prakteknya aka sulit karena harus mengantri lagi paling tidak 5 tahun!).

Rangkaian kegiatan ibadah setelah Wukuf selanjutnya adalah: mabid di Muzdalifah, melempar Jumroh Aqobah, thowaf ifadhod, mabid di Mina, melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah pada tanggal 11, 12 (nafar awal), dan 13 Dzulhijjah (nafar akhir). Pertanyaannya, bagaimana JCH akan melakukan rangkaian ibadah tersebut? Dalam hal ini, ada dua pilihan untuk melakukannya, yaitu melakukannya: (1) dengan jalan kaki atau yang dikenal dengan istilah Masyian atau Tanazul atau (2) dengan naik kendaraan atau yang dikenal dengan istilah Rokiban.

Haji Masyian dipilih oleh JCH karena berharap untuk mendapatkan pahala yang besar dari kegiatan Haji Masyian, sebagai tambahan dari pahala melakukan ibadah haji sendiri, antara lain: setiap langkah kaki selama berjalan kaki dalam Haji Masyian akan mendapatkan satu kebaikan dan menghapuskan satu kejelekan (dosa). Dalam prakteknya Haji Masyian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Skenario perjalanan masyian pada prinsipnya berjalan kaki dari Mekkah sampai kembali ke Mekkah, yang secara garis besar dimulai dengan berjalan kaki berangkat menuju Arofah, Wukuf di Arofah, berjalan kaki menuju Muzdalifah dan Mabid di Muzdalifah, berjalan kaki menuju jamarot untuk melempar Jumroh Aqobah, dan terakhir berjalan kaki menuju ke Masjidil Harom, Mekkan untuk melakukan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh. Secara detil, rangkaian perjalanan Haji Masyian disajikan dalam beberapa poin berikut.
  2. Pada tanggal 8 Dzulhijjah berjalan kaki dari Mekkah menuju ke Arofah dengan jarak kira-kira 15 km. Diperkirakan akan sampai di Arofah pada tengah malam atau dini hari tanggal 9 Dzulhijjah (tergantung waktu berangkat dari Mekkahnya). Pada tanggal 9 Dzulhijjah, setelah Dhuhur sampai dengan sore menjelang Waktu Sholat Maghrib, melakukan Wukuf di Arofah.
  3. Selesai Wukuf di Arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah, setelah masuk waktu Sholat Maghrib – perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Muzdalifah (dengan jarak sekitar 6-9 km) dan mabid di Muzdalifah hingga waktu Sholat Shubuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  4. Setelah Sholat Shubuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi jamarot untuk melempar Jumroh Aqobah. Diperkirakan sampai di lokasi Jumroh Aqobah pada waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah.
  5. Setelah melempar Jumroh Aqobah pada waktu dhuha, segera lukar dengan terlebih dahulu mencukur atau memotong rambut sebagai syarat untuk membatalkan JCH dari larangan ihrom (tetapi tidak harus cukur gundul dulu, bisa dilaksanakan belakangan!). Jika memungkinkan, dari lokasi Jamarot segera menuju ke Masjidil Harom, Mekkah dengan berjalan kaki untuk melaksanakan Thowaf Haji yang digabung sekalian dengan Thowaf Ifadhoh. Sebagai alternatif, sehabis melempar Jumroh Aqobah JCH dapat langsung menuju ke lokasi tenda di Mina yang telah disediakan oleh maktab dan beristirahat satu malam di tenda.
  6. Bagi JCH yang memilih langsung ke Masjidil Harom untuk melakukan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh, sebaiknya mengantisipasi kepadatan JCH yang ada di Mekah, terutama jika JCH harus menggunakan kamar mandi untuk keperluan mandi, buang air besar/kecil, atau mensucikan diri dari Najis yang terkena pada badan atau pakaian selama perjalanan. Sesudah melempar Jumroh Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut, biasanya banyak sekali JCH yang datang ke Masjidil Harom untuk melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh dan mereka akan mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi masjid.
  7. Bagi JCH yang memilih melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh sesudah melempar Jumroh Aqobah, harus diantisipasi agar segera kembali ke Mina dan sebelum waktu Sholat Maghrib atau maksimum sebelum waktu Sholat Isya sudah sampai kembali ke Mina (tanah halal). Bagi yang sudah tidak kuat lagi berjalan, bisa menyewa kendaraan untuk kembali menuju ke Mina karena kegiatan Haji Masyian selesai dengan telah melakukan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh. Sesudah melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh, JCH sudah bisa naik kendaraan ke mana saja (tidak perlu berjalan lagi!).
  8. Bagi JCH yang memilih untuk langsung ke tenda di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah, maka ada beberapa alternatif yang dapat dipilih oleh JCH untuk melanjutkan kegiatan ibadahnya, yaitu: (a)  Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 11 Dzulhijjah dan pada waktu sebelum Sholat Maghrib harus sudah kembali ke lokasi Jamarot untuk melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan). (b) Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 12 Dzulhijjah sesudah melempar pada hari kedua untuk Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan dilakukan sesudah waktu Sholat Dhuhur). Dalam hal ini JCH dapat mengambil nafar awal, sehingga sehabis Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh dapat langsung kembali ke hotel/pondokan di Mekkah. (c)  Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 13 Dzulhijjah sesudah melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan dilakukan sesudah waktu Sholat Dhuhur) pada hari ketiga. Dalam hal ini JCH dapat mengambil nafar akhir, sehingga sehabis Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh dapat langsung kembali ke hotel/pondokan di Mekkah.
  9. Selama Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijah), JCH tetap harus mabid di Mina di waktu malam hari dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah pada waktu sehabis sholat Dhuhur. Bagi yang mengambil Nafar Awal maka kegiatan mabid dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah hanya dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah saja dan harus sudah keluar dari Mina sebelum waktu Sholat Maghrib sedangkan yang memilih Nafar Akhir maka kegiatan mabid dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Haji Rokiban dipilih oleh JCH karena tidak mampu melakukan Haji Masyian dan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Saudi Arabia bagi JCH. Bagi yang melaksanakan Haji Rokiban maka pahala melakukan ibadah haji yang akan didapatkan. Dalam prakteknya Haji Rokiban dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Skenario perjalanan Haji Rokiban pada prinsipnya naik kendaraan dari Mekkah sampai kembali ke Mekkah, yang secara garis besar dimulai dengan berkendaraan berangkat menuju ke Arofah, Wukuf di Arofah, berkendaraan menuju Muzdalifah dan Mabid di Muzdalifah, berkendaraan menuju ke Mina untuk melempar Jumroh Aqobah, dan terakhir berkendaraan menuju ke Masjidil Harom, Mekkan untuk melakukan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh. Secara detil, rangkaian perjalanan Haji Rokiban disajikan dalam beberapa poin berikut.
  2. Pada tanggal 8 Dzulhijjah berkendaraan dari Mekkah menuju ke Arofah dengan jarak kira-kira 15 km. Diperkirakan akan sampai di Arofah pada sore atau malam hari tanggal 8 Dzulhijjah (tergantung waktu berangkat dari Mekkahnya). Tanggal 9 Dzulhijjah, setelah Dhuhur sampai sore menjelang Waktu Sholat Maghrib, melakukan Wukuf di Arofah.
  3. Selesai Wukuf di Arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah, setelah masuk waktu Sholat Maghrib – perjalanan dilanjutkan dengan berkendaraan menuju Muzdalifah (dengan jarak sekitar 6-9 km) dan mabid di Muzdalifah hingga tengah malam atau dini hari pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  4. Perjalanan langsung dilanjutkan dengan berkendaraan menuju ke lokasi kemah di Mina dan melempar Jumroh Aqobah. Diperkirakan sampai di lokasi Jumroh Aqobah pada waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah.
  5. Setelah melempar Jumroh Aqobah pada waktu dhuha, segera lukar dengan terlebih dahulu mencukur atau memotong rambut sebagai syarat untuk membatalkan JCH dari larangan ihrom (tetapi tidak harus cukur gundul dulu, bisa dilaksanakan belakangan!). Jika memungkinkan, dari lokasi Jamarot segera menuju ke Masjidil Harom, Mekkah dengan berkendaraan untuk melaksanakan Thowaf Haji yang digabung sekalian dengan Thowaf Ifadhoh. Sebagai alternatif, sehabis melempar Jumroh Aqobah JCH dapat langsung kembali ke lokasi tenda di Mina yang telah disediakan oleh maktab dan beristirahat di tenda.
  6. Bagi JCH yang memilih melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh sesudah melempar Jumroh Aqobah, harus diantisipasi agar segera kembali ke Mina dan sebelum waktu Sholat Maghrib atau maksimum sebelum waktu Sholat Isya sudah sampai kembali ke Mina (tanah halal). Rombongan JCH bisa menyewa kendaraan untuk kembali menuju ke Mina setelah melakukan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh.
  7. Bagi JCH yang memilih untuk kembali ke tenda di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah, maka ada beberapa alternatif yang dapat dipilih oleh JCH untuk melanjutkan kegiatan ibadahnya, yaitu: (a)  Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 11 Dzulhijjah dan pada waktu sebelum Sholat Maghrib harus sudah kembali ke lokasi Jamarot untuk melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan). (b) Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 12 Dzulhijjah sesudah melempar pada hari kedua untuk Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan dilakukan sesudah waktu Sholat Dhuhur). Dalam hal ini JCH dapat mengambil nafar awal, sehingga sehabis Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh dapat langsung kembali ke hotel/pondokan di Mekkah. (c)  Melaksanakan Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh pada tanggal 13 Dzulhijjah sesudah melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah (ketiga-tiganya secara berurutan dilakukan sesudah waktu Sholat Dhuhur) pada hari ketiga. Dalam hal ini JCH dapat mengambil nafar akhir, sehingga sehabis Thowaf Haji dan Thowaf Ifadhoh dapat langsung kembali ke hotel/pondokan di Mekkah.
  8. Selama Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijah), JCH tetap harus mabid di Mina di waktu malam hari dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah pada waktu sehabis sholat Dhuhur. Bagi yang mengambil Nafar Awal maka kegiatan mabid dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah hanya dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah saja dan harus sudah keluar dari Mina sebelum waktu Sholat Maghrib sedangkan yang memilih Nafar Akhir maka kegiatan mabid dan melempar Jumroh Ulaa, Wustho, dan Aqobah dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Dalam tahun 1431 H (2010 M) perjalanan Haji Masyian dan Haji Rokiban menurut informasi dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga di tahun-tahun yang akan datang juga akan dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 49 – DAY 25 – Perjalanan Masyian (Tanazul): Perjalanan Menuju Ke Arofah.

Previous: Entry # 47 –  MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 24: KERETA API KE AROFAH DAN MINA

(Mekkah, 14 November 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to DAY 25 – PILIHAN PERJALANAN HAJI: ANTARA MASYIAN (JALAN KAKI) VERSUS ROKIBAN (BERKENDARAAN)

  1. ady says:

    Wah, info yang lengkap pak haji, alhm jazakallohu khoiro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s