Day 27 – Perjalanan Masyian: Cukur Gundul Versus Potong Rambut

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 55

Sungguh suatu kesyukuran dan kelegaan yang tiada taranya bagi jama’ah calon haji (JCH) yang telah berhasil menyelesaikan ritual melempar Jumroh Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dapat melakukannya sebelum selesainya waktu Dhuha. Alhamdulillah, semua rombongan JCH dari Yayasan Multazam berhasil menyelesaikan ritual ini sendiri-sendiri (tidak diwakilkan) dan tidak ada yang ketinggalan. Sungguh suatu karunia dan nikmat yang sangat perlu untuk kami syukuri. Satu lagi perjuangan berat yang harus kami lalui dalam perjalanan Haji Masyian tahun 2010 telah berhasil kami selesaikan.

Selesai melempar Jumroh Aqobah, maka berikutnya adalah memotong rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihrom. Agar dapat segera berganti dengan pakaian biasa atau agar tidak lagi terkena dam karena melanggar larangan ihrom, kami semua memutuskan untuk segera memotong rambut setelah melempar Jumroh Aqobah. Pertanyaannya, mau cukur gundul atau potong rambut saja?

Ada perbedaan yang mendasar antara cukur gundul atau potong rambut. Dalam hubungannya dengan pahala yang akan diterima dari ritual ini, antara cukur gundul atau potong (menggunting) rambut, terdapat perbedaan yang sangat besar. Hal ini terkait dengan apa yang kita lakukan di awal dan terlepas dengan apa yang dilakukan di akhirnya.

Untuk membatalkan larangan ihrom, jika yang kita lakukan setelah melempar Jumroh Aqobah adalah memotong (menggunting) sejumput kecil rambut kita di tiga lokasi (sejumput kecil dari kiri, kanan, dan atas kepala) – maka akibat dari tindakan itu adalah (1) kita sudah terbebas dari larangan ihrom, dan (2) kita mendapatkan pahala kebaikan sebanyak tiga jumput rambut yang kita gunting dari tiga lokasi tersebut.

Sebagai alternatif, untuk membatalkan larangan ihrom yang kita lakukan setelah melempar Jumroh Aqobah adalah mengerok (mencukur) rambut kita di tiga lokasi (di kiri, kanan, dan atas kepala) dengan menggunakan pisau atau silet – maka akibat dari tindakan itu adalah (1) kita sudah terbebas dari larangan ihrom, dan (2) kita mendapatkan pahala kebaikan sebanyak seluruh rambut yang ada di kepala kita masing-masing.

Dalam prakteknya, orang yang memotong (menggunting) sejumput kecil rambutnya tadi, akhirnya menggunduli kepalanya sampai botak dan licin. Akan tetapi pahala kebaikan yang dia dapatkan dari ritual ini tetap saja sebanyak tiga jumput yang dia gunting. Sebaliknya, orang yang mengerok (mencukur) rambutnya di tiga lokasi tadi, akhirnya hanya menggunting rambutnya supaya pendek saja atau betul-betul menggunduli kepalanya sampai botak dan licin. Akan tetapi pahala kebaikan yang dia dapatkan dari ritual ini tetap saja sebanyak rambut yang ada di kepalanya.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh JCH bahwa cukur gundul atau potong (gunting) rambut memang membebaskan JCH dari hampir semua larangan ihrom kecuali satu. Satu-satunya larangan ihrom yang masih berlaku meskipun sudah potong rambut atau cukur gundul adalah bagi suami istri tetap dilarang untuk melakukan hubungan badan (hubungan suami istri) sampai dengan setelah melaksanakan thowaf ifadhoh. Setelah melaksanakan thowaf ifadhoh maka JCH menjadi terbebas dari seluruh larangan ihrom.

Demikianlah ceritera lanjutan dari perjalanan masyian dalam musim haji tahun 1431 H/2010 M. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 56. Menuju Masjidil Haram untuk Melaksanakan Thowaf Haji Sekaligus Thowaf Ifadhoh

Previous: Entry # 54. Day 27 – Perjalanan Masyian: Perjuangan Melempar Jumroh Aqobah Sebelum Selesai Waktu Dhuha

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s