Ibarat Mengasah Pisau: Apakah Diasah Bagian yang Tajam ataukah Bagian yang Tumpul?

Mata pisau tajam atau tumpul?

Aneka macam bentuk pisau dengan dua kesamaan: adanya sisi mata pisau yang tajam dan tumpul. Kompetensi manusia pun demikian pula. Setiap individu mempunyai sisi kompetensi yang tajam dan tumpul. Kemampuan menggali mana yang tajam menjadi esensial untuk kemanfaatannya.

Ada pepatah yang mengatakan: “Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang.” Hikmah yang dapat kita ambil dari pepatah tersebut adalah alangkah baiknya sebelum kita meninggalkan dunia yang fana ini, hendaklah masing-masing diri kita berusaha keras untuk mampu meninggalkan bekas kontribusi yang nyata sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing.

Dilain sisi, kita juga menyadari bahwa yang namanya waktu diibaratkan terbang dengan cepatnya  melewati kita. Tanpa terasa hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan bahkan tahun demi tahun terlewati. Yang mungkin lebih parah lagi adalah bersamaan dengan lewatnya waktu, belum satupun atau terlalu sedikit yang telah dimanfaatkan untuk mengukir peninggalan nyata sebelum umur yang dijatahkan untuk diri kita mencapai batas akhir.

Telah menjadi pemahaman umum bahwa masing-masing diri mempunyai kompetensi unggulan dan antara satu orang dengan yang lain belumlah tentu sama kompetensi unggulan yang dipunyai. Jika diibaratkan mata pisau, umumnya satu sisi mata pisaunya tajam dan sisi yang lain tumpul. Mengetahui sisi mata pisau yang tajam tentulah sangat membantu pemanfaatannya.

Dengan mata pisau yang tajam tersebut kita bisa memotong, mengiris, menusuk dan menebas sesuai keinginan. Jika dilakukan dengan tepat, hasil potongan, irisan, tusukan, dan tebasan yang dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Sebaliknya, jika kita gunakan bagian pisau yang tumpul, hasil yang didapatkan tentulah tidak maksimal karena mata pisau yang tumpul bukan untuk mengiris, memotong, menusuk dan menebas.

Menjadi suatu keharusan bagi yang mempunyai pisau untuk secara rutin mengasah pisaunya. Asahlah selalu bagian mata pisau yang tajam. Jika itu dilakukan, dalam waktu yang singkat pisau anda akan menjadi semakin tajam. Batasilah untuk berusaha mengasah mata pisau yang tumpul. Bagaimapun anda berusaha, mengasah bagian mata pisau yang tumpul jelas tidak menghasilkan ketajaman yang maksimal. Seandainyapun bisa tajam, waktu yang diperlukan tidaklah sebanding dengan ketajaman yang akan didapat.

Kemampuan untuk mengenali kompetensi diri yang menonjol dan kemampuan serta keahlian yang telah dikuasai dengan baik ibarat mampu mengenali sisi mata pisau yang tajam dari yang tumpul. Manfaatkanlah kompetensi, kemampuan dan keahlian yang telah dikuasai dengan baik untuk menorehkan tinta emas prestasi dan kontribusi. Asahlah kompetensi, kemampuan dan keahlian tersebut sehingga menjadi semakin tajam dan selalu siap digunakan bilamana diperlukan.

Fokuslah untuk memanfaatkan tajamnya pisau yang ada di dalam diri anda dan jangan terpengaruh dengan berbagai bentuk pisau lain di luar yang anda kuasai, betapapun menarik dan menjanjikannya pisau lain tersebut. Setelah mengenali dengan baik kompetensi dan keahlian anda, fokuslas bekerja dalam jalur kompetensi dan keahlian yang telah anda kuasai dengan sangat baik. Tidak usah tergoda untuk mencoba-coba kompetensi atau keahlian baru yang mungkin merupakan mata pisau tumpul bagi anda.

Sebagaimana telah diuraikan diatas, resource waktu dan resource lainnya yang kita punya relatif terbatas. Disisi lain, kita semua ingin meninggalkan gading atau belang sebagaimana yang dilakukan oleh harimau dan gajah. Dalam segala keterbatasan yang ada, menjadi sangat penting untuk fokus berkarya dengan memanfaatkan kompetensi dan keahlian yang sudah kita kuasai. Dengan demikian, tinggalan gading dan belang yang kita torehkan menjadi significant dan dapat menjadi pengingat bagi kolega yang pernah berinteraksi dengan kita semasa hidup yang singkat ini.

Semoga hasil perenungan dikala berada di stasiun Manggarai dan dan dalam rangka menunggu kereka komuter menuju ke Bogor ini ada manfaatnya. Saya berharap, ini dapat menjadi sepotong kecil gading atau belang yang dapat saya tinggalkan bagi siapapun yang menemukannya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Ibarat Mengasah Pisau: Apakah Diasah Bagian yang Tajam ataukah Bagian yang Tumpul?

  1. Ismail says:

    Saya setuju pak, dan Insya Alloh bisa saya terapkan dalam menjalani karir selanjutnya. Ini sangat bermanfaat bagi kita semua, untuk direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan ke depan dalam profesi apapun…..Terimakasi pak atas sarannya….. Wassalam… Ismail

  2. Ismail says:

    Ditunggu inspirasi berikutnya pak. Terima kasih….

  3. Ismail says:

    Saya setuju dengan saran tersebut pak. InsyaAlloh akan saya terapkan dalam menjalani karir saya ke depan. Terima kasih….

  4. Assalamualaikum,
    Bagus sekali kisahnya pak. tapi saya ingin sedikit bertanya,
    terkait dg potensi dalam diri kita yang harus kita ketahui dan gali, jika saya terperangkap pada kondisi dimana saya tidak menyukai bidang yang saya geluti. Apakah saya tetap harus melanjutkan apa yang sedang saya dalami, atau mencari sesuatu yang baru yang benar2 saya suka sehingga saya lebih menikmati setiap prosesnya.

    • Saya sebetulnya tidak layak untuk menjawab langsung pertanyaan tersebut. Tapi kalau anda mau dan dapat menyempatkan, tolong baca informasi yang ada di link di bawah ini. Moga-moga bisa menjawab pertanyaan anda. Semoga berhasil mencari jawaban dan solusi atas perasaan “terperangkap” yang anda rasakan. Good luck…

      link: Nature versus Nurture

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s