PUASA HARI ‘ASYURO: Yang Tidak Berlaku dalam Urusan Ekonomi dan Bisnis Bisa Berlaku untuk Urusan Ibadah

Selamat menjalankan ibadah puasa hari 'Asyuro, tanggal 9-10 Muharrom (5-6 Desember 2011). Semoga dosa-dosa kita setahun yang lewat diampuni Alloh SWT, Amiiin... (Sumber Gambar: http://ibrahimyunus.blogspot.com/2010/09/pengertian-puasa.html)

Dalam kuliah ekonomi produksi yang pernah saya dengar dahulu, pernyataan dibawah ini tidak akan pernah berlaku (tidak mungkin terealisasi). Pernyataannya adalah: “Dengan biaya atau usaha sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.” Dalam hal ini, yang berlaku adalah “Dengan biaya atau usaha sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang besarnya tertentu” atau “Dengan biaya tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.” Itu untuk urusan bisnis yang lingkupnya adalah dunia.

Lain halnya untuk urusan ibadah dan urusan mencari pahala sebagai reward yang akan didapatkan dari pelaksanaan ritual ibadah kepada Alloh SWT. Bagi yang menganut agama Islam khususnya, pernyataan tersebut ternyata sangat valid. Bahwa untuk mendapatkan limpahan pahala yang sebanyak-banyaknya, tetapi dengan usaha yang sesedikit mungkin ternyata bisa direalisasikan. Banyak contoh untuk membuktikan kebenaran dari pernyataan tersebut. Dalam kesempatan ini akan disajikan satu contoh untuk membuktikan kebenaran pernyataan yang paradoks dalam bidang ekonomi tetapi benar dalam urusan mencari lipatan pahala.

Coba kita simak tiga Hadits Rosulalloh SAW. berikut:

  1. Dari Abi Qotadah, sesungguhnya Nabi SAW, bersabda: “Puasa hari ‘Asyura saya (Nabi SAW.) mengharapkan bahwa Alloh mengampuni dosa satu tahun sebelum puasa”  (Hadits Riwayat Tirmidzi di dalam Kitabu Shaum – Shohih).
  2. Dari Ibni ‘Abbas, dia berkata: “Rosulalloh SAW. memerintahkan puasa ‘Asyuro pada hari tanggal 10” (Hadits Riwayat Tirmidzi di dalam Kitabu Shaum – Shohih).
  3. Dari ‘Abdulloh bin Abbas RA, berkata ‘Abdulloh, Rosulalloh SAW. bersabda : “Seandainya saya (Nabi) masih tetap hidup sampai dengan tahun depan, maka saya (Nabi) akan berpuasa pada tanggal 9 ‘Asyuro” (Hadits Riwayat Muslim di dalam Kitabu Shaum).

Apa yang bisa kita ambil dari tiga hadits tersebut? dan apa hubungannya dengan teori ekonomi produksi yang disampaikan di awal posting ini? Hubungannya adalah: bahwa bagi setiap orang muslim (dan muslimah tentu saja!) – dengan puasa di hari ‘Asyuro (dalam hal ini tanggal 10 ‘Asyuro [sehari saja] atau kalau mau lengkap tanggal 9 dan 10 ‘Asyuro [dua hari saja]), Alloh menjanjikan pahala (melalui sabda Nabi SAW. dalam hadits tersebut) diampuni dosa-dosanya yang telah dikerjakan dalam satu tahun sebelum menjalankan puasa ‘Asyuro tersebut. Yang dimaksud dengan bulan ‘Asyuro adalah bulan Muharrom (bulan pertama dalam penanggalan Islam).

Berarti pernyataan “Dengan biaya atau usaha sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.” benar-benar berlaku dalam urusan puasa ‘Asyuro ini. Usaha atau biaya pengorbanannya hanya berpuasa dua hari (kecil!), keuntungan atau pahala yang didapatkan diampuni dosa-dosanya selama setahun yang telah lewat (banyak/besar sekali pahalanya).

Hal yang kedua yang dapat diambil dari ketiga hadits tersebut adalah ajakan bagi ummat Muslim (Muslimah) semuanya yang kuat dan mampu untuk menyempatkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharrom (hari ‘Asyuro). Dalam tahun 2011 ini, hari ‘Asyuro bertepatan dengan hari Senin dan Selasa tanggal 5 dan 6 Desember 2011. Kita berpuasa pada hari ‘Asyuro dengan niat untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat selama setahun yang lewat.

MasyaAlloh… jika dalam hidup kita di dunia ini, setiap tahunnya selalu berpuasa dua hari di bulan Muharrom (hari ‘Asyuro), berarti semua dosa-dosa yang kita perbuat setiap setahun sebelumnya akan diampuni oleh Alloh SWT. Sungguh suatu kemurahan yang diberikan oleh Alloh SWT kepada ummat Nabi Muhammad SAW dan nikmat kesempatan yang tiada tara yang seharusnya jangan sampai terlewatkan.

Ayo… kita siapkan dan ingatkan diri kita masing-masing! Mari kita berpuasa pada hari Senin dan Selasa tanggal 5 dan 6 Desember 2011 ini. Semoga Alloh SWT. menjadikan diri kita tergolong sebagai hamba yang dihapus dosanya selama setahun yang telah lewat melalui puasa ‘Asyuro tahun 2011 ini. Amiin.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to PUASA HARI ‘ASYURO: Yang Tidak Berlaku dalam Urusan Ekonomi dan Bisnis Bisa Berlaku untuk Urusan Ibadah

  1. Linux Bamaisyarah says:

    Jazakallah for info, well nice post..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s