MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 24: WAKAF MUSHAF AL-QUR’AN

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 46

Bagaimana perasaan jama’ah calon haji (JCH) ketika pada suatu ketika JCH berada di tempat yang terpencil dan tidak ada teman atau saudara yang menemani serta sangat memerlukan pertolongan (memerlukan sesuatu). Tiba-tiba saja entah apa sebabnya ada orang yang mengirimkan sesuatu yang diinginkan tersebut kepada JCH dalam jumlah yang banyak dan kirimannya mengalir terus-menerus tanpa berhenti?

Menurut nasehat dalam suatu ceramah agama yang pernah kami dengar, hal itu merupakan gambarannya orang yang sudah meninggal, telah dikuburkan dan menunggu di alam kubur sampai dengan nanti waktunya dihisab amal perbuatannya oleh Alloh SWT. Pada saat itu orang tersebut berada sendirian dan tidak ada teman atau saudara yang mendampingi. Orang tersebut tahu bahwa waktunya untuk melakukan ibadah dan beramal kebaikan telah habis karena dia sudah meninggal. Orang tersebut juga tahu berapa banyak amal kebaikan yang telah dia kumpulkan selama hidupnya. Dalam istilah bahasa inggrisnya, pastilah dia sangat “desperate” ingin kembali ke dunia dan melakukan lebih banyak amal kebaikan. Namun kita sama memahami bahwa hal tersebut tidaklah mungkin terjadi.

Dalam kondisi yang sedemikian itu, ternyata ada kiriman pahala yang banyak dan mengalir terus-menerus bagi orang yang sudah meninggal tersebut. Ibarat pucuk dicinta ulam tiba atau awak mengantuk disorong bantal kan? Menurut anda yang membaca posting ini, bagaimana kira-kira yang dirasakan oleh orang yang meninggal tersebut? Ya Alloh… tidaklah salah serta pastilah sangat senang dan gembira sekali bagi orang yang mengalami hal seperti yang diceriterakan di atas.

Pertanyaannya, bagaimana bisa terjadi – orang yang sudah meninggal yang seharusnya sudah putus amalannya, tapi kenapa masih mendapatkan aliran pahala yang banyak? Seharusnya kan tidak ada lagi tambahan pahala bagi orang yang sudah meninggal karena tidak mungkin lagi baginya untuk melakukan amal kebaikan? Alloh Maha Besar lagi Maha Agung! Rupanya Alloh sudah memberi beberapa cara agar meskipun sudah meninggal dunia, kesempatan mendapatkan aliran pahala masih bisa didapatkan. Bagaimana caranya?

Dalam ceramah agama tersebut diuraikan tiga cara agar dapat mengalami apa yag diceriterakan diatas, yaitu:

(1)    Ilmu agama yang setelah diajarkan oleh seorang guru kepada seorang murid maka murid yang diajari tersebut mengamalkannya. Sepanjang pengamalan dari ilmu agama tersebut terus dilakukan oleh sang murid, maka pahala bagi guru yang mengajari akan terus mengalir meskipun sang guru tersebut telah meninggal dunia.

(2)    Shodaqoh jariyah yang diberikan oleh seseorang untuk melancarkan agama Alloh maka shodaqohnya tersebut terus digunakan. Sepanjang shodaqohnya tersebut terus dimanfaatkan untuk kepentingan agama Alloh maka pahala bagi orang yang shodaqoh akan terus mengalir meskipun yang bersangkutan telah meninggal dunia.

(3)    Orangtua yang mampu mendidik anaknya sehingga menjadi anak yang sholeh yang mau mendoakan baik pada orang-tuanya. Sepanjang anak yang dididik tersebut menjadi anak yang sholeh dan mau mendoakan baik pada orangtuanya maka pahala bagi orang-tuanya akan terus mengalir meskipun yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Berkaitan dengan isi ceramah tersebut, bagi JCH yang datang ke Mekkah dan Madinnah terbuka satu peluang yang dapat digunakan yang berpotensi mendatangkan pahala yang banyak dan dengan usaha yang tidaklah terlalu berat. Dalam hal ini JCH mempunyai kesempatan untuk memberikan wakaf Mushaf Al-Qur’an untuk diletakkan di Masjid Nabawi atau di Masjidil Harom. Mushaf Al-Qur’an dapat dibeli dengan harga sekitar SR. 25 di berbagai toko penjual Al-Qur’an di sekitar Masjidil Harom atau sekitar Masjid Nabawi. Bahkan disekitar Masjid Nabawi terdapat sejumlah kaki-lima yang menawarkan Mushaf Al-Qur’an untuk keperluan wakaf tersebut (di Masjidil Harom kami tidak menemukan yang seperti ini).

Al-Qur’an yang dibeli untuk diwakafkan tersebut selanjutnya akan di cap dan oleh JCH dapat dibawa dan diletakkan di tempat penyimpanan Al-Qur’an di kedua masjid tersebut. Nah… jika Mushaf Al-Qur’an yang kita wakafkan tersebut dibaca orang, maka otomatis JCH yang mewakafkan akan mendapatkan pahala dari jariyahnya wakaf Mushaf Al-Qur’an yang dibaca oleh orang lain tersebut. Demikian seterusnya, setiap kali Mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan dimafaatkan orang, otomatis aliran pahala akan menjadi bagian dari orang yang mewakafkan meskipun yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Hal penting yang perlu dicatat oleh JCH adalah ketika wakaf Mushaf Al-Qur’annya dilakukan di tanah harom, maka sekaligus juga akan mendapatkan kebaikan tanah harom. Lebih spesifik lagi ketika wakaf itu diletakkan di Masjidil Harom atau di Masjid Nabawi, berarti akan mendapatkan kefadholan khusus yang dipunyai oleh Masjidil Harom dan Masjid Nabawi. Hayo siapa yang mau?

Oleh karena itu, jika ada kesempatan untuk melaksanakan umroh atau haji dan sempat mampir ke Masjid Nabawi dan atau Masjidil Harom, sempatkanlah mewakafkan beberapa eksemplar Mushaf Al-Qur’an di kedua masjid tersebut. Selanjutnya, tinggal menunggu kiriman pahala yang banyak dan mengalir terus manakala Mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan dimanfaatkan oleh JCH yang datang ke Masjid Nabawi dan atau Masjidil Harom. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 47 – Mekkah al-Mukarommah – Day 24: Kereta Api ke Arofah dan Mina

Previous: Entry # 45 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 23: BELI MUSHAF AL-QUR’AN, DI MEKAH ATAU MADINAH?

(Mekkah, 13 November 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s