OTAK MANUSIA – The Most Commonly Wasted Resources among Other Human Organs

Otak manusia

Otak manusia - organ yang kebanyakan 'under utilized' karena pemanfaatannya jauh di bawah kapasitas yang dipunyai oleh organ ini. Sumber gambar: en.wikipedia.org

Oleh kolega, saya pernah diberi penggambaran sebagai berikut, yang barangkali bisa kita bersama-sama ambil hikmah dan manfaatnya. Kolega tersebut menggambarkan sebagai berikut:

  • Ada sebuah wadah dan ke dalam wadah tersebut dapat diisi dengan bongkahan batu. Setelah sekian waktu maka wadah  tersebut menjadi penuh dengan bongkahan batu.
  • Berikutnya dikumpulkan batu kecil dan dengan cara tertentu ditambahkanlah batu kecil tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi bongkahan batu. Setelah sekian waktu maka wadah  tersebut kembali menjadi penuh dengan bongkahan batu dan batu kecil.
  • Berikutnya lagi dikumpulkan batu kerikil dan dengan cara tertentu ditambahkanlah batu kerikil tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi bongkahan batu dan batu kecil. Setelah sekian waktu maka wadah  tersebut kembali menjadi penuh dengan bongkahan batu, batu kecil dan batu kerikil.
  • Berikutnya lagi dikumpulkan pasir kasar dan dengan cara tertentu ditambahkanlah pasir kasar tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi bongkahan batu, batu kecil, dan batu kerikil. Setelah sekian waktu maka wadah  tersebut kembali menjadi penuh dengan bongkahan batu, batu kecil, batu kerikil, dan pasir kasar.
  • Berikutnya lagi dikumpulkan debu halus dan dengan cara tertentu ditambahkanlah debu halus tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi bongkahan batu, batu kecil, batu kerikil, dan pasir kasar. Setelah sekian waktu maka wadah  tersebut kembali menjadi penuh dengan bongkahan batu, batu kecil, batu kerikil, pasir kasar, dan debu halus. Dan seterusnya.

Pertanyaannya barangkali apa point yang dapat diambil dari uraian tersebut? Dari ceritera tersebut, wadah yang menurut peahaman kita mempunyai ukuran volume (panjang x lebar x tinggi) tertentu, ternyata bisa menampung sedemikian banyak materi yang dimasukkan ke dalamnya secara bertahap. Sehingga total isinya menjadi jauh melebihi kapasitas fisik (volume) dari wadahnya.

Itulah gambaran salah satu organ tubuh manusia, yaitu OTAK. Otak manusia diibaratkan sebagai wadah dan informasi/pengetahuan diibaratkan sebagai bongkahan batu, batu kecil, kerikil, pasir kasar, dan debu halus yang dapat dimasukkan ke dalam wadah secara bertahap, melalui proses pembelajaran (formal atau informal; di sekolah, universitas atau secara independen).

Sebagai si empunya Otak – jika kita hanya mengisinya dengan kegiatan-kegiatan formal di sekolah/universitas saja, diibaratkan sebagai “mengisi bongkahan batu ke dalam wadah.” Akan penuh memang, tetapi bukan berarti tidak bisa diisi lagi. Masih banyak kapasitas yang tersedia di otak kita untuk menampung informasi dan pengetahuan. Kita masih bisa mengisi Otak kita dengan informasi dari sumber lain seperti dengan banyak membaca atau belajar tentang hal lain yang dapat memperkaya khasanah informasi dan pengetahuan. Semua informasi tersebut akan ditampung Otak kita sebagaimana wadah akan dapat menampung “batu kecil, kerikil, pasir kasar dan debu halus – meskipun sudah penuh dengan bongkahan batu.” serta masing-masing tidak sampai meluap dan tumpah ruah.

Prof. Diego Mantovani juga pernah menyampaikan dalam acara Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional di IPB bahwa: setiap hari dan dalam setiap kesempatan, Prof. Mantovani selalu berusaha membaca sejumlah jurnal ilmiah atau informasi apa saja, baik dalam disiplin ilmu yang dia tekuni maupun di luar bidannya. Akses internet yang tersedia memberi kesempatan bagi Prof. Mantovani memenuhi rasa hausnya akan informasi di mana saja, kapan saja dan bagaimana saja keadaannya.

Melompat ke topik lain, tetapi mash berkaitan denga Otak manusia – ada anekdot yang menjelaskan sebagai berikut: Ketika sejumlah kolega dari berbagai negara berkumpul dan berdiskusi tentang barang bekas apa yang paling berharga yang masih bisa dimanfaatkan setelah pemakaian. Dari diskusi tersebut akhirnya disimpulkan bahwa yang terbaik adalah Otak orang Indonesia. Mengapa? karena organ tersebut jarang digunakan sehingga ketika yang empunya meninggal dunia, otaknya pun seolah-olah seperti dalam kondisi “baru.”

Memang itu hanya anekdot (guyonan), tetapi ada baiknya kita cermati dan gunakan sebagai bahanintrospeksi. “Seberapa besar kapasitas Otak yang telah kita manfaatkan? Sudah berapa besar Otak kita berdayakan untuk meninggalkan ‘Gading atau belang‘ bagi kolega kita? Ataukah organ Otak yang berharga tersebut belum kita optimalkan penggunaannya sehingga menjadi barang bekas yang suatu saat nanti dicari orang karena masih seperti baru.”

Refleksi atau hasil renungan ini tidak dimaksudkan untuk mengejek atau dalam bahawa Inggrisnya ‘to INFLAME’ orang, tetapi diharapkan dilihat sebagai ajakan untuk mengoptimalkan anugerah yang telah diberikan oleh Alloh SWT kepada manusia – “OTAK.” Semoga hasil refleksi dan renungan yang dilakukan sambil mendengarkan ceramah di Pondok Gede, Jakarta pada tanggal 11 Desember 2011 ada manfaat dan dapat menjadi sepotong kecil ‘gading atau belang’ yang dapat ditinggalkan bagi kolega yang membacanya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to OTAK MANUSIA – The Most Commonly Wasted Resources among Other Human Organs

  1. Dewi Sukma says:

    terimakasih posting sekaligus tausiahnya Pak Dar, menjadi motivasi untuk terus menimba ilmu yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s