ISTIQOMAH… Ternyata Tidak Hanya Berlaku Untuk Urusan Agama Saja

Istiqomah

Istiqomah penting dalam kehidupan dan tidak hanya menyangkut urusan agama tetapi juga urusan dunia. Mari… kita selalu ISTIQOMAH dalam hidup kita. Sumber gambar: http://kesima-fillah.blogspot.com/2011/08/10-kaidah-menggapai-istiqomah.html

Ketika kita mendengar istilah “ISTIQOMAH,” kita biasanya selalu mengasosiasikannya dengan urusan adunia:gama. Secara sederhana, ISTIQOMAH insyaAlloh setara dengan istilah “KONSISTEN” dalam bahasa Indonesia yang diadopsi dari istilah bahasa Inggris.

Ternyata ISTIQOMAH tidak melulu selalu berasosiasi dengan urusan agama. Urusan yang menyangkut kehidupan dunia pun, istilah ISTIQOMAH ternyata juga sangat relevan.

Ilustrasi berikut barangkali dapat menggambarkan perlunya ISTIQOMAH dalam urusan :

  1. Ada seorang mahasiswa yang mempunyai sebuah laptop. Dalam laptopnya tersimpan data-data hasil penelitian yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Tentu saja laptop tersebut sangat penting bagi yang bersangkutan. Setiap kali dia pergi ke kampus, laptop tersebut akan dijaga dengan baik dan kemanapun dia pergi laptopnya tidak lepas dari pengawasannya. Intinya, karena merasa bahwa laptop dengan data penelitiannya tersebut sangat penting baginya, dia selalu mencoba menjaganya dengan baik dimanapun dia berada. Suatu hari, yang bersangkutan tidak ISTIQOMAH dalam menjaga laptopnya. Karena suatu dan lain hal, laptop ditinggal di kamas kost dan yang bersangkutan keluar dari kamar untuk suatu keperluan selama lima menit. Dalam waktu yang singkat itu, ternyata ada orang yang masuk ke kamar dan mengambil (dengan tidak ijin alias mencuri!) laptopnya. Karena merasa aman di kamar sendiri, tidak ISTIQOMAH dalam waktu lima menit saja telah menyebabkan laptopnya hilang.
  2. Ada seorang pelajar yang mempunyai sebuah HP yang mahal karena tergolong model baru. Dengan hati-hati HP tersebut dia jaga sehingga seolah-olah HP tersebut tidak pernah lepas dari genggamannya, kapan saja, dimana saja, dan bagaimanapun keadaannya. Pada suatu hari, dia sedang naik kereta rel listrik (KRL) ke Jakarta. Di tengah ramainya orang yang naik KRL, perhatian si pelajar tersebut terpecah dalam waktu yang hanya beberapa detik oleh suatu kejadian yang mengejutkan di gerbong KRL. Sebagaimana awal kejadiannya, dengan singkat penumpang KRL (termasuk si pelajar) pun kembali ke kesibukannya masing-masing setelah kejadian itu. Tak lama kemudian, si pelajar pun turun di stasiun karena telah sampai ke tujuannya. Sungguh terkejut dia ketika sadar bahwa HP kesayangannya sudah tidak ada di kantong celananya. Rupanya hiruk-pikuk yang hanya terjadi selama beberapa detik di KRL tdai dijadikan sebagai saat pencopet mengambil (dengan tidak ijin alias mencuri!) HP dari celananya tanpa disadari si pelajar. Karena situasi dan keadaan yang mampu mengalihkan perhatiannya, tidak ISTIQOMAH dalam waktu beberapa detik saja telah menyebabkan HP-nya hilang.

Dari dua ilustrasi diatas, apa yang bisa kita ambil hikmahnya? Terlihat adanya kesamaan dari dua ilustrasi di atas, yaitu: (a) dua-duanya berakhir dengan hilangnya satu benda berharga dari pemiliknya dan (b) ketidak-konsistenan (tidak ISTIQOMAH) dalam menjaga barang berharga yang dipunyai. Yang satu, tidak ISTIQOMAH karena merasa aman di kamar sendiri dan yang lain karena keadaan yang mengalihkan perhatiannya.

Meskipun selama hidup kita telah menjaga barang berharga milik kita, tetapi hanya perlu satu kali tidak ISTIQOMAH dalam menjaganya maka hilanglah barang berharga kita. Meskipun kita terus-menerus menjaga barang berharga kita 24 jam sehari-semalam, selama hampir seluruh waktu hidup kita – hanya perlu beberapa detik saja dalam hidup kita, kita tidak ISTIQOMAH dalam menjaganya maka hilanglah barang berharga tersebut.

ISTIQOMAH harus dilakukan dan tidak boleh terpengaruh oleh situasi dan kondisi (bagaimana saja keadaannya), dilakukan sejak lahir hingga mati (kapan saja waktunya), dan tidak terkait dengan lokasi (di mana saja tempatnya). Ketika situasi dan kondisi membuat kita tidak ISTIQOMAH maka hilanglah barang berharga kita. Ketika dalam satu waktu kita tidak ISTIQOMAH maka hilanglah barang berharga kita. Selanjutnya, ketika suatu tempat tertentu membuat kita tidak ISTIQOMAH maka hilanglah barang berharga kita.

Berarti kapan-saja, di mana saja, dan dalam keadaan bagaimanapun juga kita harus ISTIQOMAH dalam menjaga barang berharga milik kita. Hanya dengan cara seperti itulah maka barang berharga yang kita punya tidak akan hilang.

Itu semua semua menyangkut barang berharga yang kita punya atau secara umum bisa dikatakan “menyangkut urusan keduniaan.” Bagaimana jika hal tersebut menyangkut urusan agama, yang terkait dengan urusan dunia dan akhirat? Tentulah masalah ISTIQOMAH menjadi lebih penting lagi! Semoga hasil refleksi dan renungan yang dilakukan sambil mendengarkan pemaparan rencana kegiatan Fakultas Pertanian (Faperta), IPB oleh Dekan Faperta (Pak Ernan Rustiadi dan jajarannya) pada tanggal 14 Desember 2011 ada manfaat dan dapat menjadi sepotong kecil ‘gading atau belang’ yang dapat ditinggalkan bagi kolega yang membacanya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s