MEKKAH AL-MUKAROMAH – DAY 13: MENCARI TEMPAT SHOLAT DI MASJIDIL HAROM

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 33

Denah Masjidil Harom

Denah lokasi Masjidil Harom. Memahami denah pembagian lokasi-lokasi tempat Sholat di Masjidil Harom dapat membantu mencari tempat sholat di dalam masjid dan tidak harus sholat di halaman atau di jalanan.

Banyaknya jama’ah calon haji (JCH) yang ingin menunaikan ibadah sholat wajib lima waktu setiap hari di Masjidil Harom (jauh lebih banyak dibandingkan dengan di Masjid Nabawi), lebih-lebih membawa banyak kesulitan bagi JCH. Meskipun Masjidil Harom sudah dipugar dan mempunyai daya tampung yang jauh lebih besar dari sebelumnya, kesulitan untuk mencari shof atau tempat sholat yang kosong selalu dihadapi JCH ketika akan menunaikan sholat wajib secara berjama’ah di Masjidil Harom. Hal ini tidak hanya dialami oleh JCH dari Indonesia saja, tapi juga bagi JCH dari berbagai negara lainnya.

Di satu sisi, seperti halnya di Masjid Nabawi, sejumlah JCH mengambil jalan pintas untuk mengatasi hal ini, yaitu: sholat berjama’ah di halaman masjid saja – meskipun hal ini juga tidak menjamin pasti dapat tempat. Di sisi lain, untuk memastikan memperoleh tempat sholat, sejumlah JCH berangkat ke Masjidil Harom dan mencari lokasi sholat 1.5 – 2.0 jam sebelum waktu sholat yang ditentukan.

Bagi JCH yang menginginkan mendapatkan tempat di dalam masjid karena ingin mendapatkan kefadholan sholat di Masjidil Harom mau tidak mau memang harus mempunyai kesabaran untuk menunggu selama 1.5 – 2.0 jam sebelum sholat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada jam-jam tertentu menjelang sholat wajib, sejumlah jalur masuk ke Masjidil Harom ditutup dan JCH tidak bebas bergerak menuju ke lokasi-lokasi tertentu.

Pertanyaannya, bagaimana caranya memastikan agar kita mendapatkan tempat sholat di dalam Masjidil Harom, meskipun tetap harus menunggu 1.5-2.0 jam sebelum waktu sholat? Barangkali informasi berikut dapat bermanfaat bagi JCH yang memerlukan. Denah Masjidil Harom (lihat gambar) insyaAlloh dapat membatu JCH yang datang ke Masjidil Harom untuk melaksanakan sholat berjama’ah.

Sebelumnya mungkin perlu digambarkan berbagai kondisi lokasi sholat yang ada di Masjidil Harom. Tanpa memandang asal negara, alasan JCH memilih lokasi tertentu sebagai tempat sholat antara lain: (1) Ada di dalam masjid, di halaman di sekitar Ka’bah, (2) Ada di dalam masjid, di bangunan masjid sekitar halaman Ka’bah (3 lantai + barsement), (3) Di dalam bangunan tempat Sai Shofa-Marwah (4 lantai + basement), (4) Di tangga-tangga, eskalator, dan sekitar pintu masuk – bagian dalam, (5) Di sekitar pintu masuk masjid – bagian luar masjid, (6) Sholat di halaman di luar masjid, atau (7) di sembarang tempat di sekitar halaman Masjidil Harom.

Cara paling mudah untuk bisa sholat di dalam masjid, di halaman sekitar Ka’bah adalah dengan melakukan thowaf menjelang waktu sholat wajib. Namun demikian, pintu masuk ke halaman di sekitar Ka’bah akan ditutup oleh Asykar/polisi sekitar 30-45 menit sebelum waktu sholat (tergantung situasi), terutama mulai 5 hari menjelang tanggal 9 Dzulhijah dan sesudahnya. Untuk itu, JCH harus sudah berada di lokasi thowaf paling tidak 45 menit sebelum waktu sholat. Kunci keberhasilan mendapatkan tempat sholat di halaman sekitar ka’bah adalah bisa masuk ke lokasi sebelum ditutup oleh Asykar yang jaga. Untuk itu, perhatikanlah jadwal penutupan akses jalan ke lokasi tersebut dan masuklah ke lokasi sebelum akses ditutup.

Setelah berada di halaman di sekitar Ka’bah, carilah posisi thowaf di jalur di luar Maqom Ibrohim. Lakukanlah thowaf seperti biasa dan setelah satu atau dua putaran (sampai 15-20 menit sebelum waktu sholat) mulailah mencari barisan tempat sholat (shof) yang aman (lebih baik di arah sekitar Hijir Ismail sampai Rukun Yaman, jangan di arah Hajar Aswad sampai Maqom Ibrohim). JCH biasanya mulai mengatur barisan sholat 20 menit menjelang waktu sholat, ikut saja di barisan yang mulai terbentuk. Tunggulah di tempat yang dipilih sambil memperhatikan keadaan karena biasanya kondisi agak kacau pas menjelang waktu sholat. Jangan membahayakan diri sendiri dengan duduk di jalur orang yang lalu-lalang keuar dari barisan thowaf. Setelah sholat wajib dan sholat jenazah, lanjutkan thowafnya hingga selesai.

Jika ingin sholat di dalam masjid, di bangunan sekitar halaman Ka’bah, maka ada beberapa alternatif. Secara umum, datanglah lebih awal, sebelum waktu sholat wajib. Dengan datang lebih awal, selain lebih memungkinkan untuk dapat tempat – juga memungkinkan untuk sholat-sholat sunnah atau berdoa atau membaca Al-Qur’an terlebih dahulu.

Jika ingin mendapatkan tempat di lantai dasar atau di lantai basement – maka jangan memilih bangunan yang ada di arah sisi antara Hajar Aswad dan Hijir Ismail (sebelah tempat Sai Shofa-Marwah) karena biasanya telah dipenuhi orang. Pilihlan yang di arah sisi Hijir Ismail atau sisi antara Hijir Ismail dengan Rukun Yaman. Biasanya lokasi tersebut agak sela dan bangunannya lebih luas

Jika lantai dasar sudah penuh, naiklah ke lantai di atasnya (lantai 1) atau yang diatasnya lagi (lantai 2 – atap). Tetapi pilihlah bangunan yang ada di sisi Hijir Ismail, di sisi antara Hijir Ismail dan Rukun Yaman, atau sisi Rukun Yaman karena tempat-tempat tersebut selalu agak longgar dibanding yang di sisi antara Hajar Aswad dan Hijir Ismail.

Entah karena apa alasannya, bangunan tempat Sai Shofa – Marwah kelihatannya menjadi tempat favorit bagi JCH untuk melakukan sholat wajib berjama’ah di Masjidil Harom. Tempat ini selalu dipenuhi oleh JCH sejak awal. Jika ingin mendapatkan tempat sholat di lokasi Sai Shofa – Marwah, datanglah lebih awal dari waktu sholat. Namun demikian, ada informasi bahwa lokasi bangunan tempat Sai Shofa – Marwah tidak dihukumi sebagai masjid. Wallohu a’lam.

Rupanya kebiasaan JCH di Masjidil Harom dan jama’ah pengajian di Indonesia kalau diperhatikan ternyata hampir sama, yaitu mereka sama-sama suka berjubel di sekitar akses masuk masjid. Tidak peduli bahwa ada tempat kosong di sekitarnya, yang mereka lakukan adalah memenuhi tempat-tempat di sekitar pintu masuk Masjid.

Oleh karena itu, jika JCH masuk Masjidil Harom dan menjumpai di sekitar pintu atau tangga masuk telah penuh dengan JCH, jangan merasa terintimidasi dan beranggapan bahwa masjid telah penuh. Masuklan lebih jauh ke dalam dan cailah tempat yang sela di bagian lebih dalam. InsyaAlloh akan JCH temukan tempat sholat di lokas bagian dalam. Yang pasti memang harus berani dan mentolo melompati orang-orang yang telah berjubel di sekitar pintu masuk atau tangga tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk tempat-tempat di sekitar eskalator, yang selalu dipenuhi oleh JCH meskipun di bangunan bagian dalam masih terdapat ruang kosong. Hal ini membuat JCH lain yang akan masuk ke masjid menjadi terhalang.

Yang lebih merepotkan adalah berjubelnya JCH yang membuat shof sholat pas di luar di sekitar pintu masuk atau tangga ke Masjidl Harom. Ada banyak pintu masuk yang telah dipenuhi oleh JCH ketika menjelang waktu sholat sehingga menghambat JCH lain yang akan masuk mencari tempat sholat di dalam Masjidil Harom. Jika JCH menjumpai hal ini, cobalah mencari pintu gerbang yang lain yang tidak dipenuhi orang. Alternatifnya, kuatkan mentakl anda dan melangkahlah diantara orang-orang yang duduk, masuklah ke dalam masjid melalui pintu gebang yang telah dipenuhi JCH tersebut, dan carilah tempat sholat yang mungkin masih kosong si salam masjid.

Sholat di halaman Masjidil Harom ternyata juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan jika JCH terlambat datang. Meskipun jCH memang berencana untuk sholat di halaman Masjidil Harom, maka JCH tetap disarankan untuk sudah ada di lokasi 30-45 menit menjelang waktu sholat. Jangan berharap mendapat tempat di halaman Masjidil Harom jika JCH datang pas pada waktu akan sholat karena bisa-bisa terpaksa harus melaksanakan sholat di jalan-jalan menuju Masjidil Harom. Terutama di halaman Masjidil Harom yang ada didekat “jam besar” atau yang di dekat Gedung “Maulid Nabi” yang selalu dipenuhi oleh JCH dari berbagai negara.

Yang paling gampang dilakukan ya sholat di sembarang tempat di sekitar halaman Masjidil Harom. Diantara JCH yang memilih sholat berjama’ah di tempat ini ada yang memang sengaja melakukannya dan ada yang terpaksa karena berbagai sebab. Yang jelas, banyak JCH yang melakukan sholat berjama’ah di jalan-jalan, di bawah jembatan layang, di sekitar perrokoan, dan lain-lain tempat di sekitar halaman Masjidil Harom. Tetapi ada kefahaman bahwa kefadholan sholat di Masjidil Harom akan kita dapatkan jika kita sholat di dalam masjid, bukan di halaman masjid atau di jalan-jalan serta di tempat-tempat di sekitar halaman Masjidil Harom. Oleh karena itu, meskipun dapat dilakukan, disarankan untuk tetap berusaha masuk ke dalam Masjidil Harom jika sholat berjama’ah.

Catatan: info ini bisa dimanfaatkan bagi JCH laki-laki dan perempuan. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 34 – Mekkah al-Mukarromah – Day 14: Di Masjidil Harom, di Manakah Perempuan Sholat?

Previous: Entry # 32 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 12: CATATAN TAMBAHAN TENTANG SAI SHOFA – MARWA

(Mekkah al-Mukarromah, 3 November 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s