MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 14: DI MASJIDIL HAROM, DI MANA PEREMPUAN SHOLAT?

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 34

Tempat sholat perempuan

Denah lokasi di Masjidil Harram yang dijadikan sebagai tempat sholat bagi perempuan. Lokasi yang diberi warna coklat adalah tempat sholat yang dialokasikan khusus bagi JCH perempuan di Masjidil Harram. Walaupun tidak seketat Masjid Nabawi, JCH perempuan tidak diperbolehkan sholat di halaman Baitullah (kecuali di arena yang dikhususkan untuk itu).

Jika di Masjid Nabawi, tempat sholat bagi jama’ah calon haji (JCH) laki-laki dan JCH perempuan telah secara khusus di pisahkan. Ada bagian dari Masjid Nabawi yang hanya khusus untuk tempat sholatnya JCH perempuan saja dan ada bagian yang lain yang khusus untuk JCH laki-laki. Di tempat sholat yang khusus JCH perempuan, maka sejak di halaman, di areal sekitar pintu masuknya telah diberi pagar khusus yang hanya boleh dimasuki oleh JCH perempuan. JCH laki-laki hanya boleh mendekat sampai pagar tersebut.

Di Masjidil Harom, pembagian tempat sholat untuk JCH laki-laki dan JCH perempuan tersebut tidaklah seketat di Masjid Nabawi. Hanya di lokasi-lokasi tertentu saja dari Masjidil Harom yang mana pemisahan antara JCH laki-laki dan perempuan diperlakukan (lihat gambar denah Masjidil Harom). Itupun tidak membatasi bagi JCH laki-laki, dalam kondisi tertentu untuk menempati tempat sholat yang sebetulnya dikhususkan untuk JCH perempuan.

Di halaman di sekitar Baitulloh pada musim haji tahun 2010 kami saksikan merupakan daerah yang dikhususkan untuk JCH laki-laki. JCH perempuan yang mencoba untuk sholat berjama’ah di lokasi ini pasti kena usir oleh Asykar laki-laki maupun Asykar perempuan yang berjaga-jaga di berbagai tempat di halaman sekitar Baitulloh. Oleh karena itu, disarankan agar JCH perempuan tidak memaksakan diri untuk melakukan sholat berjama’ah di lokasi ini karena pasti akan kena usir oleh Asykar yang menjaga di halaman sekitar Ka’bah.

Suatu hari kami melihat ada rombongan JCH laki-laki dan perempuan yang mungkin hari itu baru pertama kalinya sholat di Masjidil Harom. Rombongan JCH laki-laki dan perempuan tersebut memaksakan diri untuk mengikuti sholat berjama’ah di halaman sekitar Baitulloh. Ketika ditegur oleh JCH lain supaya yang perempuan pindah ke lokasi tempat sholat khusus perempuan, ketua rombongannya marah-marah dan berargumentasi macam-macam. Akhirnya didiamkan saja oleh JCH yang menegurnya. Sekitar 10-15 menit menjelang waktu sholat, datanglah Asykar-asykar yang bertugas merapikan shof dan mensterilkan lokasi sekitar halaman Baitulloh dari JCH perempuan. Akhirnya rombongan JCH laki-laki dan perempuan dari Afrika tersebut semuanya harus pergi karena JCH yang laki-laki tidak menginginkan terpisah dari JCH yang perempuan. Dalam hati kami bergumam, wah… alamat harus sholat di luar masjid, karena biasanya di dalam masjid telah penuh sesak dengan JCH. Apalagi mencari tempat sholat untuk rombongan JCH yang jumlahnya lebih dari 10 orang, pasti lebih sulit lagi.

Tempat sholat JCH Perempuan

Lokasi tempat sholat JCH Perempuan di halaman Baitulloh yang dibatasi pagar. Sehabis Thowaf, JCH perempuan dapat melakukan sholat sunnah dua reka'at di lokasi tersebut karena masih di area lurusnya Maqom Ibrohim. JCH perempuan yang ingin sholat wajib berjama'ah di halaman Baitulloh juga harus ada di lokasi tersebut. Di bagian lain halaman Baitulloh pasti akan diusir oleh Asykar yang menjaga lokasi tersebut.

Namun demikian, di halaman sekitar Baitulloh, di sisi kanan Maqom Ibrohim (jika kita menghadap ke Maqom Ibrohim dan ke Baitulloh) ada satu area yang tidak terlalu luas dan diberi pagar pembatas. Area ini merupakan area lurusnya Baitulloh dan Maqom Ibrohim yang dikhususkan untuk tempat sholat bagi JCH perempuan. JCH laki-laki tidak diperbolehkan sholat di area ini. Dugaan kami, tempat tersebut disiapkan bagi JCH perempuan yang akan sholat dua reka’at di belakang Maqom Ibrohim sesudah selesai melakukan Thowaf, kerena secara kebetulan atau memamng sengaja dilakukan demikian, lokasi tersebut tergolong sebagai lokasi “di belakang Maqom Ibrohim.” Namun demikian karena tidak terlalu luas, maka lokasi tersebut setiap saat selalu penuh dengan JCH perempuan. Untuk itu jika JCH perempuan ingin sholat di tempat tersebut, perlu datang jauh lebih awal sebelum tiba waktu sholat.

Di lantai dasar bangunan di sekitar Masjidil Harom juga terdapat sejumlah tempat yang diberi pagar kayu. Tempat-tempat tersebut juga dikhususkan untuk JCH perempuan. Di lokasi ini, penjagaan oleh Asykar laki-laki dan perempuan masih cukup ketat untuk memisahkan antara JCH laki-laki dan perempuan.

Di lantai basement atau di lantai dua (tingkat 3, atap) kelihatannya tidak ada lokasi khusus untuk perempuan sehingga JCH laki-laki dan perempuan dapat sholat bercampur-baur. Sedangkan di lantai satu (tingkat 2), terdapat daerah yang khusus untuk JCH perempuan yang ditandai dengan pagar dari kayu sebagai pembatas. Hati-hati bagi JCH laki-laki, jika mendekati waktu sholat berjama’ah, disarankan untuk tidak berada di lokasi khusus JCH perempuan tersebut karena akan diusir oleh Asykar perempuan atau oleh JCH perempuan yang ada di lokasi tersebut.

Sekedar saran bagi JCH perempuan yang akan sholat berjama’ah di Masjidil Harom: (1) Datanglah lebih awal sebelum waktunya sholat wajib berjama’ah, (2) Jangan memaksakan diri melakukan thowaf jika sudah mendekati waktu sholat berjama’ah karena akan kesulitan mencari tempat sholat, (3) Ketika akan sholat berjama’ah di Masjidil Harom, lebih baik langsung mencari tempat sholat yang khusus perempuan dan menunggu di sana sambil melakukan sholat-sholat sunnah atau membaca Al-Qur’an, dan (4) Jika ingin mencari tempat yang longgar, datanglah lebih awal dan langsung menuju ke lantai 1 (tingkat 2) di sisi Hijir Ismail, atau Rukun Yaman, atau sisi antara Hijir Ismail dan Rukun Yaman. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 35 – Mekkah al-Mukarommah Day 15: Ziaroh di Sekitar Mekkah.

Previous: Entry # 33 – MEKKAH AL-MUKAROMAH – DAY 13: MENCARI TEMPAT SHOLAT DI MASJIDIL HAROM

(Mekkah al-Mukarommah, 3 November 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s