MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 15: ZIAROH DI SEKITAR MEKKAH

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 35

Gua Hiro' di Jabal Nur

Gua Hiro' di Jabal Nur merupakan tempat Rosulalloh SAW banyak melakukan tahanuts (perenungan) sebelum diangkat sebagai Rosul (utusan). Di tempat ini pula Rosulalloh SAW mendapatkan wahyu Illahi yang pertama.

Datang di Mekkah dan tidak ziaroh di berbagai lokasi yang erat hubungannya dengan sejarah awal perkembangan Islam rasanya kurang lengkap. Bagi kami, ziaroh di sekitar Mekkah, sebagaimana ziaroh di sekitar Madinah, tidak hanya berarti jalan-jalan saja tetapi mempunyai makna yang lebih dalam dari itu.

Kegiatan ziaroh ini juga mempunyai makna religius karena dalam kesempatan tersebut kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri tempat-tempat yang barangkali selama ini hanya kita dengar di pengajian atau ceritera saja. Bagi kami, menyaksikan tempat-tempat bersejarah tersebut menjadikan bertambahnya keimanan dan penghayatan tentang awal perkembangan agama Islam dan tempat-tempat bersejarah yang terkait dengan perjuangan Rosulalloh SAW bersama-sama sahabatnya di awal turunnya Islam di Mekkah.

Ketika di Mekkah, maktab tidak akan mengorganisir ziaroh, sehingga untuk ziaroh perlu diorganisir sendiri oleh jama’ah calon haji (JCH). Ziaroh di Mekkah dapat dilakukan dalam dua kali kunjungan, yaitu: Kunjungan (1) ziaroh ke Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rohmah, Arofah, Muzdalifah dan Mina/Jamarot serta Kunjungan (2) ziaroh ke Ji;ronah, Museum Ka’bah untuk melihat tempat pembuatan Qishwah, dan peternakan onta.

Untuk Kunjungan (1), jika dilakukan oleh grup JCH sebanyak 20 orang, memerlukan biaya sekitar SR. 15 per orang. Untuk Kunjungan (2), harus dilakukan dengan menggunakan bus isi 40 orang dan karena harus membayar tambahan biaya tiket masuk ke Museum Ka’bah – memerlukan biaya SR. 35.

Berikut ini disampaikan sejumlah tempat yang dikunjungi dalam rangka ziaroh di sekitar Mekkah:

Kunjungan 1: Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rohmah, Arofah, Muzdalifah dan Mina/Jamarot.

Jabal Nur

Rombongan JCH berfoto bersama dengan latar belakang Jabal Nur (Gunung Nur). Di Jabal Nur tersebut merupakan lokasi tempat Gua Hiro' berada.

Jabal Nur merupakan gunung/bukit dimana terdapat Gua Hiro’. Di Gua Hiro’ inilah Rosulalloh SAW sewaktu masih mudanya selalu melakukan tahanuts mencari pencerahan diri. Di Gua Hiro’ pulalah pertama kalinya Rosulalloh SAW menerima wahyu. Di Jabal Nur, JCH biasanya hanya melihat gunungnya dari kejauhan karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendaki ke Gua Hiro’.

Jabal Tsur

Jabal Tsur - di puncak Jabal Tsur merupakan tempat dimana Gua Tsur berada.

Jabal Tsur mempunyai arti penting dalam awal perkembangan Islam. Di dalam Gua Tsur inilah Rosulalloh SAW dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang-orang musyrik yang akan membunuh Rosulalloh SAW. Setelah beberapa hari bersembunyi, akhirnya Rosulalloh SAW bersama Abu Bakar berhasil lolos dari kejaran kaum musyrikin dan mencapai Madinah. Peristiwa perjalanan Rosulalloh SAW berhijrah ke Madinah itulah yang kemudian diperingati sebagai awal dari tahun Hijriah.

Gua Tsur

Lokasi Gua Tsur - tempat persembunyian Rosulalloh SAW dan Abu Bakar ketika melakukan hijrah ke Madinah dan menghindari kejaran dari Kaum Quraisy.

Kalau Jabal Rohmah, konon merupakan tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah oleh Alloh dihukum dengan dikelurkan dari syurga dan diturunkan ke dunia. Di atas bukit tersebut dibangun sebuah tugu peringatan. Ketika hari Wukuf tiba, konon bukit batu yang tadinya berwarna kelabu – berubah mejadi putih total. Hal ini terjadi bukan karena keajaiban alam, tetapi lebih dikarenakan oleh banyaknya JCH yang wukuf di lokasi tersebut.

Jabal Rohmah

Jabal Rohmah di Arofah merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh JCH dari berbagai negara. Yang perlu diperhatikan adalah tidak ada kefadholan khusus menaiki bukit ini sehingga disarankan untuk tidak memaksakan diri menaiki hingga puncaknya.

Yang perlu dicatat adalah: tidak ada kefadholan khusus dengan mendaki Jabal Rohmah sampai ke puncaknya, sehingga tidak disarankan untuk mendaki gunung ini. Selain itu, wukuf di Jabal Rohmah juga tidak mempunyai kefadholan yang lebih dibandingkan dengan di tempat-tempat lainnya di Arofah sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk wukuf di Jabal Rohmah yang mungkin justru dapat membahayakan diri sendiri.

Selesai berkunjung ke Jabal Rohmah, JCH biasanya diajak melihat tempat wukuf di Arofah. Perjalanan dilanjutkan dengan melihat lokasi Muzdalifah dan Mina. Di Mina, JCH diajak berkeliling melihat kemah-kemah Mina yang sedang dipersiapkan untuk JCH dan terakhir diajak ke lokasi Jamarot atau lokasi tempat melempar Jumroh Aqobah, Wustho dan ‘Ula.

Kunjungan 2: Museum Ka’bah, Masjid Ji’ronah, tempat pembuatan Qishwah (selambu Ka’bah), dan peternakan onta.

Museum Ka’bah merupakan tempat penyimpanan berbagai pernak-pernik yang berkaitan dengan bangunan Ka’bah. Di Museum Ka’bah kita bisa menjumpai sejarah pembangunan Ka’bah, kondisi Ka’bah dari masa ke masa, koleksi pintu Ka’bah dan sebagainya. Lokasi ini sangat menarik bagi orang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Ka’bah, yang belum tentu informasinya bisa di dapatkan dari lokasi lain.

Penyulaman Qishwah

Pekerja yang sedang menyulam Qishwah (selambu Ka'bah) menggunakan benang yang terbuat dari emas dan perak. Suatu atraksi yang dapat dilihat ketika mengunjungi Museum Ka'bah.

Yang juga menarik dalam perjalanan ziaroh (2) ini adalah melihat bagaimana qishwah (selambu Ka’bah) dibuat. Di tempat yang dikunjungi ini JCH juga dapat melihat proses penenunan qishwah dan penyulaman huruf-huruf dan kalimat yang ada di permukaan qishwah dengan benang emas.

Selain Tan’im. Masjid Ji’ronah merupakan salah satu lokasi di dekat Mekkah yang dapat digunakan sebagai Miqot jika akan melaksanakan Umroh Sunnah. Tetapi umumnya JCH akan memilih menggu-nakan Tan’im sebagai Miqot. Obyek terakhir yang dikunjungi dalam ziaroh (2) ini adalah peternakan onta. Di tempat ini JCH dapat melihat dengan mata kepala sendiri segerombolan onta di sebuah peternakan. Selain itu, bagi JCH yang menginginkan, di sini juga dapat dibeli susu onta yang katanya mempunyai khasiat tertentu. Tetapi ingat, segera setelah sampai di hotel sebaiknya susunya dipanaskan terlebih dahulu sebelum diminum atau disimpan di refrigerator (lemari es) agar tidak basi. Dekikian sedikit uraian tentang kegiatan ziaroh di sekitar Mekkah, moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 36 – Mekkah al-Mukarromah – Day 16: Antara Adzan dan Sholat di Masjidil Harom.

Previous: Entry #34 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 14: DI MASJIDIL HAROM, DI MANA PEREMPUAN SHOLAT?

 

(Mekkah al-Mukarromah, 5 November 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s