MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 9: MAQOM IBROHIM

Prof. Sudarsono’s Jurnal Perjalanan Haji 2010 – Entry # 29

Maqom Ibrohim

Lokasi Maqom Ibrohim yang disungkup dengan bangunan kaca. Lokasinya ada disisi pintu Ka'bah. Maqom Ibrohim termasuk salah satu bangunan di sekitar Ka'bah yang diagungkan oleh jama'ah calon haji dan termasuk salah satu sya'irulloh (tanda-tanda kebesaran Alloh SWT.).

Maqom Ibrohim tidak sama dengan makam (kuburan), tetapi merupakan batu tempat berpijak Nabi Ibrohim ketika membangun Ka’bah. Pada batu tersebut terdapat dua lubang sebagai bekas berpijak sepasang kaki.

Posisi keberadaan Maqom Ibrohim adalah di sisi tembok Ka’bah, kira-kira tengah-tengah antara pojok Hajar Aswad dan Hijir Ismail. Dari tembok Ka’bah ke Maqom Ibrohim jaraknya kira-kira 10-15 m. Kondisi Maqom Ibrohim saat ini sudah disungkup dengan bangunan kaca dan berbentuk rumah kecil.

Maqom Ibrohim

Maqom Ibrohim - berupa batu dengan bekas pijakan sepasang kaki. Menurut ceritera, Maqom Ibrohim adalah batu yang digunakan sebagai "pancatan (Jawa)" oleh Nabi Ibrohim ketika membangun Ka'bah.

Maqom Ibrohim mempunyai posisi penting dalam kaitannya dengan thowaf. Setiap rangkaian ibadah thowaf diakhiri dengan sholat sunnah dua roka’at di belakang Maqom Ibrohim. Yang dimaksud dengan di belakang Maqom Ibrohim adalah posisi dimana kita bisa menarik garis lurus dari Ka’bah, Maqom Ibrohim, dan posisi sholat kita. Jarak antara posisi sholat kita dengan Maqom Ibrohim boleh dekat (misalnya satu sujudan atau sekitar 1 m) atau jauh (tempat yang sekiranya aman untuk melakukan sholat sunnah dua rokaat) dari Maqom Ibrohim. Yang penting bukan jaraknya tetapi dari posisi kita sholat, Maqom Ibrohim dan Ka’bah tetap bisa ditarik garis lurus.
Beberapa hal yang sering kurang pas yang dilakukan oleh JCH dan hal-hal yang sebaiknya dilakukan, berkaitan dengan Maqom Ibrohim antara lain:

(a) DON’T: Mengusap-usap bangunan Maqom Ibrohim dengan tangan atau kain untuk mengharapkan kebarokahan dari bangunan Maqom Ibrohim. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan.

(b) DON’T: Sholat sunnah 2 roka’at dengan jarak satu sujudan dari Maqom Ibrohim (memaksakan sedekat mungkin dengan bangunan Maqom Ibrohim). Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena membahayakan diri sendiri atau mengganggu JCH yang lain.

(c) DO: Carilah tempat sholat sunnah yang aman dari kemungkinan tertabrak oleh JCH lain yang sedang thowaf dan supaya dapat berdoa dengan tenang.

(d) DO: Lokasi di belakang Maqom Ibrohim merupakan lokasi yang makbul setelah Multazam. Untuk itu ketika habis sholat sunnah dua reka’at di belakang Maqom Ibrohim, berdoalah sebanyak mungkin untuk seluruh ummat Islam, untuk keluarga, dan untuk diri sendiri, serta untuk siapa saja yang barangkali menitipkan doa kepada JCH.

Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 30 – Mekkah al-Mukarommah Day 10: Multazam vs. Pintu Ka’bah.

Previous: Entry # 28

(Mekkah al-Mukarommah, 29 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s