MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 4: SCIENTIFIC FACT SEKITAR MASJIDIL HAROM – PART 3 Mengapa Lantai Thowaf Sekitar Ka’bah Dingin?

Haji 2010 – Jurnal Perjalanan: Entry # 24

Barangkali ada jama’ah calon haji (JCH) yang bertanya-tanya, mengapa marmer di lantai sekitar Ka’bah tempat JCH melakukan thowaf tidak pernah terasa panas, meskipun disiang hari bolong atau ketika panas terik matahari? Apakah ini termasuk mukjizat Baitulloh (Ka’bah) yang masih bertahan hingga zaman moderen?

Untuk membuat marmer disekitar Ka’bah tetap terasa dingin meskipun ditengah terik matahari, sehingga JCH yang mau melakukan thowaf disiang hari bolong tidak perlu merasakan telapak kakinya terpanggang diatas batu panas, tidak memerlukan mukjizat. Cukup dengan membuat rangkaian pipa pendingin, semacam yang kita temukan di belakang refrigerator atau air conditioning di rumah-rumah JCH, di bawah marmer yang dipasang disekitar Ka’bah.

Yang membuat marmer tersebut dingin adalah konstruksi pendingin di bawah marmer, menyerap panas yang diterima oleh marmer akibat sinar matahari dan membuangnya di tempat lain. Melalui mekanisme seperti itulah marmer di sekitar Ka’bah dapat dibuat selalu tetap dingin meskipun di atas lantai matahari bersinar sangat terik.

Bayangkan berapa besar energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem pendinginan lantai di sekitar Ka’bah? Bayangkan juga bagaimana kalau sampai sistem pendinginan tersebut gagal berfungsi? Yang jelas pasti akan menyulitkan bagi JCH untuk melakukan thowaf, meskipun thowafnya dilakukan pada malam hari.

Loh… kenapa masih sulit thowaf di malam hari dalam kondisi tanpa pendingin lantai, padahal kan matahari sudah terbenam? Karena marmer tergolong sebagai batu yang akan lambat menjadi panas dan setelah panas akan lambat pula menjadi dingin. Oleh karenanya, jika sistem pendinginnya gagal maka selama seharian marmernya terus-menerus menyerap panas matahari sehingga mencapai suhu yang tidak dapat ditoleransi kulit tubuh manusia. Ketika malam tiba, memang matahari sudah terbenam tetapi karena lambat melepaskan panas maka temperatur marmernya tetap tidak dapat ditolerir oleh tubuh manusia sehingga barangkali thowaf baru bisa dilakukan jauh menjelang dini hari. Dalam hal ini, rentang waktu bagi JCH untuk melakukan thowaf menjadi sangat sempit.

Sekarang bayangkan bagaimana mereka thowaf di zaman Rosulalloh SAW dan para shohabat, yang waktu itu belum ada sistem pendingin di sekitar Ka’bah? Apa kaki para shohabat yang thowaf tidak kepanasan? Well… kalau ini kami hanya bisa menebak saja. Kami bayangkan, pada zaman Rosulalloh SAW, lantai di sekitar Ka’bah masih berupa pasir. Butiran-butiran pasir bukan suatu konduktor/penghantar panas yang baik.

Dengan demikian, panas matahari tidak akan dengan cepat meningkatkan temperatur pasir di sekitar Ka’bah. Berdasarkan hal tersebut, kalau thowaf dilakukan pada pagi hari hingga sekitar pukul 10.00, perkiraan kami temperatur pasirnya masih dapat ditolerir kulit kaki para shohabat. Disamping itu, diantara butiran pasir juga terdapat udara yang memfasilitasi pasir di lapisan yang lebih bawah panasnya lebih rendah dari yang lapisan atas. Butiran pasir yang kecil-kecil juga memfasilitasi cepatnya pelepasan panas oleh pasir, dalam hal ini berarti thowaf juga dapat dilakukan di waktu sore atau menjelang malam hari. Itu tebakan kami loh…, kebenarannya… Wallohu a’lam. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 25 – Mekkah al-Mukarommah Day 5: Scientific Fact Sekitar Masjidil Harom – Part 4

Previous: Entry # 23 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 3: SCIENTIFIC FACT SEKITAR MASJIDIL HAROM – PART 2. Mengapa Merpati Harom Semua Biru?

(Mekkah al-Mukarommah, 24 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s