MEKKAH AL-MUKAROMAH – DAY 1: BAITULLOH (KA’BAH) – PART 3

Haji 2010 – Jurnal Perjalanan: Entry # 21

Selain di empat lokasi yang disebutkan di atas, tidak ada dalil syar’i yang menyebutkan keistimewaan tertentu yang dipunyai oleh bagian-bagian Ka’bah lainnya. Namun demikian, entah karena alasan apa, banyak jama’ah calon haji (JCH) melakukan tindakan-tindakan yang semestinya tidak dilakukan karena berpotensi mengarah kepada perbuatan Syirik kepada Alloh. Contoh-contoh yang sering kita lihat, yang seharusnya tidak dilakukan oleh JCH yang berada di sekitar Baitulloh antara lain:

(1) Bergelantungan di pintu Ka’bah untuk berdoa

Meskipun kita selalu melihat banyak JCH dari berbagai negara berebut tempat untuk berdoa di pintu Ka’bah, secara syar’i sebetulnya tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa pintu Ka’bah merupakan tempat yang makbul untuk berdoa. Kami sendiri heran dan bertanya-tanya, mengapa banyak JCH berebut bergelantungan di bawah pintu Ka’bah untuk berdoa? Seharusnya mereka berebut berdoa di Multazam yang merupakan tempat makbul.

(2) Berebut untuk mencium Rukun Yaman

Di bagian lain yang biasanya JCH berebut untuk menciumnya adalah bagian Rukun Yaman kedua (yang tidak ada Hajar Aswad-nya). Meskipun banyak JCH yang melakukannya, sebetulnya mencium Rukun Yaman ini tidak didasarkan pada dalil syar’i dan tidak ada kefadholannya. Seharusnya JCH tidak perlu berebut dan memaksakan diri melakukannya. Bahkan dalam thowaf, jika JCH tidak bisa mengusap, maka tidak perlu isyaroh tetapi langsung saja mengganti doanya menjadi doa antara Rukun Yaman dan Hajar Aswad.

(3) Menangis dan meratap di tembok Ka’bah

Jika sedang thowaf, jangan heran kalau menjumpai banyak JCH yang menangis dan meratap di tembok Ka’bah, terutama di tembok antara Hijir Ismail dengan Rukun Yaman, antara Hajar aswad dan Hijir Ismail, atau di bagian dalam Hijir Ismail. Meskipun kita melihat banyak JCH dari berbagai negara melakukannya, tidak perlu diikuti karena tidak ada dasar dalil syar’i-nya dan tidak ada riwayat yang menyebutkan kefadholan melakukan hal tersebut.

(4) Mengusap-usap tembok Ka’bah atau Kiswah (selambu penutup Ka’bah) dengan tangan atau kain dan mengusapkannya ke muka atau seluruh badan. Kadang JCH ada yang menuangkan minyak wangi terlebih dahulu ke temboknya, baru diusap-usap. Hal inipun juga tidak ada dasar dalil syar’inya. Apalagi kalau kemudian berkeyakinan bahwa benda yang diusapkan ke dinding Ka’bah akan mendatangkan berkah, maka hal ini sudah menjurus pada kelakuan syirik.

(5) Sholat sunnah pas mepet dengan Ka’bah

Ketika thowaf maka seringkali dijumpai JCH yang bergerombol melakukan sholat sunnah pas mepet dinding Ka’bah, terutama di lokasi antara Hajar Aswad dan Hijir Ismail, sehingga membahayakan diri sendiri dan JCH lainnya yang sedang thowaf. Hal ini semestinya tidak dilakukan karena tidak ada dasar dalil syar’inya, tentang kefadholan melakukan sholat sunnah mepet dinding Ka’bah. Sholat sunnah mepet Ka’bah pahalanya ya sama saja dengan sholat sunnah di bagian manapun di dalam Masjidil Harom (yaitu 100.000x sholat di lndonesia sehingga tidak perlu membahayakan diri sendiri dan orang lain untuk melakukannya.

(6) Memotong atau merobek sebagian kecil dari Kiswah (selambu penutup Ka’bah)

Ketika Kiswah masih dibiarkan bergelantung hingga fondasi Ka’bah, ada JCH yang sengaja mengambil guntingan Kiswah dan menyimpannya. Tindakan tersebut juga tidak mepunyai kefadholan khusus karena tidak ada dalil syar’i yang mendasarinya. Tindakan ini justru mengarah kepada perbuatan syirik jika beranggapan bahwa potongan kiswah yang diambil mampu mendatangkan berkah.

Jika Alloh memberikan kesempatan kepada para pembaca postingan ini untuk datang ke Mekkah dan menyaksikan sendiri keagungan Baitulloh (Ka’bah), maka janganlah ikut-ikutan melalukan hal-hal yang telah disebutkan diatas. Selain tidak ada dasar hukum syar’i yang menyebutkan kefadholan perbuatan-perbuatan yang disebutkan diatas, salah-salah malah bisa menjurus pada kelakuan syirik yang dilarang Alloh. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 22 – Mekkah al-Mukarommah – Day 2: Scientific Fact Sekitar Masjidil Harom – Part 1. Mengapa di Masjidil Harom Tidak Dipasang Karpet?

Previous: Entry # 20 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 1: BAITULLOH (KA’BAH) – Part 2

(Mekkah al-Mukarommah, 21 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to MEKKAH AL-MUKAROMAH – DAY 1: BAITULLOH (KA’BAH) – PART 3

  1. Subhanallah, makasih dah di share tentang perjalanannnya di mekkah al mukarromah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s