MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 3: SCIENTIFIC FACT SEKITAR MASJIDIL HAROM – PART 2. Mengapa Merpati Harom Semua Biru?

Haji 2010 – Jurnal Perjalanan: Entry # 23

Bagi jama’ah calon haji (JCH) yang datang ke Mekkah tahun 2010, mau tidak mau pasti akan melihat banyak burung merpati (burung dara) yang berkeliaran di sekitar Masjidil Harom (dikenal sebagai merpati harom). Jika ada JCH yang sempat memperhatikan dengan sedikit lebih teliti, barangkali JCH akan melihat bahwa warna burung merpati yang berkeliaran tersebut hampir sama, yaitu biru-keabuabuan. Tidak pernah dijumpai merpati dengan warna coklat atau putih atau warna lain diantara warna biru keabuabuan tersebut. Apakah hal ini juga merupakan salah satu mukjizat Masjidil Harom yang masih bertahan hingga zaman moderen ini?

Jawaban dari kenapa semua merpati harom berwarna biru keabuabuan tidak memerlukan mukjizat untuk penjelasannya. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi dari proses seleksi yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja oleh penduduk Mekkah.

Sebelum menjelaskan lebih jauh hal tersebut secara ilmiah, perlu disampaikan terlebih dahulu mengapa ada merpati di Mekkah. Barangkali JCH pernah mendengar ceritera tentang burung Abaabil? Rupanya penduduk Mekkah mencoba mencari representasi burung tersebut di Mekkah. Tetapi karena di Mekkah sendiri tidak ada lagi burung lokal yang survive di jaman moderen ini, maka burung Abaabil direpresentasikan sebagai burung merpati/dara. Burung merpati warna biru keabuabuanlah yang mendekati gambaran burung Abaabil menurut penduduk Mekkah, sehingga hukum di Kota Mekkah secara resmi melarang orang untuk mengganggu atau sampai membunuh merpati yang berwarna biru keabuabuan (haram hukumnya membunuh merpati yang berwarna biru keabuabuan). Kalau yang warnanya lain (putih atau coklat atau yang lain) boleh dibunuh dan dimakan. Akibat dari ketentuan ini, terjadilah secara sengaja atau tidak sengaja proses seleksi yang mempertahankan merpati warna biru.

Kembali kepada pertanyaan mengapa merpati mekkah semuanya berwarna biru? Jawabannya adalah proses seleksi genetik yang mengeliminir sumber gen penentu warna lain dan mempertahankan gen penentu warna biru. Setelah sekian waktu berjalan, akhirnya terjadi proses genetik yang disebut fiksasi – untuk gen penentu warna bulu merpati harom. Ketika telah terfiksasi maka seluruh turunan merpati tersebut otomatis akan mempunyai bulu yang sama, yaitu warna biru keabuabuan, seperti yang kita lihat saat ini. Demikianlah kira-kira penjelasan ilmiah (weh… weh…!) mengapa merpati mekkah warnanya biru keabu-abuan semua. Moga-moga Alloh SWT paring manfaat dan barokah dan semoga informasi ini ada manfaatnya.

Next: Entry # 24 – Mekkah al-Mukarommah Day 4: Scientific Fact Sekitar Masjidil Harom – Part 3.

Previous: Entry # 22 – MEKKAH AL-MUKAROMMAH – DAY 2: SCIENTIFIC FACT SEKITAR MASJIDIL HAROM – Part 1  Mengapa di Masjidil Harom Tidak Dipasang Karpet?

(Mekkah al-Mukarommah, 23 Oktober 2010)

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s