BREAKING NEWS – Part 3: Potensi Masalah Implementasi Kebijakan DIKTI tentang Karya Ilmiah dan Alternatif Solusinya

Beberapa potensi kendala penerapan Surat edaran DIKTI tentang kewajiban publikasi bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 sebelum dapat diluluskan dan berbagai solusi yang dapat diajukan untuk mengatasinya telah menjadi perdebatan secara tidak lagsung di ranah media publik. Berikut adalah sejumlah cuplikan yang diambil dari media – Part 1:

1. Potensi masalah:

Jumlah Jurnal Ilmiah Masih Sangat Minim” (http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/07/15455189/Jumlah.Jurnal.Ilmiah.Masih.Sangat.Minim)

Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) Sri Hartinah mengatakan, jumlah jurnal ilmiah nasional terakreditasi yang dimiliki Indonesia masih sangat rendah. Dalam catatan LIPI, hingga saat ini, jumlah jurnal ilmiah (cetak) di Indonesia hanya sekitar 7.000 buah. Dari jumlah tersebut, hanya 4.000 jurnal yang masih terbit secara rutin, dan sedikitnya hanya 300 jurnal ilmiah nasional yang telah mendapatkan akreditasi LIPI (JAKARTA, KOMPAS.com ).

2. Dijawab dengan solusi:

Nuh: Kalau Jurnalnya Kurang, Ya Dibuat…” (http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/07/09565324/Nuh.Kalau.Jurnalnya.Kurang.Ya.Dibuat…)

Menurut Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh), kekhawatiran akan terbatasnya jumlah jurnal ilmiah bisa diatasi dengan membuat media (jurnal) baru. Proses pembuatan jurnal ilmiah, ujar dia, tidak sulit. “Kalau medianya (jurnal) kurang, ya, dibuat saja. Karena membuat jurnal itu mudah,” kata Nuh, Senin (6/2/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Saat akan membuat jurnal ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia (PDII) memiliki tugas mengelola daftar jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah dinyatakan resmi ketika memiliki international standard serial number (ISSN). “Proses membuat jurnal ilmiah gratis dan tak sampai seminggu. Daftarkan ke LIPI, beri nama agar dicek supaya tidak dobel. Cantumkan juga nama editornya. Setelah dapat ISSN berarti jurnal tersebut telah sah,” ujar Nuh.

Menurutnya, pembuatan jurnal ilmiah akan menciptakan rentetan yang luar biasa. Para dosen yang namanya tercantum sebagai editor akan berpikir lebih keras demi menciptakan jurnal ilmiah yang berkualitas. Untuk memperoleh akreditasi Dikti, setiap jurnal ilmiah harus memenuhi tiga hal yang menjadi penilaian utama, yaitu kontiniunitas, konten, dan distribusi. “Semudah itu sehingga produktivitas kita dalam publikasi jurnal ilmiah akan naik secara nasional, ataupun internasional,” kata Nuh. Sementara itu, tambahnya, makalah mahasiswa yang dipublikasikan dapat dimuat dalam jurnal fakultas yang tersedia di tiap universitas. Jika belum tersedia, universitas dapat mendaftarkan jurnal ilmiah yang akan dibuatnya melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (JAKARTA, KOMPAS.com)

3. Kesimpulan:

Apakah dengan demikian problem teratasi? Jika anda tertarik, silakan berikan komentar anda di kolom “Comments”

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab, Publications and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to BREAKING NEWS – Part 3: Potensi Masalah Implementasi Kebijakan DIKTI tentang Karya Ilmiah dan Alternatif Solusinya

  1. Dewi says:

    Terimakasih Pak Dar, saya ingin mengomentari pernyataan Pak Menteri, kalau sekadar membuat nama jurnal dan mendapatkan ISSN memang mudah. Tetapi yang sulit adalah menjaga kontinuitas, konten dan distribusi jurnalnya. Mudah-mudahan saja peraturan yang baru tersebut bisa membantu pengelola jurnal ilmiah dalam menjaga kontinuitas, konten dan distribusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s