BREAKING NEWS Part 5: BEBERAPA SOLUSI DIANTARA KONTROVERSI TERKAIT KEBIJAKAN DIKTI WAJIB PUBLIKASI ILMIAH BAGI MAHASISWA

Kebijakan untuk menulis karya ilmiah yang dipublikasikan oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 sebelum dapat dinyatakan lulus masih merupakan topik hangat dalam berbagai media atau dalam twitter entry dari Ditjen DIKTI, Kemdiknas.Kontroversi mengenai masalah tersebut kelihatannya masih akan berlanjut.

Yang harus dipertanyakan adalah apa yang harus dilakukan jika saya adalah mahasiswa S1, S2 atau S3? Mungkin beberapa jawaban sederhana berikut ini dapat membantu anda menentukan tindakan apa yang harus anda ambil menyikapi masalah kebijakan publikas ilmiah tersebut.

  • Solusi 1: Usahakan untuk lulus (menyelesaikan) studi anda sebelum Agustus 2012. Apapun nantinya keputusan final yang akan diambil oleh DIKTI atau perguruan tinggi di tempat anda kuliah, tidak akan berpengaruh pada anda jika anda telah menyelesaikan studi S1, S2, atau S3 sebelum bulan tersebut!
  • Solusi 2: Segera tulis satu karya ilmiah dan segera kirimkan ke jurnal ilmiah target. Jika telah diantisipasi bahwa pada bulan Agustus 2012 anda tidak dapat menyelesaikan kuliah, maka sekaranglah saatnya anda segera menuliskan sebagian dari skripsi S1/thesis S2/disertasi S3 menjadi karya ilmiah dan segera kirimkan karya ilmiah tersebut ke jurnal ilmiah target. Umumnya akan memakan waktu antara 5-6 bulan untuk menerbitkan satu karya ilmiah ke dalam jurnal ilmiah (dengan catatan tidak ada antrian!). Pada saatnya kebijakan tentang publikasi ilmiah tersebut benar-benar diberlakukan – anda telah mempunyai publikasi ilmiah yang dipersyaratkan.
  •  Solusi 3: Segera laksanakan pengumpulan data sebagai bahan penulisan karya ilmiah. Jika anda bertanya: “Bagaimana bisa segera menulis karya ilmiah jika bahan-bahan atau datanya saja belum terkumpul?” Tentu saja jawaban dari pertanyaan tersebut ya jelas tidak bisa! Oleh karena itu, segera berdiskusi dengan pembimbing skripsi/thesis/disertasi anda untuk mencari alternatif rencana penelitian yang dapat dieksekusi dengan segera dan dijadikan sebagai dasar penulisan karya ilmiah.
  • Solusi 4: Segera susun/bentuk komisi pembimbing untuk skripsi/thesis/disertasi. Jika anda bertanya: “Bagaimana bisa mendiskusikan rencana skripsi/thesis/disertasi jika komisi pembimbingnya saja belum terbentuk?” Tentu saja tidak bisa! Oleh karena itu, segera cari informasi tentang siapa saja yang menurut anda dapat diajak bekerjasama dengan anda dalam hal pencarian alternatif rencana skripsi/thesis/disertasi. Ingatlah bahwa yang kuliah adalah anda dan bukan dosen/dosen pembimbing anda! Sehingga dalam hal menentukan dosen pembimbing dan mencari alternatif rencana skripsi/thesis/disertasi, hendaklah difikirkan betul dengan menjadikan target penyelesaian kuliah anda (dan penyelesaian semua persyaratan yang diperlukan – termasuk harus bisa publikasi jika ketentuan ini telah diberlakukan) sebagai bahan pertimbangan utama! Oleh karena itu, pertimbangkan betul dari segala sisi ketika anda akan mengusulkan tim komisi pembimbing dan judul skripsi/thesis/disertasi karena hal ini merupakan langkah awal dari keberhasilan (atau bisa juga kegagalan) anda dalam penyelesaian kuliah.
  • Solusi 5Fikirkanlah kuliah anda dulu dan raihlah IPK (Nilai Mutu) perkuliaahan yang sebaik-baiknya. Terakhir, jika anda bertanya: “Bagaimana bisa segera membentuk Tim Komisi Pembimbing jika saya baru saja masuk atau menyelesaikan kuliah semester 1?” Kalau ini solusinya sangat mudah, belajarlah dengan baik dan selesaikan kuliah anda dahulu sehingga anda mendapatkan IPK (nilai mutu) hasil kuliah yang sebaik-baiknya. Selanjutnya ikuti tahapan berfifir dan solusi permasalahan seperti yang diuraikan sebelumnya. Jangan lupa sambil berdoa: (1) “Semoga pada saat anda menjelang lulus nantinya semua sarana-prasarana yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan publikasi ilmiah telah tersedia dengan baik sehingga termudahkan bagi anda untuk melakukannya,” (2) “Semoga pada anda menjelang lulus nanti kembali muncul ide-ide baru dan cemerlang dari para policy makers di Kantor DIKTI, sehingga dari hal tersebut akan keluar kebijakan baru yang lebih me mudakan bagi mahasiswa untuk lulus!” dan atau (3) “Semoga pada saatnya nanti telah terjadi pergantian pejabat pembuat kebijakan di DIKTI yang tidak lagi melihat publikasi karya sebagai kebijakan yang harus dilakukan oleh mahasiswa S1/S2 dan atau s3.”

Adapun ajakan bagi staf pengajar dan dosen yang terkait dengan penyelesaian studi mahasiswa S1, S2, dan S3, ayo kita bantu mahasiswa sehingga mereka tidak hanya selesai kuliahnya tetapi juga mampu menjadi lulusan yang mempunyai nilai lebih dan mampu berkarya serta mendapat penilaian sangat baik di masyarakat umumnya. Semua itu memerlukan kerja keras dan kerja cerdas kita semua.

Demikianlah hasil renungan pagi, sambil menunggu waktu sholat Dhuha, yang sempat terlintas di pikiran pada hari yang cerah – Senin 20 Februari 2012. Semoga ada manfaatnya bagi kolega yang sempat membaca posting ini.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Kiat-Kiat dalam Berbagai Hal (How-to Stuffs), Publications and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s