BREAKING NEWS Part 6: Kontroversi Masalah Kewajiban Menulis Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa Masih Berlanjut

Kebijakan untuk menulis karya ilmiah yang dipublikasikan oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 sebelum dapat dinyatakan lulus masih merupakan topik hangat dalam berbagai media atau dalam twitter entry dari Ditjen DIKTI, Kemdiknas. Kontroversi mengenai masalah tersebut kelihatannya masih akan berlanjut.

Berikut adalah beberapa contoh informasi terkini terkait dengan topik tersebut. Silakan disimak, siapa tahu ada manfaatnya bagi anda – mahasiswa S1, S2, atau S3 dan bagi staf pengajar yang membimbing mahasiswa.

  1. Feb. 19: Karya Ilmiah di Jurnal Tak Bisa Dihindari http://j.mp/A50cTa (kompas.com) – “Mahasiswa calon sarjana pasti bisa membuat karya ilmiah untuk dimuat di jurnal, kecuali kalau skripsinya dibuatkan orang lain,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Santoso kepada wartawan di Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/2/2012).
  2. Feb. 19: Jurnal Tingkatkan Tanggung Jawab Dosen http://j.mp/yE0Emx (Suara Merdeka Cetak) – “Dengan begitu akan memaksa dosen-dosen untuk lebih serius dalam melakukan bimbingan. Karena, nama dosen itu akan ada dalam jurnal. Begitu juga dengan mahasiswanya,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, di Gedung Kemdikbud.
  3. Feb. 19: Guru Besar UI: Beri Tenggat Bagi PT untuk Terapkan Jurnal Ilmiah http://j.mp/z8qpyN (detiknews.com) -Guru Besar Universitas Indonesia Prof Dr dr med Akmal Taher SpU(K), setuju kebijakan jurnal ilmiah sebagai syarat lulus SI, S2 dan S3. Ia usul universitas yang belum mampu menerapkan diberi tenggat waktu agar tidak ada jurnal ilmiah abal-abal. “Sebagai policy, saya setuju sekali. Tinggal tahapannya, detailnya seperti apa. Apa Agustus ini bisa diterapkan atau tidak. Memang ini terkesan sedikit dipaksa. Tetapi, memang kita butuh hal seperti ini. Saya sangat yakin policy ini betul,” papar Akmal.
  4. Feb. 19 : Agar Tak Asal-asalan, Harus Disiapkan Jurnal Ilmiah Berkualitas http://j.mp/w3RmDd (detiknews.com) – Kebijakan yang mensyaratkan kelulusan S1-S3 dengan menulis di jurnal ilmiah dinilai tidak mudah. Wadah atau jurnal yang bagus harus disiapkan Kemendiknas agar jurnal ilmiah tak dibuat asal-asalan. “Di luar negeri semua seperti itu (lulus dengan syarat menulis jurnal). Namun saya cenderung tidak setuju karena belum ada wadah atau jurnalnya,” ujar Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia, Febry HJ Dien.
  5. 19 Feb. : PT Islam Dukung Jurnalisasi Karya Mahasiswa http://is.gd/HsnLPx (kompas.com). Perguruan tinggi Islam yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mewajibkan bakal lulusan S-1, S-2, dan S-3 menyetorkan tulisan untuk dimuat dalam jurnal ilmiah.
  6. Feb. 18 : Mendikbud: Tak Ada Sanksi Universitas Tolak Jurnal (metrotvnews.com). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan, tidak akan memberi sanksi universitas yang menolak surat edaran Ditjen Dikti tentang kewajiban publikasi artikel di jurnal ilmiah bagi calon sarjana S-1, S-2, dan S-3. “Kalau ada (universitas) yang menolak (jurnal ilmiah), nggak apa-apa. Kita tidak memberikan sanksi, tapi kita jelaskan dulu, karena mereka belum paham,” kata Nuh di sela-sela Kongres I Ikatan Sarjana NU di Unisda, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (18/2).
  7. Feb. 16 : Jurnal Ilmiah Dorong Peningkatan Kualitas Mahasiswa http://j.mp/xbqxO2 (suaramerkedka.com) – Pembantu Ketua (Puket) I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Blora, Sofa Muthohar MAg mengutarakan, tidak serta merta menolak kebijakan tersebut. “Saya yakin, kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Ini bukan hal yang tidak mungkin diwujudkan, hanya perlu waktu,” katanya.
  8. Feb. 16 : Pengamat: Kebijakan Dikti Bisa Tekan Tindakan Plagiat (republica.co.id) – Pengamat pendidikan pada Universitas Udayana Dr Ir Putu Rumawan Salain menilai rencana kebijakan Dirjen Dikti pada Kemendikbud yang mewajibkan mahasiswa memuat hasil penelitian pada jurnal ilmiah dapat menekan tindakan plagiat.
  9. Feb. 16 : Jurnal Ilmiah Latih Tanggung Jawab Mahasiswa http://is.gd/MeNRp1 () – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengungkapkan, keputusan pemerintah untuk mewajibkan para mahasiswa S1 untuk membuat jurnal ilmiah guna melatih mahasiswa bertanggung jawab atas apa yang dibuatnya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab, Publications and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s