BREAKING NEWS 7: Masih tentang Berbagai Informasi dari Media Terkait Kewajiban Publikasi oleh Mahasiswa S1, S2, dan S3

Info kebijakan DIKTI tentang kewajiban untuk menerbitkan publikasi ilmiah bagi mahasiswa S1. S2, atau S3 yang akan lulus setelah Agustus 2012, ternyata masih menjadi topik hangat bagi berbagai media cetak dan online. Berikut berbagai informasi yang dikutip dari media tentang hal tersebut.

Kamis, 23 Februari 2012 | 20:39 WIB: Jurnal Ilmiah Mengubah Budaya Tutur ke Tulis

TEMPO.CO, Jakarta-Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan jurnal ilmiah mengubah Bangsa Indonesiadari bangsa bertutur menjadi bangsa yang menulis. “Ini urusan besar, kami harus ubah budaya tutur menjadi menulis,” kata Djoko kepada Tempo di gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis, 23 Februari 2012.

Friday, 24 February 2012: Membuat Artikel Ilmiah Tak Sulit

SINDO – SEMARANG– Untuk membuat Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti) Jakarta tidaklah sulit. “Sangat mudah sekali tinggal cari laporan-laporan, ganti formatnya, kirimkan, tunggu, kemudian ambil reward-nya,” ujar staf ahli Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Tommi Yuniawan di sela workshop Wujudkan Karya Intelektual Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tulis (PKM-GT) di Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial, Kampus Sekaran, kemarin.

Kamis, 23 Pebruari 2012 11:36 WIB: ‘Sosialisasi Jurnal Ilmiah Kurang Jelas’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meski gencar dilakukan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sosialisasi terkait kewajiban mahasiswa membuat jurnal ilmiah dinilai kurang jelas. Sebab, menurut Rektor Universitas Atmajaya, Lanny Pandjaitan, kebijakan tersebut sebenarnya merupakan hal yang baik. “Rasanya kontroversi itu disebabkan miskomunikasi saja. Saya sudah menyarankan (kepada Kemendikbud) supaya kebijakan tersebut diperjelas,” kata Lanny kepada wartawan usai bertemu Wapres Boediono di Istana Wapres, Kamis (23/2) pagi.

Februari 24, 2012: Publikasi Karya Ilmiah Sudah Jadi Arahan Sejak 2010

Jakarta – Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 27 Januari 2012 tentang kewajiban publikasi karya ilmiah, bukan hal baru. Wacana penerbitan karya dalam jurnal ilmiah sudah ada sejak dua tahun lalu, karena telah menjadi arahan Menteri Pendidikan Nasional saat Rembuk Nasional Pendidikan 2010. “Artinya ini bukan sesuatu yang mendadak,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di kantornya, pada Kamis (23/02) sore.

Jum’at, 24 Februari 2012 , 18:18:00: “Jurnal Ilmiah Bukan Kebijakan Baru”

JAKARTA–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menerangkan, kewajiban para sarjana S1, S2, dan S3 untuk membuat suatu jurnal ilmiah merupakan kebijakan yang sudah dibahas sejak 2 tahun yang lalu. Akan tetapi, penerapannya baru mulai dilakukan pada tahun 2012 ini.

Jumat, 24 Februari 2012 | 21:38 WIB: Tradisi Meneliti dan Menulis Harus Didorong

JAKARTA, KOMPAS.com – Tradisi menulis dan meneliti di perguruan tinggi diyakini terus menguat. Sejalan dengan itu, pendidikan di sekolah hingga perguruan tinggi didorong untuk memacu kreativitas, inovasi, dan enterpreneurship anak-anak muda bangsa. Insya Allah dengan kebijakan baru yang akan diterapkan, karya tulis dan karya ilmiah kita akan semakin tinggi nilainya.

Jumat, 24 Pebruari 2012 16:45 WIB: Jurnal Ilmiah Lebih Efisian dari Skripsi

REPUBLIKA.CO.ID, POTIANAK – Pemerhati Pendidikan dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, Dr Aswandi menyatakan, rencana Untan mengganti tugas akhir mahasiswa dari skripsi menjadi jurnal ilmiah dinilai lebih efisien dari hasil tugas akhir mahasiswa sebelumnya. “Memang Rektor Untan Thamrin Usman berencana untuk menghapus kewajiban membuat skripsi. Sebagai gantinya, mahasiswa harus membuat tugas akhir berupa artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal elektronik online,” kata Aswandi di Pontianak, Jumat (24/2).

25 Februari 2012: Buat Artikel, Mahasiswa Akan Terima ’’Reward’’

SEMARANG- Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti) menyediakan reward atau penghargaan untuk setiap artikel yang dibuat mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Artikel Ilmiah (PKM-AI). Syaratnya, kualitas artikel harus bagus dan layak diterbitkan di jurnal ilmiah mahasiswa atau e-jurnal milik Dikti.

Minggu, 26 Pebruari 2012 19:12 WIB: IPB Kesulitan Cegah Plagiarisme dari Luar

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki berbagai cara memerangi aksi plagiat oleh mahasiswanya. Namun, salah satu perguruan tinggi ternama di tanah air itu masih kesulitan membendung praktik penjiplakan dari pihak luar kampus.Dekan Fakultas Pertanian IPB, Ernan Rustiadi, mengatakan rencana pemerintah memberlakukan publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan dapat mencegah dan mengurangi plagiarisme yang tengah marak di dunia akademik Indonesia. Namun, jika kebijakan itu dilakukan secara tidak tepat dan cermat, bukan tidak mungkin akan berdampak sebaliknya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Serbaneka Info and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s