Ketahuan [Diduga Berpotensi Melakukan] Plagiat? Hati-Hati! Tidak Hanya Diri Pribadi Tetapi Institusi dan Semua Dosen Di Institusinya Akan Terkena Hukumannya

Say No to plagiat

Bagi akademisi, kejujuran merupakan nilai yag harus dijunjung tinggi. Tindakan plagiat merupakan tindakan yang sangat tidak terhormat bagi akademisi. Jangat sampai ada peluang sedikitpun tindakan plagiat dalam karya ilmiah yang dihasilkan akademisi agar selamat dari isu plagiat.

Masalah PLAGIARISME merupakan salah satu fenomena yang akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam oleh DIKTI. Tidak tanggung-tanggung dalam memberikan sangsi, jika seorang akademisi dari satu perguruan tinggi ketahuan [Diduga Berpotensi Melakukan] Plagiat, maka sangsinya tidak hanya diberikan kepada yang bersangkutan sebagai pribadi. Ada sangsi yang lebih luas dan lebih berat bagi institusi dan semua akademisi yang ada di institusi tempat pagliator tersebut bekerja. Dengan kata lain, yang bersangkutan akan mendapat sangsi, institusi tempatnya bekerja akan mendapat sangsi, dan semua akademisi lainnya (yang sebagian besar mungkin bekerja dengan jujur dan tidak melakukan tindakan plagiat!) juga akan terkena hukumannya. Untuk itu, berhati-hatilah dalam berkarya, jangan sampai membuat karya yang berpotensi ada yang akan mengklaim bahwa karya tersebut adalah plagiat dan lebih-lebih lagi jangan sampai menyengaja untuk melakukan tindakan plagiarisme.

Coba kita sama-sama simak petikan tulisan berikut yang berasala dari Harian Seputar Indonesia, edisi Kamis, 01 Maret 2012 di bawah ini:

———————————————

Dosen UPI Diduga Jiplak Karya Tulis (Thursday, 01 March 2012 – Harian Seputar Indonesia)

BANDUNG – Tiga dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diduga melakukan praktik plagiarism hasil karya yang ajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjadi guru besar. Kejadian memalukan institusi pendidikan ini telah sampai ke Dikti Kemendikbud, meski belum mengantongi nama-nama dosen yang bersangkutan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan identitasnya, akibat kejadian ini UPI menerima moratorium dari Dikti. ”Dari tiga dosen itu,salah satunya plagiat dari hasil karya Universitas Padjadjaran (Unpad). Selama satu tahun UPI tidak boleh mengajukan guru besar dan semua dosen tidak bisa naik golongan atau pangkat,” ujarnya,kemarin.

(Untuk informasi lengkap, klik link ini atau judul Harian Seputar Indonesia)

———————————————

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari informasi tersebut? Beberapa poin berikut mungkin dapat dijadikan sebagai renungan:

  1. Dari sisi kacamata kita sebagai akademisi, pahami betul apa itu plagiarisme dan apa-apa yang berpotensi menimbulkan permasalahan plagiarisme. Bisa jadi, berbagai masalah terkait plagiarisme tersebut berawal dari ketidakfahaman akademisi terhadap batasan-batasan plagiarisme. Sebagai contoh: dalam tulisan ilmiah, menyitir tulisan orang lain merupakan tindakan yang sah-sah saja. Dengan catatan tentu saja harus menyebutkan sumber yang disitir. Menurut pendapat saya: “Menyitir tulisan orang dengan tidak mencamtumkan sumbernya termasuk salah satu bentuk tindakan plagiat.” Demikian juga, seorang akademisi (Si A) menyitir pendapat orang (si C) – tanpa membaca langsung karya tulis si C, tetapi dilakukan dengan mengcopy-paste dari karya tulis si B. Menurut saya: “Ini juga tergolong sebagai salah satu bentuk tindakan plagiat.” Dari hal tersebut tersirat antara plagiat dengan tindakan yang sah sungguh tipis perbedaannya.
  2. Jika kita melakukan kegiatan yang sifatnya kolaborasi, seperti antara dosen pembimbing dengan mahasiswa, antara dosen yang satu (Si A) dengan dosen yang lain (Si B), atau antara seorang dosen (Si A) dengan seorang peneliti dari Lembaga Penelitian Non-Departemen (Si C), ada baiknya sejak awal kegiatan (atau bahkan sebelum dimulai atau bahkan lebih awal lagi – sejak mau menyusun proposal kegiaatan) maka posisi masing-masing partisipan supaya didiskusikan dengan jelas apa hak dan kewajibannya. Termasuk hak dan kewajiban yang terkait denga karya tulis yang dihasilkan. Jika kesepakan telah dibuat (lebih afdhol lagi jika dibuat tertulis, diberi materai, atau bahkan dilakukan dengan disaksikan notaris) maka potensi masalah yang mungkin timbul di belakang hari akan dapat diperkecil.
  3. Penjelasan lebih lanjut dari poin 2, dapat saja seorang pembimbing yang bekerjasama dengan seorang mahasiswa menerbitkan hasil kegiatannya sebagai karya sang dosen. Dapat juga terjadi sebaliknya, sang mahasiswa yang menerbitkan karya hasil kerjasama dalam proses pembimbingan tersebut sebagai karyanya seorang diri. Hal yang sama juga dapat terjadi dalam tindak lanjut hasil kerjasama antar dosen dengan dosen lainnya atau antara dosen dengan peneliti LPND atau sebaliknya. Lebih lanjut – jika kesepakatan telah dibuat mengenai hak dan kewajibannya, tentu saja memperkecil peluang bagi si “Mahasiswa” mengklaim bahwa dosennya telah melakukan plagiat dengan membuat karya ilmiah atas nama sang dosen menggunakan data skripsi/thesis/disertasi si mahasiswa. Dan kombinasi contoh lainnya.
  4. Bagi Tim Pemeriksa Hasil Karya Ilmiah (TPHKI) masing-masing institusi, tugas mulia anda menjadi semakin berat. Berkaitan dengan hal tersebut, TPHKI diharapkan betul-betul bisa menyaring akademisi nakal yang melakukan tindakan plagiat melalui karya ilmiah ybs. Jika TPHKI tidak berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, bisa jadi karya ilmiah hasil plagiat terloloskan ke tahapan lebih lanjut. Jika pada tahapan selanjutnya ternyata ketahuan bahwa karya tersebut ternyata plagiat, tentu saja akan menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana kinerja TPHKI dalam mereview karya ybs? mengapa karya plagiat bisa diloloskan?” dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya, yang sebetulnya belum tentu kesalahan dari TPHKI. Itulah mengapa saya nyatakan bahwa tugas yang diemban TPHKI menjadi semakin berat.
  5. Bagi institusi, perlu mengembangkan budaya kejujuran dalam pembuatan karya ilmiah dan perlu membuat kebijakan-kebijakan yang menutup semua kemungkinan adanya celah bagi akademisi untuk melakukan kegiatan plagiat. Ingatlah, jika salah satu anggota akademisi dari suatu institusi ketahuan melakukan tindakan plagiat, maka seluruh civitas academika institusi tersebut akan kena dampaknya. Sebagaimana yang diberitakan di Harian Seputar Indonesia di atas, semua staf akademisi di institusi yang diberitakan akan terkena moratorium – tidak bisa naik pangkat atau golongan selama satu tahun, termasuk semua akademisi yang selalu jujur dan tidak plagiat dalam membuat karya ilmiah.
  6. Terakhir, kembali untuk akademisi, pahami betul apa yang berpotensi menyebabkan klaim plagiat akan diarahkan ke anda sekalian dan tinggalkan sejauh-jauhnya hal tersebut. Ingatlah, meskipun dalam beberapa tahapan tindakan plagiat yang dilakukan bisa saja tidak ketahuan, tetapi suatusaat hal tersebut bisa saja diketahui oleh orang lain. Dan jika itu terjadi, ingatlah bahwa yang akan menanggung akibatnya bukan hanya anda sendiri tetapi juga teman sejawat di departemen, di Fakultas, dan bahkan di seluruh institusi tempat anda bekerja.
  7. Menyitir frasa penutup dari salah satu acara di televisi: “WASPADALAH.”

Semoga informasi ini ada manfaat dan barokahnya. Bagi anda yang mau sharing opinion tentang topik ini, silakan berikan komentar langsung ke colom “comments’ di laman ini (mohon jangan dikomentari di link yang didistribusikan🙂

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Publications, Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s