Mencurahkan Isi Hati, Kemarahan, atau Rasa Benci Dalam Email? Hati-hati! Anda Bisa Dijerat Dengan Undang-Undang ITE

Undang-undang ITE sempat menjadi kontroversi karena menjerat seorang pasien sebuah rumah sakit akibat ybs mengirimkan email berisi curahan hati tentang layanan rumah sakit tertentu. Rupanya fihak manajemen rumah sakit menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan pencemaran nama baik bagi rumah sakitnya. InsyaAlloh readers sudah tahu apa masalahnya dan bagaimana akhir dari berita tersebut.

Baru-baru ini juga terjadi kasus yang menggunakan pasal dalam Undang-undang ITE untuk menuntut kepada fihak lain berdasarkan email yang dikirimkan oleh fihak lain tersebut, karena isinya dianggap mencemarkan nama baik. Untuk itu, berhati-hatilah dalam menuliskan apa yang ada dalam kepala atau hati anda (CURHAT!) ke dalam email, jangan sampai karena terlalu bersemangan menuliskannya akhirnya membuat orang yang terkait dengan isi email tersebut dan menganggapnya sebagai fitnah atau pencemaran nama baik. Jika itu terjadi, anda bisa kena jeras dengan pasal-pasal tertentu yang ada dalam Undang-undang ITE.

Coba kita sama-sama simak petikan tulisan berikut yang berasal dari Jawa Pos National Network, edisi Kamis,  Rabu, 29 Februari 2012 , 11:56:00 di bawah ini:

KRIMINAL – Email Bisa Menjadi Barang Bukti (Jawa Post National Network)

JIKA Anda mengirim email, harap berhati-hati. Salah-salah bisa terjerat UU ITE. Seperti yang menimpa Dirut PT IDB Bio Research Development, Daved Baek, warga negara Korea Selatan. Tersangka Baek dituduh telah melakukan pencemaran nama baik melalui email kepada teman bisnisnya berinisial BD, di luar negeri. Baek dikenakan UU ITE karena menyebarkan fitnah melalui email ke banyak orang. Kasus tersebut saat ini ditangani Satuan Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya.

(Untuk informasi lengkap, klik link ini atau judul Jawa Post National Network)

———————————————

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari informasi tersebut? Beberapa poin berikut mungkin dapat dijadikan sebagai renungan:

  1. Hati-hati terhadap apa yang anda tulis dalam surat elektronik (email). Sekali anda klik tombol kirim, maka curahan hati, kemarahan atau kebencian, atau apapun yang anda sudah tuliskan tidak akan bisa ditarik kembali. Orang yang menerima email, bisa saja menyebarkan email anda ke temannya, dst. dst. yang bisa saja salah seorang dari penerima ada yang merasa tersinggung dan memperkarakan isi surat elektronik anda tadi di pengadilan atas dasar pasal-pasal tertentu dalam UU ITE.
  2. Hindari menjelek-jelekkan orang lain atau mencaci maki orang atau menyebarkan ceritera yang belum tentu benar tentang diri seseorang (singkatnya: jangan menggunjing/ghibah) melalui email, karena email anda bisa dijadikan sebagai barang bukti yang dapat digunakan orang untuk menuntut anda ke muka pengadilan melalui pasal-pasal dalam UU ITE.
  3. Jika anda tidak bisa mencegah kebiasaan poin 2 di atas, jangan gunakan internet (jangan berkirim email). Menggunjing secara lisan saja sudah jelek, apalagi menuliskan gunjingan dalam email yang berpotensi tersebar lebih bebas sehingga bisa saja target gunjingan yang dibicarakan secara sengaja atau tidak sengaja dapat membaca email yang bersangkutan.
  4. Pelajari etika dalam menggunakan media internet sehingga anda dan kontak elektronik anda akan merasa nyaman dalam saling berkomunikasi. Jika anda dan kontak anda merasa nyaman, maka saling-interaksi yang terjadi juga akan aman.
  5. Jika anda merasa nyaman dan bisa menjaga kelakuan dalam berinternet,tentu anda tidak termasuh dalam orang yang sebaiknya tidak menggunakan internet. Silakan berinternet-ria dengan tetap menjaga etika dalam berinternet.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Mencurahkan Isi Hati, Kemarahan, atau Rasa Benci Dalam Email? Hati-hati! Anda Bisa Dijerat Dengan Undang-Undang ITE

  1. Terimakasih infonya pak. Hal tersebut penting untuk mengingatkan kita semua bahwa di era komunikasi yang semakin maju ini bisa berdampak positif atau negatif. Menurut saya selain via email, media FB yang menjadi media ‘CURHAT’ saat ini, juga sangat berpotensi menyebabkan masalah kalau tidak mawas diri dalam menggunakannya.

  2. Aser Yalindua says:

    Saya juga menyampaikan terima kasih atas nasihat bapak, tentang etika berinternet, karena media ini sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini sehingga tidak menutup kemungkinan bisa tersandung pada sesuatu yang kita tidak sadari dan pada gilirannya dapat merugikan diri sendiri maupun org lain seperti contoh kasus yang sudah di kemukakan di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s