Sebaiknya Apa Hukuman Bagi Akademisi Yang Terbukti Melakukan Plagiat? Yang Pantas – Administratif atau Sampai Harus Dipecat?

Say No to plagiat

Bagi akademisi, kejujuran merupakan nilai yag harus dijunjung tinggi. Tindakan plagiat merupakan tindakan yang sangat tidak terhormat bagi akademisi. Jangat sampai ada peluang sedikitpun tindakan plagiat dalam karya ilmiah yang dihasilkan akademisi agar selamat dari isu plagiat.

Setelah isu plagiat kembali menghiasi khasanah media di Indonesia, pertanyaan yang muncul berikutnya adalah: “Apakah hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada seorang akademisi yang terbukti melakukan tindakan plagiat?” Yang pantas, apakah yang bersangkutan cukup diberikan hukuman administratif? ataukah sampai harus dipecat? ataukah harus dikenakan hukuman badan? Barangkali setiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda-beda terhadap pertanyaan yang sama tersebut. Termasuk para akademisi yang membaca posting ini pun, pasti mempunyai pendapatnya masing-masing.

Dengan menyimak berita yang ada di media pun kita bisa melihat bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut memang juga masih merupakan sebuah kontroversi. Dalam kasus di perguruan tinggi negeri di Bandung, hukuman yang diberikan oleh senat akademik adalah diturunkan jabatan dan pangkanya dan dicabut persetujuan usulan kenaikan jabatan guru besarnya. Selanjutnya, kalau menurut usulan salah satu alumni dari perguruan tinggi negeri tersebut, yang bersangkutan seharusnya dicopot dari kedudukannya sebagai pegawai negeri.

Apapun bentuk hukuman yang diberikan kepada seorang akademisi yang melakukan tindakan plagiat, seharusnya mempunyai dampak pencegahan (deterrent) dengan tetap mempeetimbangkan asas kepatutan. Tentu saja jika hukuman yang diberikan terlalu ringan, tidak akan membuat atau memberi dampak akademisi lain menjadi jera atau takut untuk melakukannya. Sebaliknya kalau hukumannya terlalu berat (seperti harus dipecat dari PNS!) sepertinya juga terlalu ekstrim.

Dari satu sisi, tindakan plagiat adalah suatu pelanggaran akademik yang merupakan norma dalam dunia pendidikan. Jika diambil analogi dalam kehidupan bermasyarakat secara umum, pelanggaran norma dalam kehidupan bermasyarakat yang dilakukan oleh anggota komunitas umumnya tidak diberikan hukuman secara fisik. Sebagai contoh, orang yang melanggar ketentuan adat dihukum dengan dikucilkan dari komunitas adatnya. Bentuk hukuman seperti itu bagi kalangan tertentu, justru lebih berat dibandingkan dengan hukuman yang bersifat fisik. Dalam kenyataannya, anggota komunitas justru sangat takut dengan hukuman seperti itu sehingga tidak akan berani melanggar. Dalam hal ini, sistem yang telah sangat baik berjalan adalah yang dipraktekkan oleh masyarakat adat di Bali.

Plagiat adalah suatu tindakan yang melanggar norma akademik dan kode etik seorang akademisi. Hukuman yang diberikan seharusnya setara dengan hukuman terhadap pelanggaran norma-norma yang umum dilakukan di masyarakat kita. Meskipun hukumannya tidaklah harus bersifat fisik, bentuk hukuman pelanggaran norma yang dirumuskan dapat menjadi faktor pencegah bagi akademisi lainnya untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama.

Sebagai penutup, posting ini tidak bermaksud untuk memberikan solusi atas pertanyaan hukuman apa yang seharusnya dijatuhkan kepada akademisi yang melakukan tindakan plagiat. Posting ini dibuat sekedar sebagai penyadaran bahwa tindakan plagiat sebagai suatu fenomena yang kontroversial dan ternyata membawa hal-hal ikutan yang juga bersifat kontroversi.

Semoga posting ini ada hikmah dan barokahnya bagi kita semua dan sekaligus mengingatkan akademisi sekalian untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat plagiat. Dalam kesempatan ini, jika ada rekan-rekan sejawat yang mempunyai opini atau jawaban terhadap pertanyaan tersebut, silakan mempostingnya di halaman “Comments.”

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Publications, Serbaneka Info and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Sebaiknya Apa Hukuman Bagi Akademisi Yang Terbukti Melakukan Plagiat? Yang Pantas – Administratif atau Sampai Harus Dipecat?

  1. Pingback: Plagiat dan Sanksi yang Berhubungan dengan Plagiat « deasykatiandagho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s