Penyakit – Manusia dan Agama

Manusia hidup di dunia ada kalanya mengalami kondisi kurang sehat. Bisa karena gangguan fisik atau karena serangan penyakit.

Banyak macam penyakit yang menyerang manusia, baik yang disebabkan oleh, antara lain: bakteri, jamur, toksoplasma, atau virus. Tingkat keparahan penyakit yang diderita dapat bervariasi tergantung pada kondisi kebugaran dan patogen yang menyerang.

Diantara banyak penyakit yang menyerang manusia, ada yang sudah tersedia obatnya ada yang masih belum tersedia. Sebagai contoh, sebagian penyakit akibat infeksi bakteri dapat diatasi dengan berbagai macam antibiotika. Sedangkan penyakit akibat infeksi virus dapat dicegah dengan vaksinasi. Namun demikian ada juga infeksi virus yang belum ada obat atau cara pencegahannya.

Ternyata yang namanya penyakit tidak hanya menyerang fisik manusia saja. Di dalam pandangan Islam, yang namanya kefahaman agama pun ternyata ada penyakitnya. Adapun yang namanya penyakit agama adalah riya’ (pamer), yaitu: pamer penglihatan dan pamer pendengaran. Kalau penyakit yang menyerang fisik manusia menyebabkan menurunnya kondisi kesehatan tubuh, penyakit agama dapat menyebabkan rusaknya (hilangnya) pahala yang diharapkan didapat sebagai hasil amal ibadah yang dilakukan.

Yang dimaksud dengan riya’ penglihatan atau pamer penglihatan adalah melakukan suatu perbuatan dengan tujuan atau dengan niat untuk dilihat manusia lain. Sebagai contoh: seorang yang rajin mengaji, sengaja secara demonstratif mempertontonkan kerajinan mengajinya dengan maksud agar semua orang melihat bagaimana bagusnya dia mengaji. Dan banyak contoh lainnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan riya’ pendengaran atau pamer pendengaran adalah melakukan suatu perbuatan dengan tujuan atau dengan niat untuk didengar manusia lain. Sebagai contoh: seorang yang pandai mengaji, sengaja secara demonstratif memperdengarkan bagusnya suara mengajinya dengan maksud agar semua orang mendengar bagaimana bagusnya dia mengaji. Dan banyak contoh lainnya.

Dari dua ilustrasi di atas, seorang yang ahli mengaji, dari amalan mengajinya semestinya akan mendapatkan pahala yang banyak. Di dalam agama Islam, pahala mengaji Al-Qur’an antara lain untuk setiap huruf Al-Qur’an yang dikaji akan mendapatkan satu kebaikan. Dalam hal ini: Alif-lam-mim dalam Al-Qur’an tidak dikatakan sebagai satu huruf, melainkan Alif – satu huruf, Lam – satu huruf, dan Mim – satu huruf. Dengan demikian, seorang yang sudah rajin dan ahli mengaji – tentulah dapat membaca banyak huruf Al-Qur’an. Berarti, mestinya banyak pahala dan kebaikan yang akan dia dapatkan.

Namun demikian, karena niatnya mengaji adalah riya’ penglihatan dan riya’ pendengaran – maka yang dia dapatkan bukanlah pahala tetapi justru mendapat ancaman dosa.

Di dalam ajaran agama Islam, semua amal perbuatan dan ibadah yang dilakukan seharusnya diniati dengan niat karena Alloh. Dalam praktiknya, niat karena Alloh diwujudkan dalam bentuk harapan agar bisa masuk ke dalam syurganya Alloh dan selamat dari nerakanya Alloh. Semua amal-ibadah yang dilakukan, kalau dikerjakan karena Alloh maka Alloh akan menerima dan memberikan pahala atas amal dan ibadahnya. Sebaliknya, amal ibadah yag dikerjakan tidak karena Alloh, misalnya karena riya’ penglihatan atau riya’ pendengaran, maka semua amal ibadahnya akan lebur tidak tersisa dan tidak ada pahalanya. Itulah penyakit agama…

Sebagai seorang muslim, kita harus waspada terhadap niat-niat dalam hati yang bukan karena Alloh agar tidak hancur dan sia-sia amal ibadah kita. Semua amal ibadah yang kita lakukan seharusnya diniatkan dengan niat karena Alloh, yaitu dalam rangka untuk mencari syurganya Alloh dan untuk selamat dari nerakanya (siksanya) Alloh.

Tantangan bagi manusia dalam beribadah adalah godaan syetan (syaithon) yang selalu ingin menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan kesia-siaan dalam beribadah (tidak mendapatkan pahala atau bahkan mendapatkan dosa). Untuk itu kita supaya selalu waspada tentang bagaimana strategi syetan (syaithon) dalam menjerumuskan manusia.

Cara syetan (syaithon) menjerumuskan manusia secara umum dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu : (1) dengan menggoda dan mengajak manusia supaya kufur kepada Alloh. Kalau pendekatan itu tidak berhasil karena kuatnya iman, maka syetan (syaithon) akan mengambil pendekatan (2), yaitu : menggoda dan mengajak manusia agar dalam beramal dan beribadah, dilakukan dengan niat tidak karena Alloh tetapi dengan niat riya’.

Ketika manusia berhasil diajak kufur (kafir) kepada Alloh, maka perjuangan syetan (syaithon) telah berhasil. Syetan (syaithon) berhasil mengajak manusia menjadi temannya. Demikian juga, ketika syetan (syaithon) tidak bisa merubah keimanan manusia atas keberadaan Alloh sehingga manusia yang digodanya tidak mau kufur (kafir), strategi lain yang diambil syetan (syaithon) adalah mempengaruhi manusia agar dalam beramal dan beribadah yang dilakukan diniati bukan dengan niat karna Alloh, tetapi dengan niat-niat lain. Walaupun dia tidak kufur (kafir), tetapi karena amal dan ibadahnya tidak karena Alloh, maka Alloh pun tidak akan menerima amal ibadahnya. Alias, walaupun dia tidak berhasil dipengaruhi untuk menjadi kufur (kafir) tetapi dia tetap menjadi kawannya syetan (syaithon) akibat dalam beramal dan beribadah tidak dengan niat karena Alloh. Maka, dengan cara kedua tersebut, syetan (syaithon) juga berhasil mengajak manusia menjadi temannya.

Akhirnya, marilah kita bebaskan diri kita dari penyakit fisik yang bisa menurunkan kebugaran tubuh kita dengan menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, marilah kita jaga kesehatan agama kita dari penyakit riya’ yang bisa menghancurkan pahala dan amal ibadah kita selama hidup di dunia.

Semoga hasil refleksi dan renungan di akhir minggu di pertengahan bulan April ini ada manfaat dan barokahnya. Saya berharap sedikit tulisan ini dapat menjadi sepotong ‘Gading dan Belang’ yang dapat ditinggalkan bagi kolega sekalian yang membacanya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s