The Power of Positive Versus The Negative and The Resultant

Bahwa di dalam kehidupan di dunia ini selalu ada dua sisi, yaitu sisi positif versus sisi negatif sepertinya sudah menjadi keniscayaan (sesuatu yang tidak bisa tidak). Setiap aspect dari kehidupan manusia selalu membawa dua sisi yang berbeda tersebut. Yang perlu difahami dan diskapi adalah karena sifatnya yang berlawanan, maka dua sisi tersebut dapat saling menegatifkan atau saling menghilangkan. Yang juga penting untuk disadari adalah resultante dari dua sisi tersebut akan menentukan ke mana kehidupan kita akan mengarah.

(In this world, there are always two side of a coin. There are always the positive and the negative sides. Any aspect of our life has always been in either side of the coin. What we need to know and understand, since the two sides are in an opposite direction, they may actually cancelled out each other. It is also important to realize that the resultant of the two side may actually determine direction of our life.)

Coba kita simak berbagai ilutrasi berikut (Let’s take a look at the following illustrations) :

1. Terkait dengan kesehatan tubuh kita – kebiasaan hidup sehat merupakan hal yang positif. Olah raga, kebiasaan makan yang seimbang dan bergizi, cukup istirahat (tidur), dan kebiasaan baik lainnya merupakan hal-hal yang berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh manusia. Sebaliknya, kebiasaan hidup yang jelek merupakan hal yang negatif. Merokok, minum-minuman keras, bergadang sampai pagi dan kebiasaan jelek lainnya merupakan hal-hal yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh manusia.

(1. When we talk about our health – such positive habits as work out, eat healthy and balance food, take enough rest (nap), and others like those are good [positive] for our health. On the other hand, smoking, drinking heavily, staying up late, and others like those are bad [negative] for human health.)

Tingkat kesehatan seorang manusia ditentukan oleh resultante hal-hal positif dan hal-hal negatif yang telah dilakukan dalam setiap periode kehidupannya. Jika resultante-nya banyak positifnya, maka kita bisa menikmati hidup sehat dan nyaman. Sebaliknya, jika resultante-nya negatif, maka hidup kita bisa menjadi kurang sehat atau bahkan menderita sakit.

(Levels of health of a person are determined by the resultant of the positive and the negative stuffs that he does during his life period. If the resultant are positive, then he will enjoy a healthy and comfortable life. On the other hand, accumulation of more negative stuffs result in uncomfortable life and even sickness.)

2. Bicara tentang pisau yang tajam, kalau jarang diasah dan tidak dirawat dengan baik – pada suatu saat pasti akan tumpul dan rusak mata pisaunya. Selalu mengasah pisau dengan baik akan mempertajam mata pisau dan memperbaiki kerusakan yang mungkin terjadi (positif). Bahkan tajamnya pisau yang selalu diasah membuatnya siap digunakan untuk memotong dengan baik kapan saja.

(2. Talking about a sharp knife – if we never sharpen the blade and do not take a good care of it, it will eventually become dull. Always sharpening the blade (positive) will make the knife always ready to do it job – cut things and even fix some of its damages.)

Sebaliknya, membiarkan pisau kehilangan ketajamannya karena tidak pernah diasah membuat pisau yang tadinya tajam menjadi tumpul (negatif). Menggunakan pisau tidak sesuai fungsinya juga berdampak negatif karena bisa menyebabkan kerusakan pada mata pisaunya.

(On the other hand, never sharpening the blade (negative) may result in a dull and damage knifes. The originally sharp knife may eventually become a dull one. Using the knife for the wrong purpose may also cause damages to the blade.)

3. Manusia dikaruaniai oleh sang Pencipta dengan organ otak yang kemampuannya sangat mengagumkan. Mempergunakan otak kita sebanyak mungkin untuk aktivitas yang positif dan menantang kecerdasan akan mendukung perkembangan otak manusia (positif).  Otak yang selalu diasah dan difungsikan dengan baik dapat tetap tajam dan berfungsi baik sehingga kita tidak menjadi pelupa atau  tidak pikun.

(3. Human are given the most precious and amazing organ in their body – the human brain! Using and challenging human brain as many and as often as possible results in a sharp and well function brain [positive].)

Sebaliknya, tidak pernah menggunakan otak untuk berfikir atau memanfaatkannya sesuai kapasitasnya berarti menghambat perkembagan otak manusia (negatif). Otak manusia yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya lama kelamaan akan kehilangan kemampuannya dan tidak berkembang fungsinya sehingga kita menjadi pelupa atau pikun.

(On the other hand, never use the brain to think or exploit its complex capacity may actually retard human brain capacity development [negative]. It sharpness may gradually disappear and it becomes dull.)

Kapasitas fungsi otak kita sangat ditentukan oleh resultante antara hal-hal positif dan hal negatif yang kita lakukan terhadap otak yang telah dikaruniakan kepada manusia oleh Sang Maha Pencipta. Otak manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pisau, yang semakin diasah menjadi semakin tajam.

(Human brain capacity is just like a knife. The more we sharpen the blades the sharper they are. So is the human brain, the more we challenge it the more capacity of the brain will develop.)

Hidup manusia sehari-hari pun dipenuhi oleh perimbangan kekuatan positif dan kekuatan negatif yang kita lakukan. Ada orang yang mempersungguh melakukan aktivitas negatif dalam hidupnya tanpa menyadari bahwa yang dia lakukan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada dirinya. Hanya sedikit orang membiasakan aktivitas yang positif untuk mengisi relung-relung hati dan batinnya dengan kebahagiaan dan kepuasan yang hakiki. Banyak contoh orang yang bergelimang kekayaan tapi kosong hati dan batinnya. Di sisi lain, banyak juga orang yang hidupnya sederhana atau bahkan serba kekurangan tetapi merasa bahagia dan tenteram kehidupannya.

Anda tahu… LIFE IS TOO SHORT! Should not we start thinking about what have we done in our life? What positive and probably negative contributions have we made to fill our short life? How are the resultant of those acts in our life? Is it more positive or the other way around (more negatif)?

Come to think of it, when we were a child, we may not have that much time of a childhood before we realized we already a boy. Moreover, when we were a boy, we may not have that much time of a boyhood before we realized we already an adult. In our adulthood, it seems like such a short time before we realize that we are already over 50 and becoming old men.

Our life is so short that without really knowing it, the time to close all the story of our life may lie just across the corner. At that point, we have to face the final stage, close the curtain, and meet with the end of the line (die!).

It is not uncommon that some of us may not go through every mention life stages above. It is quite common to hear and see one just over 50 and meet the end of the line. In fact, we often see ones that have not even reach adulthood and have already had to close the curtain of their life.

The question are: how much positive contribution have we accumulated and done in our short life? How much negative acts have we made in it? The answer to these questions may not just haunt (bahasa: ‘menghantui’) us in our short life. It may also haunt us even after we die and in the here-after. The next final question will be, “are we ready to face the consequences?

Semoga hasil refleksi dan renungan di akhir minggu di pertengahan bulan April ini ada manfaat dan barokahnya. Saya berharap sedikit tulisan ini dapat menjadi sepotong ‘Gading dan Belang’ yang dapat ditinggalkan bagi kolega sekalian yang membacanya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s