Evaluasi Kinerja Dosen Penerima Tunjangan Profesi – Mengapa Kita Harus Membantu Agar Sukses Terlaksana?

Di awal bulan Juni 2012, staf pengajar perguruan tinggi – khususnya di IPB dikejutkan dengan informasi bahwa setiap dosen harus mengisi form Evaluasi Kinerja Dosen Penerima Tunjangan Profesi. Pengisian ini harus dilakukan secara ONLINE menggunakan laman http://kinerja.dikti.go.id yang telah disiapkan oleh Direktorat Tenaga Pendidikan dan Kependidikan, Kementrian Pendidikan Nasional, RI.

Ketika informasi ini disosialisasikan kepada staf pengajar di Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH), Faperta, IPB, banyak yang masih belum memahami, ‘makhluk apakah sebetulnya Evaluasi Kinerja Dosen‘ itu? Pada awalnya, hal ini disangka sebagai setara atau menggantikan indeks kinerja dosen (IKD) yang selama ini telah diisi oleh staf dosen IPB setiap akhir semester. Ternyata, Evaluasi Kinerja Dosen yang dimaksud tidak sama dengan formulir isian Indeks Kinerja Dosen (IKD) yang selama ini telah secara rutin diisi.

Kembali ke pertanyaan di awal posting ini, “Mengapa kita harus membantu agar pengisian Formulir Evaluasi Kinerja Dosen Penerima Tunjangan Profesi sukses terlaksana?” Well… menurut info yang dikeluarkan oleh Kemdiknas di laman resminya (http://kinerja.dikti.go.id), Evaluasi Kinerja Dosen Penerima Tunjangan Profesi yang dilakukan, bertujuan untuk:

  • Mengevaluasi kinerja dosen dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi setelah mendapat sertifikat pendidik
  • Mengetahui dampak tunjangan profesi terhadap peningkatan kinerja dosen
  • Merumuskan kebijakan keberlanjutan pemberian tunjangan profesi

Dari pernyataan tujuan tersebut tersirat pernyataan yang dapat diinterpretasikan sebagai berikut: “Jika setelah mendapatkan sertifikat pendidik dan pemberian tunjangan profesi, ternyata kinerjanya sama saja atau tidak ada peningkatan – ada kemungkinan akan dirumuskan kebijakan baru di masa yang akan datang untuk menghilangkan kembali tunjangan profesi yang sekarang ini dinikmati oleh dosen perguruan tinggi.” Tentu saja kita para staf dosen perguruan tinggi tidak menginginkan hal ini terjadi.

Untuk itu, berikanlah kepada para pengambil kebijakan di Kemdiknas amunisi untuk menunjukkan bahwa pemberian tunjangan profesi mempunyai dampak positif terhadap peningkatan kinerja dosen. Data positif ini tentulah akan diperlukan oleh Kemdiknas, antara lain untuk menjawab jika ada para fihak yang mengkritisi tentang kebijakan masalah pemberian tunjangan profesi dosen.

Oleh karena itu, ayo kita harus membantu agar Evaluasi Kinerja Dosen Penerima Tunjangan Profesi dapat sukses terlaksana. Berikan informasi kinerja masing-masing staf dosen dengan sebaik-baiknya dan selengkap-lengkapnya, tetapi tetap harus dengan sejujur-jujurnya! Himbauan ini tidak hanya ditujukan kepada staf dosen di IPB saja, tetapi juga kepada seluruh staf dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang menerima tunjangan profesi.

Semoga dengan partisipasi staf dosen semuanya, akan dapat ditunjukkan dampak positif pemberian tunjangan profesi terhadap peningkatan kinerja dosen. Harapannya adalah kebijakan pemberian tunjangan profesi masih akan terus dilaksanakan dan dilanjutkan. Amiiiin… !

Baca juga :

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab, Serbaneka Info and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s