UMUR MANUSIA – SEBUAH RENUNGAN

Hari ini, 13 Juni 1961 atau tepatnya 51 tahun yang lalu, saya dilahirkan di dunia ini. Tidak terasa umur ini bergerak dengan cepat dan 51 tahun, yang seolah-olah baru kemarin sore, ternyata sudah dilewati.

Bicara tentang umur mungkin bukanlah sesuatu yang menarik untuk didengarkan atau dibaca (jika berupa posting di blog/website). Beberapa orang juga cenderung sangat sensitif ketika ditanya tentang umurnya. Namun demikian, beberapa posting yang telah saya lakukan dalam blog ini (pmblab.wordpress.com) telah mengulas baik secara langsung atau tidak langsung tentang masalah umur manusia.

Mengingat bahwa topik umur manusia merupakan hal yang sangat penting untuk selalu dinasehatkan dan sekaligus sebagai pengingat bagi kita yang sering lupa karena kesibukan sehari-hari, saya tidak akan bosan-bosan untuk mengulasnya kembali. Di hari saya dilahirkan, 51 tahun yang lalu ini pun akan saya manfaatkan untuk mengulas lagi masalah umur manusia.

Bagi rekan sejawat yang beragama Islam, InsyaAlloh mungkin telah sering mendengar hadits Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam yang terkait dengan masalah umur manusia. Isi hadits tersebut, yang saya ingat kira-kira sebagai berikut: “Umur ummatku antara 60 – 70 tahun. Hanya sedikit yang bisa mencapai lebih dari 70 tahun.” Jika hadits Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam tersebut dijadikan rujukan, maka tersirat bahwa umur manusia sekarang ini dan hingga akhir dunia (Qiyamat) – di dalamnya termasuk diri saya dan anda sekalian – pada umumnya akan berkisar antara 60-70 tahun dan yang umurnya melebihi 70 tahun hanya sedikit saja. Berarti, secara matematis, sisa umur saya paling sedikitnya tinggal 9 tahun (kalau jatahnya 60 tahun!) lagi. Atau mungkin lebih dari 9 tahun jika jatah umurnya lebih dari 60 tahun.

Sebagai seorang yang beragama Islam dan berkeinginan menjadi manusia yang cerdas, yang perlu dipertanyakan sebetulnya bukan masalah apakah kita tergolong kepada yang 60-70 tahun, atau yang lebih dari 70 tahun atau kurang dari 60 tahun. Pada kenyataannya, kita bahkan juga tahu, banyak orang yang umurnya belum mencapai 60 tahun telah sampai pada jatahnya.

Masih terkait dengan umur manusia, justru yang lebih penting adalah apakah umur kita (berapapun adanya), telah kita isi dengan hal-hal yang positif sehingga menjadi umur yang barokah ataukah sebaliknya. Saya jadi teringat hadits Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam yang lain yang terkait dengan umur manusia dan pemanfaaatannya. Isi haditsnya kira-kira sebagai berikut: Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam ditanya “Siapakah manusia yang terjelek?” maka Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam menjawab: “Manusia yang berumur panjang dan jelek perbuatannya.” Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam ditanya “Siapakah manusia yang terbaik?” maka Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam menjawab: “Manusia yang berumur panjang dan baik perbuatannya.”

Memang setiap manusia tidak ada yang tahu apakah akan tergolong sebagai manusia yang berumur standar (60-70 tahun), atau pendek (<60 tahun), atau bahkan panjang (>70 tahun). Namun demikian, yang utama bukanlah jawaban pada kelompok mana kita berada, tetapi yang lebih penting lagi adalah apakah kita tergolong “manusia yang baik perbuatannya” ataukah “manusia yang jelek perbuatannya.” Apabila setelah melakukan self-evaluation ternyata jawabannya adalah “baik perbuatannya” maka supaya bersyukurlah! jika merujuk pada isi hadits Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam di atas kita tergolong sebagai “manusia yang terbaik.” Sebaliknya, apabila hasil self-evaluation ternyata jawabannya adalah “jelek perbuatannya” maka segeralah sadar dan rubahlah cara hidup ke arah yang lebih baik (artinya: ke arah yang sesuai dengan kaidah dan aturan agama Islam di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits), Kalau tidak, na’udzubillahi min dzalik, jangan sampai kita tergolong sebagai “manusia yang terjek.”

Lantas siapa yang akan tahu? kita aka tergolong yang mana? Tentulah Alloh SWT yang Maha Tahu dan diri kita sendiri yang menjalani hidup kita ini. Dalam hal ini, meskipun teman baik atau teman karib kita sekalipun belum tentu mengetahuinya. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama istiqomah untuk introspeksi diri menuju ke arah kesempurnaan dan menuju ke arah kebaikan. Amiin…!

Mengakhiri posting ini, saya berharap semoga renungan ini ada manfaat dan nilai tambahnya bagi rekan sejawat yang membaca. Masukan dan umpan balik rekan sejawat sekalian sangat saya hargai. Semoga informasi ini dapat menjadi secuil ‘Gading dan Belang’ yang dapat saya tinggalkan kepada rekan sejawat yang sempat membacanya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to UMUR MANUSIA – SEBUAH RENUNGAN

  1. syafii S3 PBT 2010 says:

    Pertama kami mengucapkan ” Selamat Milad ke 51 tahun kepada prof. Sudarsono semoga Allah SWT memberkahi umur beliau dan ditambahkan ilmu yang barokah, bermanfaat dunia dan akherat dan di tinggikan derajatnya di sisi Nya. Amiin -Syafii S3 PBT 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s