Hikmah Puasa : Perumpamaan Cangkir, Ember, Gentong dan Wadah Lainnya Yang Lebih Besar Dengan Ramadhan

Bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah sudah tidak bisa dibantah lagi. Bagi ummat Muslim, kita meyakini itu karena Alloh SWT. sendiri dan RosulNya sholallohu ‘alaihi wassalam yang mengatakan hal itu. Di dalam bulan Ramadhan ini Alloh SWT. mengobral pahala dan kebaikan dan memberi kesempatan bagi ummat muslim untuk mengumpulkannya sebanyak yang ia mau dan ia mampu. Dalam posting sebelumnya, bulan puasa diibaratkan sebagai lahan subur yang diserahkan pada seorang agronomis. Ketika lahan suburnya dikelola dengan baik dan benar oleh sang agronomis, panen yag didapatkan pun menjadi berlimpah dan berlipat-lipat. Ibarat sebagai lahan yang subur yang dikelola agronomis, bulan puasa pun jika diisi dengan amalan kebaikan maka panennya dilipatkan 700x lipatan dan bahkan dilipatkan ilaa masyaAlloh (sampai berapa kali lipatannya, sebagaimana yang Alloh kehendaki!).

Pada bulan Ramadhan ini, Alloh SWT diumpamakan sedang menggerojokkan pahala dan kebaikan kepada ummat muslim setiap hari, pagi-siang-sore, dan malam hari bulan suci ini. Siapapun yang mau mengambil dan mengumpulkan pahala kebaikan yang telah digerojogkan tersebut, maka Alloh SWT. telah mempersilakannya.

Ummat muslim yang faham agama tentulah telah tahu kefadholan bulan Ramadhan yang hanya datang satu kali dalam setahun. Bagi yang tahu dan mau, ummat muslim tentu saja dapat mencari dan mengumpulkan pahala kebaikan sebanyak-banyaknya di suci yang penuh berkah ini. Tetapi, tidaklah semua muslim menunjukkan antusiasme yang sama terhadap kedatangan bulan Ramadhan.

Ada kelompok ummat muslim yang menganggap bahwa bulan Ramadhan atau bukan hanyalah sama saja. Dia tidak peduli dengan lipatan pahala dan kebaikan yang ditebarkan Alloh SWT. setiap harinya di bulan Ramadhan ini. Yang si muslim pikirkan, sebagaimana di bulan-bulan lainnya – hanyalah urusan dunia saja yang tiada habis-habisnya. Bulan puasa suatu tahun datang dan pergi namun kedatangannya tidak mampu membangkitkan semangat si muslim untuk meningkatkan amalan ibadah dan kebaikan.

Ada juga sekelompok ummat Muslim yang tahu kefadholan puasa, tapi masih belum mampu mempraktekkannya. Jika diibaratkan, si muslim tahu dalam bulan suci ini Alloh melimpahkan dan melipatkan pahala atas semua amal kebaikan. Tetapi yang si muslim lakukan, diibaratkan menampung hujan pahalanya hanya dengan menggunakan cangkir kecil saja. Tentu saja setelah bulan Ramadhan lewat, tidak banyak pahala yang dia kumpulkan. Jadilah dia sebagai orang yang rugi karena bulan puasa yang penuh lipatan pahala kembali telah lewat.

Ada juga ummat Muslim yang lain lagi, yang juga tahu kebaikan bulan puasa dan mau mengumpulkan pahala kebaikan yang Alloh SWT tumpahkan. Tapi karena kesibukan urusan dunia yang dia kerjakan, tidak maksimal pula lipatan paha yang dia kumpulkan sebelum bulan Ramadhan tahun berjalan kembali terlewat. Diibaratkan si muslim menampung curahan hujan pahala dan kebaikan dari Alloh SWT selama bulan Ramadhan dengan satu ember, meskipun pahala yang dia kumpulkan lebih banyak, namun tetap saja tidak maksimal.

Ummat Muslim terakhir ini, karena sudah tahu manfaat dan limpatan pahala dan kebaikan yang dicurahkan oleh Alloh SWT. di bulan Ramadhan maka dia tidak puas-puasnya mengumpulkannya. Dengan tidak ada puasnya, Si muslim mencoba mengumpulkan pahala dan lipatan kebaikan setiap pagi, siang, sore, dan malam hari di bulan Ramadhan ini. Dia gunakan gentong atau bahkan wadah penampungan pahala lainnya yang lebih besar sehingga mampu menampung pahala kebaikan yang banyak yang telah Alloh SWT. limpahkan di bulan suci ini.

Tidak bosan-bosannya si muslim beribadah dan melakukan amal kebaikan dalam rangka menampung hujan pahala dan kebaikan setiap harinya di bulan Ramadhan. Tidak henti-hentinya hal itu dia kerjakan sehingga seolah-olah hari ke hari dalam bulan Ramadhan ini hanya dia isi dengan mengumpulkan curahan pahala dan amal kebaikan saja. Jikapun dia harus mengerjakan hal-hal lainnya (karena meskipun di bulan Ramadhan, dia tetap harus bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya), si muslim ini pandai sekali memanfaaatkan waktu disela-sela kesibukan kerjanya dengan tetap beribadah dan beramal kebaikan. Orang lain yang melihatnya pun sampai bingung dan terheran-heran dengan segala tindakannya tersebut.

Penggambaran di atas sebetulnya juga berlaku bagi diri kita masing-masing para ummat muslim yang tengah kedatangan bulan puasa di tahun ini. Maka ingatlah, bagi ummat muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan, Alloh SWT. menyediakan pahala yang banyak. Setiap kebaikan yang muslim kerjakan, pahalanya akan dilipatkan minimal 700x atau bahkan ilaa masyaAlloh (sampai berapa kali lipatannya, hanya Alloh SWT. saja yang tahu!).

Nah, bagi kita yang telah tahu akan hal itu, tetapi menyambut datangnya Ramadhan dengan semangat beribadah yang tidak ada perubahan dibandingkan dengan bulan-bulan selain Ramadhan. Bahkan terkesan bahwa meskipun kita mengaku sebagai seorang muslim, tetapi kita tidak peduli dan tetap disibukkan dengan urusan dunia. Berarti kita termasuk yang tahu Alloh SWT. menggerojokkan hujan pahala dan kebaikan di bulan Ramadhan tetapi tidak mau mengumpulkan dan menampungnya meskipun hanya menggunakan cangkir kecil.

Ataukah kita sebagai seorang muslim yang telah merasa cukup dengan menambah sedikit kegiatan ibadah yang dilakukan dibulan puasa ini. Selain berpuasa, kita lakukan sholat Tarwih di luar kebiasaan di bulan-bulan lainnya. Atau selain sholat Tarwih, kita juga memberikan santunan dan membayar zakat fitrah. Itu barangkali gambarannya orang Islam yang menjumpai bulan Ramadhan, namun yang kita dilakukan hanyalah menampung pahala yang dicurahkan Alloh SWT. menggunakan sebuah ember saja. Kesempatan mengumpulkan pahala kebaikan dalam bulan Ramadhan tahun ini dia sia-siakan karena telah merasa puas dengan sedikit tambahan ibadah yang dikerjakan.

Andaikan kita seperti si muslim terakhir, yang tahu betul kefadholan bulam Ramadhan dan tahu betul betapa Alloh SWT. menggerojokkan pahala dan kebaikan sebagaimana air hujan yang deras sepanjang pagi, siang, sore, hingga malam hari selama Ramadhan. Kita juga tahu limpahan dan lipatan pahala yang Alloh SWT berikan pada bulan Ramadhan ini tidak akan lagi diberikan kepada manusia sampai dengan bulan puasa datang lagi di tahun berikutnya.

Karena kita tahu dan sadar bahwa tahun depan belum tentu kita masih bisa menjumpai Ramadhan, maka kita akan mempersungguh dalam beribadah dan melakukan amal kebaikan guna mendapatkan lipatan pahala yang sebanyak-banyaknya. Si muslim ini diibaratkan mencoba menampung curahan hujan pahala dan kebaikan dalam gentong ataupun wadah lainnya yang lebih besar. Dikerjakan itu waktu pagi, siang, sore dan malam hari dan disela-sela kesibukan kerjanya.

Sambil bekerja, mulutnya pun melafalkan istighfar dan dzikir. Di waktu istirahat, kita kerjakan sholat-sholat sunnah, atau membaca Al-Qur’an, dan banyak hal lain lagi yang dapat dilakukan dalam mengisi hari-hari di bulan Ramadhan ini. Kita betul-betul mempersungguh dalam melakukan ibadah dan amal kebaikan. Harapannya hanya satu, seandainya Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir yang akan kita jumpai, kita telah mengisi satu bulan penuh dengan beramal ibadah dan berbuat kebaikan yang sebanyak-banyaknya.

Dari beberapa perumpamaan di atas, pertanyaan yang ingin diingatkan adalah: “Kita masing-masing ini termasuk yang mana? Apakah yang tidak merasa ada bedanya antara Ramadhan dan bulan-bulan biasa lainnya? Apakah yang hanya menggunakan cangkir atau ember sebagai penampung pahala dan lipatan kebaikan yang telah Alloh SWT. curahkan di bulan suci tahun ini? Ataukah termasuk yang betul-betul mempersungguh di dalam mengisi hari-hari di bulan Ramadhan, dengan penuh amal ibadah dan perbuatan yang baik? karena merasa bahwa belum tentu tahun depan masih dapat bertemu Ramadhan kembali.” kita sendirilah yang tahu dan akan dapat menjawabnya!.

Semoga bulan Ramadhan tahun tahun ini dapat kita bersama lewatkan dengan peningkatan amal ibadah dan betul-betul telah menjadi bulan yang penuh berkah dan ampunan. Karena yang namanya datangnya mati itu sewaktu-waktu dan kita tidak pernah tahu kapan nafas terakhir itu akan kita hembuskan, ada baiknya kita sama-sama berdoa semoga tahun depan masih diberi kesempatan oleh Alloh SWT. untuk bertemu dengan bulan Ramadhan kembali. Amiin…..!

Note: Hasil renungan di bulan Ramadhan tahun 2012 – di waktu Alloh SWT. memberikan kenikmatan bagi saya dan istri untuk menjalankan ibadah puasa dan melaksanakan Umrah di bulan Ramadhan. Alhamdulillah… syukur pool atas nikmat yang telah Alloh SWT berikan tersebut. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, kami sekeluarga bisa mendapatkan kesempatan kembali berpuasa dan menjalankan ibadah Umrah di bulan Ramadhan di Mekkah, Saudi Arabia…. Amiiin.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s