Umrah Ramadhan 2012 : Catatan tentang Waktu Larangan Sholat

Ada tiga waktu di mana ummat muslim dilarang melakukan sholat, baik melakukan sholat sunnah ataupun sholat wajib lima waktu. Di dalam waktu larangan tersebut, juga termasuk dilarang untuk menguburkan jenazah.

Adapun tiga waktu yang dilarang untuk melakukan sholat ataupun menguburkan jenazah adalah :

  1. Pada saat matahari terbit di pagi hari,
  2. Pada saat matahari tepat di puncaknya di siang hari, dan
  3. Pada saat matahari terbenam di sore hari.

Adapun dasar hukum dari larangan untuk melakukan sholat pada waktu-waktu tersebut ada di dalam hadits Rosulalloh SAW. Oleh karena itu, hindarilah melaksanakan sholat pada tiga waktu larangan tersebut, termasuk di masjid Nabawi, Medinah. Jangan sampai karena semangat untuk beribadah sampai menyebabkan lupa pada waktu larangan sholat tesebut.

Misalnya, pada waktu ke masjid Nabawi, Madinah untuk mengikuti sholat Shubuh, karena semangat melakukan ibadah – sehabis sholat shubuh langsung menambah dengan melakukan sholat-sholat sunnah (itu jangan dilakukan! karena terkena waktu larangan sholat di pagi hari).

Contoh lain, datang ke masjid Nabawi di Medinah untuk melakukan sholat dhuhur. Karena khawatir tidak mendapatkan tempat sholat, maka jama’ah datang lebih awal dari waktu dhuhur (sebelum adzan untuk sholat Dhuhur) dan melakukan sholat-sholat sunnah sebelum adzan Dhuhur diperdengarkan (itu jangan dilakukan! karena terkena waktu larangan sholat di siang hari).

Contoh lain lagi, pada waktu ke masjid Nabawi untuk mengikuti sholat Ashr, karena semangat melakukan ibadah – sehabis sholat Ashr langsung menambah dengan melakukan sholat-sholat sunnah (itu jangan dilakukan! karena terkena waktu larangan sholat di sore hari).

Namun demikian, waktu larangan sholat tersebut insyaAlloh tidak berlaku di Masjidil Harram, Mekkah. Jika di Masjidil Harram, Mekkah, ummat Muslim dapat melakukan sholat apa saja – kapan saja, termasuk di waktu-waktu larangan sholat tersebut. Dengan demikian, jika di Masjidil Harram, setelah sholat shubuh, melakukan sholat sunnah apapun tidak dilarang. Sebelum sholat Dhuhur, melakukan sholat sunnah apapun tidak dilarang. Sesudah sholat Ashr, melakukan sholat sunnah apapun tidak dilarang.

Menyolatkan mayit (sholat mayit) boleh dilakukan sesudah sholat Shubuh, asalkan belum mendekati matahari terbit (misal pas habis sholat shubuh di awal waktu sholat Shubuh); antara dhuha dan dhuhur, asalkan matahari belum mendekati titik kulminasi (misalkan baru beberapa waktu melewati dhuha); dan sesudah Ashr, dengan catatan matahari belum mendekati waktu terbenam (misalkan pas habis sholat Ashr di awal waktu). Hal ini dipraktekkan di masjid Nabawi, Medinah dimana sesudah sholat shubuh dan Ashr selalu dilakukan sholat jenazah jika ada yang meninggal pada menjelang waktu tersebut. Jika matahari sudah menjelang terbit, atau mendekati kulminasi, atau menjelang tenggelam – lebih baik sholat mayitnya ditunda hingga lewat waktu larangan.

Sholat dua rekaat di Miqot untuk memulai perjalanan Umroh dan Haji juga masih bisa dilakukan, meskipun sesudah sholat shubuh (misal pas habis sholat shubuh di awal waktu sholat Shubuh) atau sesudah sholat Ashr (misal pas habis sholat Ashr di awal waktu sholat). Tetapi jika menjelang matahari tebit atau terbenan, lebih baik sholat sunnah untuk mengambil miqotnya ditunda saja hingga waktu larangan sholat telewati.

Demikianlah sedikit catatan tentang waktu-waktu larangan melakukan sholat. Semoga informasi ini ada manfaatnya.

(Medinah, Selasa 24  Juli 2012)

Baca Juga :

Entry sebelumnya – Umrah Ramadhan 2012 : Hari Pertama Di Madinah

Entry selanjutnya – Umrah Ramadhan 2012 : Cuaca Di Madinah

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Jurnal Perjalanan (Travel Journal), Serbaneka Info, Travels and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Umrah Ramadhan 2012 : Catatan tentang Waktu Larangan Sholat

  1. Syukron atas ilmunya, izin share

  2. Harry Potter says:

    Bagaimana jika arah kiblat dimana daerah muslim tersebut kearah selain barat atau timur. Bukankah mereka sholat tidak menghadap matahari, Apakah larangan sholat masih berlaku?

    • Yang dibahas dalam konteks posting ini adalah *waktu sholat* dan bukan *lokasi tempat sholat* dengan demikian dimanapun atau ke arah manapun kita menghadapnya, asalkan pada waktu larangan tersebut tetap dilarang sholat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s