Jurnal BOGUS, Katanya Ada Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia yang Di-BLACK LIST oleh Kantor DIKTI-Kemdiknas?

Beberapa waktu yang lalu, Pak Yana Kusman – tenaga kependidikan di Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH), Faperta, IPB memberitahu saya tentang keberadaan sejumlah jurnal ilmiah terbitan dalam negeri yang oleh Kantor DIKTI di Kemdiknas telah masuk dalam DAFTAR HITAM. Ditengarai, proses penerbitan artikel ilmiah dalam jurnal tersebut terindikasi tidak melalui prosedur yang wajar sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya pelanggaran akademik.

Lebih lanjut, Pak Yana memesankan ke saya, sebaiknya melakukan salah satu dari dua hal berikut (atau bahkan kedua-duanya) :

  1. Tidak mengirimkan naskah untuk dipublikasikan di jurnal yang telah masuk BLACK LIST di kantor DIKTI tersebut, atau
  2. Jika naskah publikasi rekan sejawat telah terbit di jurnal yang telah masuk BLACK LIST di kantor DIKTI, tidak usah diklaim nilai kum publikasinya. Menurut Pak Yana, mengklaim publikasi yang terbit di jurnal BLACK LIST tersebut, berpotensi menghadapi vonis pelanggaran akademik (berat-beratnya!) atau kum publikasinya tidak diakui/dicoret (ringan-ringannya!).

Untuk itu, masukan bagi rekan sejawat – Dosen Perguruan Tinggi atau peneliti di berbagai wilayah di Indonesia, berhati-hatilah dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitian anda. Jangan sampai hasil kerja keras yang dilakukan selama pengumpulan data, menjadi sia-sia (tidak mendatangkan nilai kum!) karena diterbitkan di jurnal ilmiah BOGUS!

Pendekatan yang dapat dilakukan antara lain paling tidak dengan :

  1. selalu meng-update daftar nama jurnal ilmiah nasional terakreditasi yag dikeluarkan oleh DIKTI,
  2. mengirimkan naskah publikasi hanya ke jurnal ilmiah yang telah terakreditasi oleh DIKTI, dan
  3. Pastikan bahwa jurnal ilmiah nasional yang menjadi target, mempunyai situs website dengan muatan naskah ilmiah yang telah terbit di dalamnya.

Rupanya ada oknum orang Indonesia kreatif (dengan sifat opportunis!) yang melihat urusan publikasi sebagai lahan untuk mencari uang. Hal ini mengingat bahwa setiap dosen perguruan tinggi diharuskan untuk mengumpulkan kum publikasi, salah satunya melalui penerbitan hasil penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah.

Bagi si oportunist (oknum pengelola jurnal Bogus), hal tersebut dilihat sebagai peluang bisnis kali ya…? Atau, memang ada oknum-oknum dosen yang malas melalui prosedur standar dalam penulisan karya ilmiah/publikasi. Akhirnya si oknum dosen dapat saja mengambil jalan pintas dan menjadi pelanggan tetap Jurnal BOGUS!

Semua staf dan mahasiswa pascasarjana yang berasosiasi dengan PMB Lab. mengajak kepada rekan sejawat dosen di berbagai perguruan tinggi dan peneliti di berbagai lembaga penelitian untuk selalu menegakkan kejujuran dalam mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal ilmiah. Ayo kita tingkatkan publikasi berbasis kejujuran akademik! Salam semangat…!

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Publications and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s