Renungan Akhir Pekan – Menjadi Begawan Penguasa Padepokan

Dalam ceritera pewayangan atau dalam ceritera kerajaan di Nusantara zaman dahulu, kita sering mendengar istilah sang Begawan atau sang Pandito. Pada umumnya, Begawan atau Pandito digambarkan sebagai seorang yang bijaksana dan luas pandangannya. Pada umumnya, beliau digambarkan sebagai seorang yang mengelola sebuah padepokan.

Di padepokan yang dikelola oleh sang Begawan, para murid-murid sang Begawan digembleng dengan berbagai ilmu kanuragan dan kesaktian. Di tempat itulah para murid sang Begawan mendapatkan bekal keilmuan dan filosofi kehidupan sebagai sarana bagi mereka untuk berhasil menempuh kehidupannya di masa depan.

Tentu saja para murid di padepokan sang Begawan mempunyai latar belakang yang beragam. Ada yang berasal dari rakyat biasa, yang belajar ilmu untuk memperoleh kesempatan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Ada juga yang memang sejak sebelum hadir di padepokan sudah merupakan bangsawan (orang yang terkenal atau mempunyai pangkat/kedudukan atau orang yang kaya dan terhormat).

Namun sang Begawan berusaha semampunya untuk mendidik murid-muridnya sebaik-baiknya. Semua ilmu kesaktian dan falsafah kehidupan yang telah diakumulasikan sang Begawan dengan adil ditransfer kepadat murid-muridnya. Ada kalanya sang Begawan memberikan lebih banyak ilmu kanuragan kepada sebagian muridnya, ada kalanya yang diberikan sebatas yang menurut pandangan ke depan sang Begawan akan berguna bagi muridnya yang lain, sehingga tidak semua ilmunya dia turunkan. Bakat dan kemauan serta kerja keras sang murid pun ikut menentukan seberapa banyak ilmu kanuragan dan falsafah kehidupan yang dapat diserap selama mereka ada di padepokan.

Akhirnya, ketika telah dipandang cukup dalam menggembleng dirinya dengan ilmu dan falsafah kehidupan, sang murid pun dilepas oleh sang Begawan untuk kembali ke kehidupan nyata dan mulai berkarya di bidang- bidang kehidupan masing- masing muridnya. Ada kalanya sang murid yang pandai dan mempunyai kemampuan akhirnya menjadi seorang raja atau orang berpangkat di tempat lain. Ada juga sang murid yang menjadi orang terkenal karena karya-karyanya yang hebat dalam kehidupannya sehingga mendapatkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat umum. Tidak jarang juga ada murid-murid sang Begawan yang hanya menjadi prajurit biasa atau perwira di suatu tempat di luar padepokaanya. Last but not least, ada juga diantara para murid yang justru bergabung dengan sang begawan dan mengabdikan hidupnya dalam mengelola padepokan yang sederhana dan tidak menjanjikan kemewahan kehidupan sama sekali.

Di belakang semua itu, sang Begawan tetap saja ada di tempat yang sama, mengelola padepokan kecilnya. Dengan tekun dan bersungguh-sungguh dia terus melakukan tugasnya mendidik murid-murid, yang mungkin saja salah satu diantara mereka ada yang bakal menjadi calon pembesar, pejabat, orang terkenal, dan bahkan calon raja di negara tempat padepokan sang Begawan berada. Sang Begawan cukup merasa puas dan ikut merasa berbangga ketika mendengan khabar keberhasilan para muridnya di tempat-tempat mereka mengembangkan dirinya. Dia juga sudah merasa puas dan gembira, ketika satu-dua mantan muridnya berkunjung kembali ke padepokannya manakala ada kesempatan, dan dengan antusias sang Begawan akan menanyakan apa saja yang telah dikerjakan sang murid setelah menyelesaikan pembelajaran di padepokan. Demikianlah, hari demi hari kehidupan berputar di luar padepokan dan di dalamnya.

Apa ya… point yang mau disampaikan dengan ceritera tersebut ya…? Well… kebetulan saja yang namanya Seminar Nasional Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) selesai beberapa hari yang lalu. Pada seminar itu dan pada seminar-seminar ilmiah lainnya di mana kami hadir, ternyata seringkali hadir juga sejumlah mantan mahasiswa pascasarjana S2 dan S3 yang pernah belajar atau melakukan penelitian di lab PMB. Di situlah biasanya terjadi tukar menukar informasi keberhasilan yang telah dicapai oleh sang mantan murid di tempatnya bekerja masing-masing. Ada mantan mahasiswa yang telah berhasil menduduki posisi wakil rektor di universitasnya, ada yang menjadi pembantu dekan, ada yang menjadi ketua program pascasarjana, ada yang telah berhasil malang melintang di berbagai skim kegiatan penelitian yang didanai oleh Dikti/DRN atau pemberi dana lainnya, ada yang telah berhasil mencapai posisi fungsional tertinggi di bidang akademik (guru besar), dan sejumlah ceritera keberhasilan lainnya

Meskipun semua informasi tersebut semuanya menggembirakan dan membuatnya menjadi ikut senang, namun kadang juga ada sedikit sedihndan rasa tersentuh dalam diri. Iya ya… anak didik yang ada di luar sana sama berhasil dalam meniti jalan hidupnya. Di sisi lain, hati menjadi sedih dengan kondisi lab yang tidak berubah dari sejak dulu hingga sekarang. Inventaris lab yang hanya itu-itu saja dan tidak banyak berubah dari sejak lab dibuka hingga saat ini, bahkan sejumlah peralatan yang ada telah aus di makan waktu.

Dari situlah lantas mengkristal hasil renungan yang diberi judul ‘Menjadi Sang Begawan Pengelola Padepokan’ ini dituliskan. Tentu saja bukan untuk tidak mensyukuri apa-apa yang telah digariskan oleh Alloh SWT. untuk sang dosen, tetapi lebih untuk memposisikan diri dengan benar dan menggunakan sudut pandang yang tepat dalam menyikapi kondisi yang dihadapi. ternyata dengan melihat dari sudut pandang sang Begawan, kegalauan hati yang terjadi justru menjadi tenang dan berubah menjadi suatu kebijaksaan (wisdom) yang menyejukkan. Ketika mendengar khabar keberhasilan salah satu anak didik yang telah lulus di bawah bimbingan sang dosen, semakin menambah tebal keyakinan bahwa diri ini telah berusaha dan berhasil menjadi ‘Sang Begawan Pengelola Padepokan’ yang sedikit atau banyak telah memberikan kontribusi bagi keberhasilan sang murid yang telah dididiknya.
🙂
Semoga sharing ini ada manfaat dan barokahnya bagi yang membaca. Kami juga mengajak rekan-rekan se-profesi untuk sama-sama menjadi ‘Sang Begawan’ yang mumpuni dalam menjalankan fungsinya sebagai dosen di IPB. amiiin…!

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from Alumni, Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s