Alhamdulillah…. Di Tahun 2012 Ini Terselesaikan Puasa Hari Arofah, Sholat Iedul Adha, dan Menyembelih Qurban.

Bisa menjalankan kewajiban agama, bagi seorang muslim sungguh merupakan suatu kenikmatan yang tiada tara besarnya. Di saat-saat seperti itulah, kita sebagai muslim akan dapat merasakan manisnya iman. Maka bersyukurlah jika anda termasuk ke dalam kelompok ini, agar Alloh SWT. menambah kenikmatan yang kita dapat dengan kenikmatan lain yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih barokah. Sesuai dengan dalil syar’i yang memerintahkan kita sebagai orang iman untuk besyukur, maka Alloh SWT. akan menambah kenikmatan yang kita terima, sebaliknya kalau kita kufur (tidak mau bersyukur atas kenikmatan yang kita terima) maka (Alloh SWT. mengancam bahwa) siksaan Alloh SWT. itu sangat pedih. Dari sinilah tersirat kewajiban manusia untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Alloh SWT. limpahkan kepada kita semua, sekecil apapun kenikmatan yang kita terima dalam hidup kita yang singkat ini.

I’edul Adha tahun 1433H (2012 M) baru saja kita lewatkan. Suatu kesempatan untuk mendapatkan pahala dan kebaikan yang besar telah diberikan kepada siapa saja yang mau meraihnya. Bagi yang diqodar Alloh SWT. bisa pergi ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji, sungguh telah diberi kesempatan yang sangat besar untuk menghapuskan dosa dan mengumpulkan pahala kebaikan. Bagi yang belum bisa menjalankannya, ada kesempatan untuk berpuasa sunnah pada saat jama’ah haji melaksanakan wukuf (puasa hari Arofah) yang pahala kebaikannya tidaklah kecil. Selain itu, pada Iedul Adha, kita diberi kesempatan untuk sholat Ied, diikuti dengan menyembelih qurban – yang merupakan amalan yang paling mulia di hari tersebut dan sangat besar pahalanya.

Alhamdulillah, walaupun tidak diqodar oleh Alloh SWT. bisa pergi berhaji ke tanah suci dalam tahun 2012 ini, saya masih bisa bersyukur karena Alloh SWT. masih memberi kesempatan meraih pahala kebaikan dengan berpuasa di hari Arofah dan bisa menjalankan perintah berkurban pada hari menyembelih (yaumul nahr). Maka, walaupun tahun 1433 H baru saja kita lewati, rasa syukur atas kenikmatan yang dikaruniakan oleh Alloh SWT. tetap bercokol di dalam hati. Semoga di tahun yang baru menjadi lebih barokah dan lebih banyak lagi nikmat yang Alloh SWT. akan berikan kepada kita semua sebagai seorang hamba yang bersyukur.

Mengawali tahun yang baru tidaklah ada yang lebih baik kecuali dengan lebih meningkatkan amal ibadah dan kebaikan yang kita lakukan. Lantas apa yang harus dilakukan? Well… Jika itu pertanyaannya, mengapa tidak dimulai dengan melaksanakan Puasa Hari Asyuro’ Loh… Apakah itu?

Bagi rekan-rekan yang belum pernah mengamalkannya, puasa hari Asyuro adalah puasa sunnah yang dilakukan oleh Rasulalloh SAW. pada tanggal 10 bulan Syuro. Lantas apa pahala kebaikannya? Jelas besar sekali pahala kebaikannya bagi yang mau menjalankan puasa pada tanggal 10 bulan Syuro, karena dosa-dosanya selama setahun yang lewat akan dihapus karena puasa sunnah tersebut. Coba simak hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yang artinya kira-kira sebagai berikut: “Berpuasa hari Arofah aku (Nabi Muhammad SAW) mengharap kepada Alloh agar supaya Alloh mengampuni dosa satu tahun sebelum puasa dan satu tahun sesudahnya dan berpuasa hari ‘Asyuro aku (Nabi Muhammad SAW) mengharap kepada Alloh agar supaya Alloh mengampuni dosa satu tahun sebelumnya puasa.”

Nah… Siapa yang mau dosanya satu tahun yang telah lewat diampuni oleh Alloh SWT? Silakan melaksanakan puasa sunnah hari ‘Asyuro. Sedikit info lagi, dalam hadits Nabi SAW. yang lain, yang ringkasan isinya kira-kira: “Nabi Muhammad SAW. berharap jika tahun depan masih hidup, maka Nabi SAW. akan berpuasa tanggal 9 dan tanggal 10 bulan Syuro.” Hal ini karena beliau tidak ingin menyamai kebiasaan orang-orang sebelumnya yang juga biasa berpuasa pada tanggal 10 bulan Syuro, sehingga beliau berharap berpuasa tanggal 9 dan 10 bulan Syuro (tidak hanya tanggal 10 Syuro seperti orang-orang pada zaman sebelum Nabi SAW).

Berdasarkan hadits-hadits tersebut akhirnya disimpulkan bahwa puasa sunnah bulan Syuro dalam prakteknya dapat dilaksanakan sebagai berikut:
1. Berpuasa sunnah satu hari saja pada tanggal 10 Syuro, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, atau
2. Berpuasa sunnah dua hari, pada tanggal 9 dan 10 Syuro, sebagaimana yang diangan-angankan oleh Nabi Muhammad SAW. tetapi tidak sempat beliau amalkan karena Nabi SAW telah dipanggil Alloh SWT (wafat) sebelum hari Asyuro tahun berikutnya datang.

Silakan dipilih mana yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada. Tidak ada yang salah dengan memilih berpuasa satu hari saja atau yang dua hari. Yang kurang pas barangkali kalau kita sudah diberi kesempatan mendapatkan pahala yang besar tetapi kita tidak punya niat sama sekali untuk mengamalkannya. Mari kita isi awal tahun 1434 H ini dengan berpuasa di hari Asyuro, yang akan jatuh pada tanggal 24 November 2012 (Hari Sabtu) atau kalau mau ambil opsi yang dua hari berarti mulai besok tanggal 23 November (Hari Jum’at) sampai dengan 24 November 2012 (Hari Sabtu). Semoga Alloh SWT. Memberi kesehatan dan kesempatan pada kita semua untuk menjalankan puasa hari ‘Asyuro. Amiiin…

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s