‘Desperate Situation, Need Desperate Measure’ Tapi Apa Harus Sampai Begitu?

Di koran Kompas pagi ini (23 Januari 2013) Jokowi sang gubernur DKI favorit saya menyatakan: ‘Untuk pencegahan (banjir di Jakarta) jangka pendek perlu dilakukan rekayasa cuaca agar hujan lebih banyak turun di laut.’ Sempat terbetik di pikiran saya ‘Wah… satu terobosan pemikiran lagi nih dari sang gubernur DKI.’


Tapi setelah sedikit kalem dari euforia keterpesonaan atas ide2 dari sang gubernur favorit ini, saya jadi terhenyak dan berfikir ‘menurunkan hujan di laut?’ Wait a minute, is he serious with what he is talking about? Did he really want to do that?

Well… saya memang bukan ahli siklus pergerakan air dan hanya sedikit mengingat topik tersebut dari kuliah Penglolaan Air sewaktu kuliah S1 sekitar hampir 30 tahun yang lalu. Salah satu topik yang saya ingat adalah secara alami air laut akan menguap menjadi awan yang akan bergerak ke darat, naik ke ketinggian dan menjadi titik air yang jatuh sebagai hujan. Topik kedua yang saya ingat bahwa air hujan merupakan biangnya air tawar yang ada di darat sehingga setelah jatuh ke daratan harus dihemat-hemat supaya tidak cepat kembali ke laut lagi, agar dapat dimanfaatkan. Lha kok ini akan direkayasa agar hujannya tidak jatuh di darat tetapi sebagian besar akan jatuh di laut. Bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan air tawar kita nantinya?

Memang kata orang sono ‘desperate situation need desperate measure’ tapi orang sini (wong Jowo) tidak mau kalah, ‘Ngono ya ngono ning aja ngono!’ Nah… para ahli tata kota dan ahli tata air, silakan diberi masukan pada gubernur DKI bagaimana mengatasi problema banjir di Jakarta, tapi tidak dengan merekayasa agar hujan menjadi lebih banyak jatuh di laut. Jika itu yang dilakukan, meskipun diasumsikan akan mampu mengatasi masalah banjir di Jakarta, justru akan menimbulkan dampak negatif yang lebih parah dan lebih luas dibandingkan apa yang kita hadapi saat ini.

Apakah anda setuju dengan usulan Jokowi? ataukah tidak? Silakan suarakan opini anda ke akun social media-nya Jokowi biar dia mendapaf pencerahan (Note while waiting at. CKG on the way to Solo [UNS] to present talk on molecular techniques and their data analysis).

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Serbaneka Info and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to ‘Desperate Situation, Need Desperate Measure’ Tapi Apa Harus Sampai Begitu?

  1. Lina says:

    barangkali ndak semuanya ‘dijatuhkan’ ke laut Pak.. hanya ketika volumenya over dosis seperti bbrp hari yg lalu…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s