Alangkah Indahnya Bila Kita Bisa Ikut Senang dan Bahagia Ketika Mendengar atau Melihat Yang Lain Mendapatkan Kebahagiaan

Sering saya mendengar percakapan berikut dalam pergaulan sehari-hari dan dalam pergaulan hidup saya yang relatif tidak terlalu luas ini. Ada dua orang teman (si-A dan si-B) yang sedang berbincang tentang dinamika kehidupan terkini di sekitar mereka berdua.
Berkata si-A pada si-B: “Wah… baru saja saya lihat si-C datang ke kampus dengan mobil baru loh.” Si-B dengan cepat menjawab: “Hm… dari mana ya dia dapat duit? Jangan-jangan dari korupsi.” Perbincangan berlanjut hingga akhirnya si-B ganti berkata pada si-A: “Eh… tahu nggak, si-D baru saja saya dengar berhasil mengumpulkan publikasi ilmiah 13 judul dalam dua tahun kemarin.” Dijawab oleh si-A dengan nada meremehkan: “Alaaah… paling juga itu penelitian mahasiswanya! Atau jangan-jangan dia memecah-mecah hasil penelitiannya menjadi bagian-bagian kecil dan atau menuliskan kembali hasil penelitian yang sama menjadi beberapa publikasi dalam jurnal yang berbeda.”


Mungkin perbincangan semacam itu dengan berbagai variasi topik pembicaraan telah sering kita dengar dan alami. Ada kalanya diri saya sendiri atau diri rekan sejawat sekalian pernah berada pada posisi si-A atau si-B yang diilustrasikan di atas. Bahkan, mungkin saking seringnya saya melakukan hal tersebut atau mendengar dan melihat orang lain melakukannya, saya sampai berkesimpulan bahwa orang Indonesia memang bisanya selalu dengan cepat memberi respons negatif terhadap segala hal yang dia dengar atau lihat. Ketika menjumpai, melihat atau mendengar seseorang mendapat kebahagiaan, dengan cepat akan direspons dengan berbagai ungkapan negatif yang dapat terfikirkan. Ketika seseorang mempunyai prestasi yang positif, akan direkayasalah berbagai penjelasan negatif terkait dengan prestasi positif orang lain yang dilihatnya.

Mengapa ya… diri saya dan diri sebagian orang Indonesia yang sempat saya rekam dalam fikiran saya selalu memberi respons seperti itu? Apakah hal itu didorong oleh perasaan negatif yang bersumber pada pertanyaan “Mengapa bukan aku? Mengapa harus dia? Padahal saya kan seharusnya juga mampu! Yang intinya barangkali orang Indonesia lebih pandai melihat keluar dan mengkritisi negatif terhadap orang lain dan tidak pandai melihat ke dalam dan mengkritisi diri sendiri. Kekurangan seperti inilah yang barangkali menjadi penyebab mengapa saya dan sebagian besar orang Indonesia lebih mudah bereaksi negatif dari pada positif.

Sungguh saya merindukan suatu percakapan yang sedikit berbeda dari apa yang saya ilustrasikan sebelumnya. Saya rindu percakapan seperti berikut ini :
Berkata si-A pada si-B: “Wah… baru saja saya lihat si-C datang ke kampus dengan mobil baru loh.” Si-B dengan cepat menjawab: “Wah… alhamdulillah akhirnya Alloh SWT. memberikan rizki baginya untuk membeli mobil baru. Saya ikut mendoakan semoga mobil yang dibeli si-C bisa menjadi sarana untuk melancarkan tugas dan fungsinya baik sebagai manusia dan sekaligus sebagai hamba Alloh.” Perbincangan berlanjut hingga akhirnya si-B ganti berkata pada si-A: “Eh… tahu nggak, si-D baru saja saya dengar berhasil mengumpulkan publikasi ilmiah 13 judul dalam dua tahun kemarin.” Dijawab oleh si-A dengan nada yang ikut merasa bangga: “Alhamdulillah… memang dia pekerja keras yang selalu menyemangati mahasiswanya! Setahu saya dia juga sangat positif dalam mendorong mahasiswanya untuk menulis publikasi ilmiah. Semoga saya juga dapat mempunyai prestasi yang sama.”

Wah… alangkah indahnya ya….. Ring…… Ring….. Ring…. ah ternyata alarm jam yang saya setel pukul 5.00 pagi – rupanya sudah sejak beberapa menit yang lalu meraung-raung berbunyi, membangunkan saya yang masih terlelap tidur dan belum melaksanakan sholat shubuh. Loh….?

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab, Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s