Kupu-kupu Nan Indah – Sarat Nilai-nilai Filosofis Di Balik Perkembangannya

Siapa diantara kita yang tidak kenal atau belum tahu indahnya seekor kupu-kupu? Hampir semua orang pasti tahu bahwa kupu-kupu merupakan makhluk ciptaan Alloh SWT yang sangat indah dan nyaris sempurna. Bentuk keseluruhan kupu-kupu menyiratkan suatu keindahan yang tidak henti-henti membuat orang yang melihatnya terkagum-kagum. sayapnya yang warna-warni semakin membuat kita yang memperhatikannya berdecak kagum karena keindahannya. Ketika kupu-kupu terbang, kita pun tak henti-henti menggumamkan kekaguman atas lemah-gemulainya gerakannya ketika terbang dari satu bunga ke bunga yang lainnya.


Mungkin kita tidak menyangka bahwa kupu-kupu yang sedemikian indahnya tersebut merupakan metamorfosis dari seekor ulat yang buruk rupa dan membuat orang geli ketika melihatnya. Tetapi demikianlah kenyataannya, kupu-kupu yang indah itu tadinya adalah seekor ulat. Untuk jenis kupu-kupu tertentu, ulat yang akan berkembang menjadi kupu-kupu justru merupakan ulat yang sangat jelek dan menggelikan penampakannya, tidak enak untuk dilihat, dan bahkan bisa menyebabkan gatal-gatal di kulit orang yang menyentuhnya. Dengan kondisinya tesebut, jika dilihat dari sisi sang ulat, apakah ia akan putus asa dan menyerah karena kondisinya? Jawabannya tidak!

Sebagai seekor ulat, dia akan dengan tekun menjalani peranannya dan dengan sabar melalui tahapan perkembangan yang harus dilalui. Dia akan lewati satu tahapan demi satu tahapan perkembangan yang diperlukan sehingga sampai pada saatnya dia akan menjadi sebuah kepompong.

Sebagaimana sang ulat, kepompong pun juga bukan sesuatu yang indah untuk dipandang. Kepompong bahkan merupakan entitas yang justru lebih jelek daripada seekor ulat. Yang bisa dilakukan kepompong hanyalah tidur dan diam saja, tidak makan tidak minum atau melakukan kegiatan apapun. Kalaupun disentuh orang, yang dilakukan hanyalah menggelinjang ke kiri dan ke kanan saja. Tanpa kita ketahui, di dalam kepompong terjadi proses perubahan yang signifikan. Proses tranformasi dari seekor ulat untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Dengan sabar proses transformasi dalam kepompong tersebut dijalani hingga sampai saatnya tahapan transformasi telah terselesaikan.

Ketika saat itu tiba, bukan berarti tanpa hambatan dan rintangan. Sang calon kupu-kupu menghadapi kulit kepompong yang kuat dan ketat, yang telah menjaganya dari kondisi lingkungan agar proses transformasi di dalam kepompongnya berjalan tanpa gangguan. Namun sekarang, ketika proses itu selesai, kulit yang sama juga merupakan penghambat bagi sang calon kupu-kupu untuk keluar menunjukkan keindahan dirinya. Sang calon kupu-kupu akan berjuang keras untuk merobek kulit kepompong sehingga didapatkan lubang yang cukup besar agar dia bisa keluar dari kepompong. Akhirnya dengan kekuatan yang ada, dia akan merayap keluar dari kepompongnya dan untuk pertama kalinya dia akan mengembangkan sayap indahnya ke dunia luar. Akhirnya terbanglah sang kupu-kupu menunjukkan keindahan dirinya setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan melelahkan.

Sebelumnya saya minta maaf kalau uraian di atas dirasakan tidak lengkap atau tidak sesuai dengan proses biologis yang nyata, karena memang posting ini bukan posting tentang pelajaran biologi. Maksud dari posting ini sebetulnya ingin menyampaikan nilai-nilai filosofis yang tersirat dalam proses perkembangan seekor kupu-kupu.

Dari ceritera di atas, ada beberapa nilai positif yang dapat diambil dan sangat relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Nilai positif yang dapat diambil antara lain:

  • Untuk menggapai suatu yang mulia (dipersonifikasikan dengan keindahan seekor kupu-kupu) tidak bisa hanya dilakukan dengan biasa-biasa saja tetapi harus diperjuangkan dengan kerja keras dan kerja cerdas.
  • Dalam proses untuk menggapai sesuatu yang bermakna, pasti akan ada rintangan dan halangan yang harus dilalui. Keberhasilan kita untuk memecahkan masalah, mengatasi rintangan, dan menyingkirkan halangan menjadi faktor penentu tercapainya apa-apa yang kita inginkan.
  • Dalam menjalani proses, menghadapi masalah, rintangan dan halangan yang ada, yang perlu dilihat bukan besar atau beratnya halangan, rumitnya tantangan, atau kompleksnya proses yang harus dilalui, tetapi harus fokus pada tujuan yang akan dicapai.
  • Jika yang kita lihat adalah besar atau beratnya halangan, rumitnya masalah atau kompleksnya proses maka akan terasa berat bagi yang menjalaninya. Sebaliknya, jika yang dilihat adalah tujuan positif yang diinginkan tercapai, maka kita akan bisa memahami bahwa apa-apa yang harus dilewati memang diperlukan untuk mencapai tujuan sehingga akan terasa lebih ringan dalam menghadapi halangan dan tantangan yang ada.

Itulah sedikit filosofi yang bisa diambil tentang kupu-kupu, yang mungkin berguna bagi kita dalam menghadapi semakin rumitnya kehidupan manusia saat ini atau di masa yang akan datang, baik kita sebagai akademisi (dosen) atau sebagai scientis (peneliti) atau siapa saja. Menggunakan filosofi kupu-kupu, kita dapat fokus pada tujuan yang diinginkan dan bukan berkeluh-kesah menghadapi halangan dan rintangan yang mesti diatasi dan dilewati. Filosofi yang sama dapat kita gunakan ketika kita berbicara tentang urusan dunia, dan lebih-lebih lagi tentang urusan agama. Semoga hasil renungan ini ada manfaat dan barokahnya.

Note:
Sebuah oleh-oleh hasil renungan setelah mengikuti kegiatan pengayaan batin sekali sebulan, di sela-sela kesibukan sebagai akademisi di IPB,Bogor

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Renungan dan Motivasi Diri, Serbaneka Info and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s