Q & A: Apakah Publikasi Ilmiah Dosen Selama Melakukan Studi S2 atau S3, Bisa Diklaim Untuk Kenaikan Pangkat Dosen?

Ada satu pertanyaan menarik yang selalu ditanyakan oleh staf pengajar (dosen) yang sedang studi lanjut (S2 atau S3), yaitu: “Apakah Publikasi Ilmiah Dosen Selama Melakukan Studi S2 atau S3, Bisa Diklaim Untuk Kenaikan Pangkat Dosen?” Selama ini, ada berbagai skenario jawaban dari pertanyaan tersebut, antara lain :

  1. Publikasi dosen selama studi S2 atau S3 TIDAK BOLEH DIKLAIM untuk kenaikan pangkat. Alasannya: Karena sudah termasuk sebagai bagian dari studi S2 atau S3nya, sehingga tidak bisa diklaim sebagai kegiatan tersendiri.
  2. Publikasi dosen selama studi S2 atau S3 BISA DIKLAIM untuk kenaikan pangkat.
  3. Publikasi dosen selama studi S2 atau S3 ADA yang TIDAK BOLEH dan ADA yang BOLEH DIKLAIM untuk kenaikan pangkat, tergantung pada institusinya.

Artinya, dari hal tersebut masih terjadi kesimpangsiuran dan ketidakjelasan tentang bagaimana sebetulnya ketentuan yang benar tentang hal tersebut. Akibatnya, ketidakjelasan tentang boleh-tidaknya mengklaim publikasi yang dikerjakan di masa studi S2 dan S3, akhirnya MERUGIKAN DOSEN yang institusinya memutuskan bahwa hal tersebut “TIDAK BOLEH DIKLAIM.

Lantas “SEBETULNYA ATURAN YANG BENARNYA BAGAIMANA? BOLEH DIKLAIM atau TIDAK BOLEH DIKLAIM?

Inilah jawaban resminya dari Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dirjen DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia. Karena informasi ini adalah dari Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, maka isi dari informasi ini merupakan informasi resmi yang seharusnya menjadi preseden bagi seluruh universitas di Indonesia. Dengan demikian, seharusnya tidak ada lagi dosen yang harus dirugikan karena ketidaktahuan dari fihak universitas tentang peraturan ini yang sebenarnya membolehkan klaim publikasi yang dihasilkan selama tugas belajar untuk kenaikan pangkat dosen.

Berikut adalah cuplikan dari isi penjelasan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dirjen DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dituangkan dalam surat bernomor 2189/E4.3/2013, tentang: Penjelasan Jabatan Fungsional Dosen:

“Selanjutnya kami tegaskan kembali makna surat Sekretaris Direktorat Jenderat Pendidikan Tinggi Nornor l302/El.3/C/2011 tanggal 23 Maret 2011 perihal Penjelasan Jabatan Fungsional Dosen untuk dosen yang sedang tugas belajar :

  1. Hanya karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional yang diakui angka kreditnya untuk kenaikan pangkat/jabatan akademik.
  2. Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bersifat melekat sebagai karya dosen.
  3. Angka kredit sebagaimana disebut pada angka 1 hanya bisa digunakan untuk kenaikan pangkat/jabatan ketika ybs. telah menyelesaikan tugas belajarnya.”

Dari petikan isi surat tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Publikasi yang dilakukan oleh seorang dosen selama proses tugas belajar, TETAP BOLEH DIGUNAKAN untuk persyaratan kenaikan pangkat bagi dosen yang bersangkutan.
  2. Publikasi yang bisa diklaim tersebut, syaratnya HARUS dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional. Jika dipublikasikan dalam jurnal nasional yang tidak terakreditasi, maka TIDAK BISA DIKLAIM untuk persyaratan kenaikan pangkat/jabatan fungsional.
  3. Angka kredit dari publikasi tersebut hanya bisa diklaim ketika ybs. sudah menyelesaikan studinya.
  4. Dosen yang sedang dalam proses tugas belajar, TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk mengajukan kenaikan pangkat/jabatan fungsional.

Demikian sedikit informasi terkait dengan publikasi ilmiah yang dilakukan selama menjalankan tugas belajar. Oleh karena itu, bagi rekan sejawat yang merasa dirugikan oleh Tim Penilai Angka Kredit (TPAK) di universitasnya masing-masing karena tidak boleh mengKLAIM kum publikasi yang dilakukan selama studi S2 atau S3, silakan rujuk surat Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan tersebut dan silakan klaim publikasi anda. Jangan lupa supaya dicermati beberapa poin yang disebutkan di atas, agar tidak salah dalam usaha rekan sejawat untuk mengklaim apa yang menjadi hak anda.

Jika memerlukan copy dari surat Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan tersebut, silakan klik di link ini – Direktur DikTendik – Surat Penjelasan Jabatan Fungsional. Semoga posting ini ada manfaat dan barokahnya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in Info Dikti, News from PMB Lab, Q & A and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s