Balada Sang Dosen dan Mahasiswa: Kapan Harus Berkata “NO, DO YOUR PART FIRST!”

#ScientificPublication #ScientificWriting: Anda seorang Dosen? Jika jawabannya YA, maka anda pasti pernah menghadapi situasi dimana anda harus memutuskan apakah naskah yang diberikan oleh Mahasiswa Bimbingan (S2 atau S3) atau oleh kolega penelitian anda sudah layak untuk secara serius anda evaluasi atau lebih baik dikembalikan dahulu pada ybs. untuk diperbaiki?

Jika tulisan tersebut masih terlalu “mentah” maka lebih baik dikembalikan terlebih dahulu pada ybs. untuk diperbaiki. Berikan arahan pada ybs. apa yang menjadi kelemahan dari naskahnya dan apa kekuatannya, berikan pointer bagi ybs. untuk menambahkan data, mengelaborasi hasil, menambahkan analisis, mempertajam introduction atau bagian-bagian lain yang menurut anda masih lemah.

Jika naskah yang disampaikan oleh mahasiswa atau kolega peneliti masih mentah, maka anda akan banyak memebrikan waktu perbaikannya sehingga justru menjadi kontra-produktif. Selain itu, ybs. tidak akan bisa belajar menyiapkan naskah yang baik di masa yang akan datang. Agar ybs. berkembang, sebaiknya kembalikan naskah publikasinya untuk diperbaiki daripada anda memperbaikinya sendiri hanya untuk mengejar supaya publikasi tersebut dapat segera terselesaikan. Ingatlah, guru yang bijaksana adalah guru yang mampu berkembang bersama dengan muridnya (dua-duanya berkembang dan mengakuisisi kompetensi baru dalam proses berinteraksi).

Di sisi lain, jika naskah ternyata sudah memenuhi syarat yang anda tentukan tetapi mungkin perlu perbaikan redaksional atau tipografik, mungkin sudah saatnya anda secara serius membaca dan mengevaluasi naskah publikasi tersebut. Berikan masukan yang konstruktif bagi manuskripnya dan diskusikan masukan anda dengan ybs. Dengan cara tersebut, target menyelesaikan naskah publikasi menjadi lebih efisien tercapainya dan anda sekaligus juga bisa memberikan pembelajaran kepada ybs, bagaimana caranya menyelesaikan publikasi ilmiah sehingga siap submit ke jurnal ilmiah internasional.

Berikut, barangkali beberapa tips yang bisa digunakan untuk memantau kualitas manuskrip yang dikirimkan ke anda, yang seharusnya dapat disiapkan oleh mahasiswa sebelum mengirimkan draft publikasinya ke dosen pembimbing:

  1. Dalam draf manuskrip publikasi, perhatikan masalah apa yang ingin diselesaikan dan apakah masalah tersebut telah disampaikan dengan jelas serta apakah masalah yang diangkat merupakan hal yang penting. Harus diingat bahwa tujuan yang disebutkan dalam manuskrip harus signifikan dan masalah yang diangkat harus nyata, penting dan baru.
  2. Jika ybs. telah memutuskan ke jurnal apa naskah publikasi akan dikirimkan, perhatikan apakah naskahnya sesuai dengan scope dari jurnal target. Ketidakcocokkan antara masalah yang diteliti dengan scope dari jurnal target akan membuat naskah tersebut dikelompokkan sebagai “immediate reject.” – yang artinya tidak sempat melewati proses review sudah dikembalikan kepada penulis.
  3. Metode yang digunakan dalam penelitian, apakah valid dana apakah telah disampaikan dengan jelas. Selain itu, apakah pelaksanaan penelitian tepat, menggunakan formulasi matematika yang relevan, serta data yang digunakan konsisten, data yang dihasilkan mungkin terjadi dan analisis datanya telah dilakukan sesuai prosedur.
  4. Kesimpulan yang diambil dalam penelitian dan ditulis dalam manuskrip, apakah sudah tepat dan sesuai dengan data dan analisis yang dilakukan serta apakah sudah disampaikan implikasi/dampak dari penelitian/kesimpulan yang telah dilakukan.
  5. Materi di dalam manuskrip telah disampaikan dengan jelas dan disampaikan dengan terstruktur. Penelitian yang baik tidak menjamin menghasilkan manuskrip yang terpublikasi karena penulisan manuskrip yang tidak sesuai dengan struktur yang ditentukan, maka besar kemungkinan manuskrip tersebut dikelompokkan sebagai “immediate reject.”
  6. Yang utama adalah jawaban dari pertanyaan “apa yang dapat dipelajari oleh pembaca dari manuskrip yang ditulis?” Jika jawaban dari pertanyaan ini TIDAK ADA,  harus dapat menyampaikan sesuatu yang dapat dipelajari oleh pembaca, maka besar kemungkinan manuskrip tersebut dikelompokkan sebagai “immediate reject.”

Posting ini sebetulnya tidak hanya ditujukan pada dosen atau peneliti senior saja, tetapi justru lebih ditujukan kepada sang MAHASISWA atau PENELITI YUNIOR yang sedang meniti tangga karirnya. Supaya difahami bahwa SEORANG DOSEN (satu orang) pada umumnya harus membantu penyelesaian publikasi dari banyak mahasiswa (lebih dari beberapa orang mahasiswa). Bayangkan, kalau satu oarng mahasiswa menyerahkan naskah mentah pada sang dosen dan dia memiliki 10 mahasiswa seperti ini, maka sang dosen HARUS memperbaiki 10 naskah yang masih mentah. Barangkali hal ini tidak terbayang oleh mahasiswa kan? Biasanya sang mahasiswa akan merasa seolah-olah NASKAH PUBLIKASInya yang hanya SATU seperti ditelantarkan oleh sang dosen😦

Well… tidak bermaksud untuk mengeluh, tapi mencoba memposisikan masalah diujung meja yangseharusnya agar semua bisa melihatnya dengan baik. Semoga ada manfaat dan barokahnya.

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s