Journal Impact Factor (IF): “Where to Find Those Information, Anyway?”

#InternationalPublication #IF: Akhir-akhir ini, dosen dan peneliti Indonesia diberikan banyak kesempatan untuk mendapatkan imbalan bagi kegiatan yang dilakukannya. Selain tersedianya berbagai sumber pendanaan penelitian, kegiatan yang terkait dengan pasca-penelitian pun tidak lepas telah mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Saat ini ada berbagai penghargaan yang telah dan akan diberikan kepada dosen atau peneliti yang mau dan mampu mempublikasikan hasil penelitiannya di berbagai jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Di tingkat nasional ada “Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional” dari LPDP, akan memberikan penghargaan senilai hingga Rp. 50 – Rp. 100 juta bagi dosen atau peneliti Indonesia yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya sebagai penulis utama di Jurnal internasional dengan nilai impact factor (IF) yang tinggi. Selain itu juga ada “Program Insentif Artikel pada Jurnal Internasional” dari Kementerian Riset dan DIKTI, akan memberikan penghargaan senilai hingga Rp. 35 juta bagi dosen Indonesia yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya sebagai penulis utama atau sebagai pengarang korespondensi di Jurnal internasional bereputasi. Bahkan ditingkat IPB pun juga tidak ketinggalan memberikan insentif “Bantuan Publikasi Internasional” setiap tahunnya, bagi dosen IPB yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya di Jurnal Internasional bereputasi, yang yaitu jurnal internasional yang mempunyai IF atau terindeks SCOPUS.

Hampir semua penghargaan tersebut mensyaratkan adanya IF bagi jurnal tempat dipublikasikannya hasil penelitian. Pertanyaannya, bagaimana kita tahu bahwa jurnal yang kita tuju mempunyai impact factor (IF) atau lebih umumnya, adakah tempat untuk mengecek keberadaan IF bagi jurnal-jurnal ilmiah internasional? Kalau anda termasuh sebagai dosen atau peneliti yang mempertanyakan hal tersebut dan tidak tahu jawabannya, maka selesaikan membaca posting ini dan dan anda akan tahu jawabannya.

Impact factor atau IF sebetulnya dikeluarkan oleh berbagai institusi, antara lain:

  1. Thompson Reuter – Web of Science. Portal berlangganan yang tidak setiap orang bisa mengaksesnya.
  2. CiteFactor – Journal Impact Factor List. Menyediakan daftar IF bagi jurnal ilmiah yang ada dan dapat diakses secara gratis.
  3. SCIJournal.ORG – Journal Impact Factor List. Menyediakan daftar IF bagi jurnal ilmiah yang ada dan dapat diakses secara gratis.
  4. Universal Impact Factor – Journal Impact Factor List. Menyediakan daftar IF bagi jurnal ilmiah yang ada dan dapat diakses secara gratis.
  5. SCIMAGO Journal and country Rank (SJR Journal Rank). Menyediakan daftar IF bagi jurnal yang terindeks SCOPUS saja, dalam bentuk SJR index.

Dari berbagai sumber informasi tersebut ternyata untuk satu jurnal yang sama bisa mempunyai nilai IF yang berbeda nilainya. Sebagai contoh:

  1. Jurnal Plant Functional Biology (FBP): mempunyai IF sebesar 3. 145 (menurut lembaga pengindeks SCIJournal), sebesar 2.569 (menurut lembaga pengindeks CITEFactor), tidak terdaftar dalam Universal Impact Factor list, dan SJR sebesar 1.14 (menurut lembaga pengindeks SCIMAGO Journal and country rank).
  2. HAYATI – Journal of Bioscience: belum terindeks di lembaga pengindeks SCIFactor, CITEFactor, dan SCIMAGO Journal and country rank, tetapi mempunyai IF sebesar 1.0571 berdasarkan data Universal Impact Factor.

Pertanyaannya, lantas mana yang dapat dijadikan sebagai pedoman? Kalau SAYA yang ditanya, akan saya jawab “IF yang mana saja juga boleh!” Tentu saja jawabannya akan berbeda ketika LPDP atau Ristek Dikti yang ditanya, terkait dengan usulan penghargaan untuk publikasi nasional. Untuk keperluan dua lembaga tersebut, sepertinya IF menurut Thompson Reuter – Web of Science, CITE Factor, SCIJournal, atau SCIMAGO Journal Rank yang lebih diinginkan sedangkan Universal IF, kemungkinan besar tidak akan diapresiasi sebesar IF dari empat lembaga pengindeks tersebut.

Nah… kalau anda akan menulis publikasi ke suatu jurnal dan membaca informasi bahwa jurnal tersebut mempunyai nilai IF tertentu yang tinggi, pastikan dulu darimana indeks IF tersebut dikeluarkan. Setelah memastikan bahwa angka IF tersebut berasal dari Thompson Reuter – Web of Science, CiteFactor, SCIJournal.ORG, atau SJR Journal Rank atau dari Universal Impact Factor? Putuskan apakah akan mengirimkan naskah anda  ke jurnal tersebut atau tidak setelah memahami dari mana sumber IF-nya supaya tidak salah alamat. Semoga ada manfaatnya…

 

 

About PMB Lab: Prof. Sudarsono

This blog is dedicated as a communication media among alumni associated with PMB Lab, Dept. of Agronomy and Horticulture, Fac. of Agriculture, IPB, Bogor – Indonesia. It contains various information related to alumni activities, PMB Lab’s on going activities and other related matters.
This entry was posted in News from PMB Lab and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s